Kalau Kerja Jangan Galau
Sebagai pegawai, pernahkan anda merasakan hal seperti ini?
“Ahh gue udah kerja keras, tapi nggak pernah naik jabatan”, “Sialan si bos, apa perlu gue jilat biar gue cepet dipromosiin”, “Apalah gue ini, udah 4 tahun masih gini-gini aja, percuma kerja keras juga kalo nggak dihargai”, “Damn, nyesek banget hasil kerja keras gue cuma dibayar dengan terimakasih”, “Kapan ya gue bisa naik jabatan dan naik gaji” atau lain sebagainya.
Banyak hal yang dapat membuat seseorang berkeluh kesah demikian. Bisa jadi dia bosan dengan posisinya saat ini. Bisa jadi dia sangat ambisius dalam berkarier. Bisa jadi dia butuh tantangan baru. Bisa jadi dia malu dengan rekan kerja seangkatannya yang sudah memiliki jabatan lebih baik. Dan masih banyak lagi bisa jadi bisa jadi yang lain yang menjadikan seseorang cepat mengeluh dengan hambatan kariernya. Saya katakan, “Sahabat, justru itulah yang menjadi hambatan kariermu”. Ingat, karier dan rejeki itu sudah diatur, dan anda akan menuai hasil sesuai dengan usaha dan pencapaian anda. Sebaiknya anda selalu bermuhasabah ( https://www.cekaja.com/info/5-alasan-kenapa-kamu-tidak-pernah-naik-jabatan-di-kantor/ ) karena dalam dunia pekerjaan ada 4 AS yang harus diperhatikan, yaitu: kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas. Dan yang paling sulit diantara keempatnya adalah yang terakhir karena ini berkaitan dengan rumus kehidupan tentang memberi dan harapan. Biasanya, semakin banyak orang memberi, maka semakin banyak juga harapannya agar mendapat imbalan yang setimpal. Secara matematika dapat digambarkan sebagai berikut:
Total Memberi / Total Harapan = Total Imbalan Yang didapatkan (Jumlah yang saya beri dibagi dengan jumlah harapan yang ingin saya dapatkan ketika saya sudah memberi)
Mari kita contohkan:
2/1 = 2 , atau 3/3 = 1 (Saya memberi 2 dengan harapan mendapatkan 1 imbalan, maka total imbalan yang saya dapat adalah 2, tapi jika saya memberi 3 dan saya berharap mendapatkan imbalan yang sama, yaitu 3, maka total imbalan yang saya dapat adalah hanya 1)
Sekarang, mari kita bandingkan jika kita memberi dengan ikhlas tanpa mengharapkan imbalan apapun.
5/0 = ~ (Saya memberi 5 tanpa mengharapkan imbalan sedikitpun, maka hasilnya adalah tak terhingga)
Artinya, kerja ikhlas itu akan memiliki nilai tersendiri di mata Tuhan Sang Maha Pemberi Rejeki. Tidak mungkin apa yang sudah kita berikan itu akan hilang begitu saja. Semua kebaikan yang kita lakukan, pada dasarnya akan kembali kepada kita sendiri. Hanya saja semua tergantung dari penerapan rumus memberi dan harapan dalam kehidupan kita sehari-hari.
Sampai kapanpun kalau kita tidak pernah ikhlas dalam bekerja, di situlah hambatan dalam karier anda akan datang. Sebagai contoh, anda tidak ikhlas saat rekan seangkatan anda dipromosikan terlebih dahulu dan posisinya menjadi lebih tinggi dari anda. Anda berpikiran bahwa anda dan dia mulai bekerja di waktu yang bersamaan, tetapi kenapa rekan anda yang dipromosikan terlebih dulu.
Sahabat, buang jauh-jauh pikiran seperti itu!! Saya akan memberi gambaran sebuah kisah yang pernah saya dapatkan dalam sebuah seminar, yaitu kisah antara Patung dan Lantai.
Di dalam sebuah pemeran seni internasional terjadilah percakapan antara si Patung dan Si Lantai, percakapan ini terjadi akibat rasa iri si Lantai melihat si Patung begitu dipuja-puja dan dikagumi oleh semua orang yang ada di sana, sedangkan si Lantai hanya diinjak2, bahkan menjadi tempat kotoran alas kaki orang2 yang datang ke sana, padahal dia merasa diciptakan dari bahan yang sama dengan si patung.
Lantai : “Tung, aku mau tanya, kenapa semua orang di sini begitu mengagumimu dan begitu memujamu, sedangkan aku hanya menjadi pijakan bagi kotoran yang mereka bawa di bawah alas kaki mereka, padahal, aku dan kamu terbuat dari bahan yang sama”
Lalu apa jawaban si Patung mendengar pertanyaan ini?
Patung : “Hmm.. (Mencoba bijak).. hai Te (read: lante).. aku turut merasakan penderitaanmu, aku tau Te, kita terbuat dari bahan yang sama, tapi pada akhirnya kita jadi berbeda. Begini Te, apakah kamu tau apa yang aku lalui sampai aku menjadi seperti ini? Te, apakah kamu pernah merasakan bagaimana sakitnya dipahat, bagaimana sakitnya diamplas, bagaimana sakitnya pisau2 dan paku2 itu menggerogoti tubuhku? Sakit Te, sangat sakit, tapi aku pasrahkan semuanya kepada orang yang memahatku, entah mau dijadikan apa aku, aku hanya bisa ikhlas karena aku tau pasti akan menjadi sesuatu. Tidak seperti kamu Te, kamu tidak merasakan sakit ini karena kamu hanya langsung melalui proses cetak, tanpa dipahat dan disakiti”
Lantai : “........” (Terdiam dan langsung menangis)
Dari cerita ini kita bisa tahu apa yang menjadikan si Patung dan si Lantai menjadi berbeda? Ya, yang menjadikan mereka berbeda adalah PROSES. Jadi, bagi sahabat yang saat ini sedang galau, sedang resah karena tidak kunjung naik jabatan, tidak kunjung dipromosikan. Saya hanya dapat mengatakan “Sabar lah dan terus mencoba ikhlas dalam menuntaskan suatu pekerjaan seberat apapun dan sesulit apapun karena percayalah ketika anda sabar dan ikhlas, di balik sana ada sesuatu yang akan menjemput impian anda, Teruslah berpikir positif, kalau anda saat ini sebagai pegawai yang tak kunjung naik jabatan, mungkin atasan anda sedang memahat anda, mungkin atasan anda sedang mengamplas anda agar anda menjadi sesuatu yang bernilai, agar anda menjadi sesuatu yang berkilauan, di saat yang tepat, dan di waktu yang tepat, anda akan menjadi hebat”
Demikian, terimakasih.
Jakarta, 13 September 2017












