Ketidakpastian
Manusia selalu membenci ketidakpastian. Segala sesuatu yang tidak pasti di masa depan membuat kita resah, galau, dan khawatir. Namun, akankah kita bahagia jika segala sesuatunya menjadi pasti?
Terkait ketidakpastian, dua hal yang paling sering membuat kita bingung adalah tentang pekerjaan dan pasangan. Apakah ini pilihan karier dan perusahaan yang benar? Betulkan pacar yang sekarang ini jodoh saya? Kita selalu bimbang dan khawatir mengenai pilihan-pilihan penting dalam hidup.
Kegalauan tadi tentu merupakan hal yang wajar. Sebagai manusia, kita takut salah memilih. Jangan-jangan salah pilih jurusan. Jangan-jangan pilihan karier tidak cocok dengan karakter. Jangan-jangan pacar bukan jodoh yang tepat. Jangan-jangan... Ada begitu banyak hal yang tidak pasti.
Bagaimana jika kita tiba-tiba diberi super power untuk mengetahui masa depan? Anda tahu pasti karier apa yang paling cocok, harus bekerja di posisi mana dan perusahaan apa. Jodoh Anda bernama xxx, akan berkenalan di tanggal dd-mm-yy ketika acara zzz dan pacaran y tahun sebelum menikah. Apakah kita akan bahagia dengan hidup yang seperti ini?
Awalnya saya berpikir, enak lah! kita bisa langsung fokus mengajar karier yang spesifik, tidak usah bekerja di posisi atau bidang yang bukan passion atau calling. Tidak perlu buang-buang waktu mempelajari hal lain yang tidak penting. Begitu juga dengan jodoh, tidak perlu sia-sia berpacaran bertahun-tahun lalu putus. Tidak ada lagi korban perasaan. Semua serba pasti dan berjalan mulus sesuai rencana. Sempurna, bukan?
Namun setelah saya renungkan lagi lebih jauh, kondisi tanpa ketidakpastian ternyata tidak sesempurna itu. Saya melupakan satu aspek yang sangat penting; human nature. Manusia pada dasarnya sering merasa malas, tidak mau berkembang, susah belajar dan berubah. Orang yang paling rajin dan penuh kegigihan pun pasti pernah merasa malas dan ingin berada di zona nyaman. Bisa kita bayangkan, di dunia yang semuanya pasti, tantangannya justru kita akan sulit sekali berkembang.
Mau belajar hal baru? Tidak usah lah, toh saya tidak akan bekerja di profesi tersebut. Mau kenalan dengan orang baru? Ah, bukan jodoh juga, lebih enak main game di rumah. Mau ikut komunitas tertentu? Yah, di situ saya akan berkenalan dengan teman yang ternyata toxic, tidak mau!
Dengan adanya kepastian akan masa depan, kita sangat mungkin menjadi malas belajar dan berkembang. Kita merasa aman dengan jaminan atas pilihan-pilihan yang diambil. Padahal, manusia justru berkembang dari kegagalan dan kesalahan.
Tanpa berpacaran dengan orang yang salah, kita mungkin tidak akan pernah menjadi orang yang dewasa seperti sekarang. Tanpa bekerja di perusahaan dan profesi yang salah, mental kita tidak teruji dan skills tertentu tak pernah dimiliki. Tanpa berteman dengan orang yang menipu dan memberi pengaruh negatif, kita tidak menghargai sahabat sejati. Segala kekeliruan dalam hidup justru krusial dalam pembentukan pribadi dan jati diri.
Tak hanya itu, tanpa adanya tantangan dan dinamika hidup, dalam sekejap saja manusia akan bosan. Jika semuanya serba terjamin dan tak bisa berubah, masihkah ada gairah untuk hidup? Jangan-jangan kita akan menjadi seperti robot, sekadar menjalankan tugas serta tanggungjawab yang sudah diatur dan direncanakan dengan pasti.
Lepas dari angan-angan ini, saya jadi bersyukur. Dalam dunia yang penuh ketidakpastian, kita sebetulnya diberi kesempatan untuk terus belajar. Karena tidak tahu akan jadi apa, kita bisa menjajal profesi apapun dengan semangat penuh. Cocok disyukuri, tidak cocok berarti bisa mencari dan mencoba lagi. Karena tidak tahu akan menikah dengan siapa, setiap hubungan dijalani dengan serius dan penuh perasaan. Entah gagal atau berhasil, kita menuangkan seluruh hati dan pikiran untuk hubungan itu. Jika dalam berproses kita tidak berusaha sepenuh hati, tentu tidak ada proses pembelajaran dan pendewasaan.
Kita yang hari ini adalah pribadi yang sudah melalui begitu banyak hal. Tengoklah ke masa lalu Anda. Sudah berapa kali gagal? Sudah berapa kali putus? Sudah berapa kali salah mengambil keputusan? Kegagalan bukanlah sesuatu yang membanggakan, namun diperlukan. Tanpa berbuat salah, kita tidak belajar untuk menjadi benar. Tanpa menangis, malu, dan putus asa, kita tak akan bisa berhasil dan mensyukuri pencapaian hidup. Tanpa dijahati, ditipu, dan diperlakukan dengan tidak adil, kita tidak akan menghargai orang-orang dan lingkungan yang suportif.
Walaupun tidak nyaman ketika dijalani, ketidakpastian sejatinya merupakan sesuatu yang baik. Sebagai manusia yang sering lemah dan berbuat salah, kita memang harus banyak gagal-belajar-berubah untuk menjadi lebih baik. Semoga kita semua selalu bersabar dan mau berproses dalam perjalanan pendewasaan ini :)












