Bagaimana menurut pendapat kalian? 🤔 #kerja #seninsemangat #optimis #resign #kerjaikhlas (di Selebgram Kaltim) https://www.instagram.com/p/CW1uMy7B23E/?utm_medium=tumblr
seen from China
seen from Peru
seen from United Arab Emirates

seen from Colombia

seen from Italy

seen from China
seen from Argentina

seen from United Kingdom
seen from Yemen

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Argentina
seen from Ukraine
seen from United States

seen from Peru
seen from Peru
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from India
Bagaimana menurut pendapat kalian? 🤔 #kerja #seninsemangat #optimis #resign #kerjaikhlas (di Selebgram Kaltim) https://www.instagram.com/p/CW1uMy7B23E/?utm_medium=tumblr
Kerja Ikhlas
Beberapa kali sempat mempertanyakan, kenapa ya ada orang yang kerja terus melayani customer mau kapanpun dilayani? Jujur ada temen ex satu kantor dulu kerjanya kayagitu. Buat beberapa orang mungkin beranggapan males lah kerja kayagitu, capek.
Nggak sempet nanya kenapa dia bisa seperti itu lebih tepatnya sih nggak enak mau tanya. Tapi yg bisa di simpulkan adalah dia kerja dengan ikhlas, dia kerja dengan kebahagiaan, dia merasa memiliki pekerjaan itu. Karena ada banyak orang yang bekerja seadanya "ah yang penting beres" "yaudahlah ya kerja keras nggak di hargain ngapain juga bagus-bagus", banyak yg bilang kayagitu.
Tp seiring berjalannya waktu kita semua akan menyadari bahwa kerja ikhlas kita itu yg akan membayar semuanya Allah. Banyak guru honorer yg dibayar kan jauh dari UMK di kotanya, mereka ikhlas mendidik anak-anak meskipun gaji yang didapatkan tidak sesuai dengan yg mereka harapkan. Mereka akan ditambah oleh Allah dengan ketenangan mungkin, dengan istri yang bertambah shalihah mungkin, dengan anak yg shalih mungkin. Sesuai janji Allah yang akan membalas kebaikan walaupun seberat biji dzarrah.
Kita kadang tidak meyakini saja apa yg Allah ridhoi maka Allah akan beri nikmat berlebih. Bekerja dengan ikhlas, dengan kegembiraan tanpa mengeluh, di niatkan ibadah karena Allah pasti akan ada balasannya. Apapun pekerjaannya, apapun balasannya. Bisa jadi pendapatan kita yang hanya 500 ribu perbulan ternyata sebenarnya 1 juta perbulan. 500 ribu lainnya Allah kasih dalam bentuk lain.
Ternyata memang kita yang terlalu sempit memaknai apa itu rezeki apa itu gaji. Semoga tulisan ini bisa jadi pengingat untuk melakukan segala hal di landasi keikhlasan dan di niatkan ibadah kepada Allah. Percaya saja semuanya pasti seimbang, cuma kita bisa jadi tidak menyadarinya saja.
Bandung, 4 Januari 2020
Akbar Wicaksono
Bekerja adalah proses yang tak berkesudahan. Kerjaan tak akan ada habisnya. Kepentingan klien adalah hal penting, begitu juga kepentingan keluarga. Jika terjadi apa-apa dalam hidupmu, tidak satupun dari atasan atau klien tersebut yang siap memberikan bantuan, tapi keluarga dan temanmu akan melakukannya. Hidup tak sekedar tentang kerja, kantor dan klien. Ada banyak hal bermakna dalam hidup. Engkau perlu waktu bersosial, istirahat, olahraga dan lainnya. Jangan biarkan hidup menjadi hambar dan tanpa makna. Mereka yang sering telat pulang kerja bukanlah pekerja keras melainkan orang yang tak cukup pintar mengatur waktu, tidak efisien dan kurang kompeten dalam bekerja. Kamu tak perlu sekolah tinggi-tinggi jika berakhir serupa mesin. Jika atasan mu memaksa untuk bekerja sampai larut, boleh jadi dia juga orang yang tidak efektif dan tidak memiliki makna dalam hidupnya. #kerjakerjakerja #kerjakeras #kerjacerdas #kerjanyata #kerjaikhlas #motivasikerja #infokerja #kerja #keluargacemara #keluarga #quotestoinspire #waktu #lovequotes (di Bandar Lampung) https://www.instagram.com/p/BzLcQz5FL6ax0-YYZC0z5IO9fjOAD4VC2WpSUk0/?igshid=1firccp5m5471
Kalau Kerja Jangan Galau
Sebagai pegawai, pernahkan anda merasakan hal seperti ini?
“Ahh gue udah kerja keras, tapi nggak pernah naik jabatan”, “Sialan si bos, apa perlu gue jilat biar gue cepet dipromosiin”, “Apalah gue ini, udah 4 tahun masih gini-gini aja, percuma kerja keras juga kalo nggak dihargai”, “Damn, nyesek banget hasil kerja keras gue cuma dibayar dengan terimakasih”, “Kapan ya gue bisa naik jabatan dan naik gaji” atau lain sebagainya.
Banyak hal yang dapat membuat seseorang berkeluh kesah demikian. Bisa jadi dia bosan dengan posisinya saat ini. Bisa jadi dia sangat ambisius dalam berkarier. Bisa jadi dia butuh tantangan baru. Bisa jadi dia malu dengan rekan kerja seangkatannya yang sudah memiliki jabatan lebih baik. Dan masih banyak lagi bisa jadi bisa jadi yang lain yang menjadikan seseorang cepat mengeluh dengan hambatan kariernya. Saya katakan, “Sahabat, justru itulah yang menjadi hambatan kariermu”. Ingat, karier dan rejeki itu sudah diatur, dan anda akan menuai hasil sesuai dengan usaha dan pencapaian anda. Sebaiknya anda selalu bermuhasabah ( https://www.cekaja.com/info/5-alasan-kenapa-kamu-tidak-pernah-naik-jabatan-di-kantor/ ) karena dalam dunia pekerjaan ada 4 AS yang harus diperhatikan, yaitu: kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas. Dan yang paling sulit diantara keempatnya adalah yang terakhir karena ini berkaitan dengan rumus kehidupan tentang memberi dan harapan. Biasanya, semakin banyak orang memberi, maka semakin banyak juga harapannya agar mendapat imbalan yang setimpal. Secara matematika dapat digambarkan sebagai berikut:
Total Memberi / Total Harapan = Total Imbalan Yang didapatkan (Jumlah yang saya beri dibagi dengan jumlah harapan yang ingin saya dapatkan ketika saya sudah memberi)
Mari kita contohkan:
2/1 = 2 , atau 3/3 = 1 (Saya memberi 2 dengan harapan mendapatkan 1 imbalan, maka total imbalan yang saya dapat adalah 2, tapi jika saya memberi 3 dan saya berharap mendapatkan imbalan yang sama, yaitu 3, maka total imbalan yang saya dapat adalah hanya 1)
Sekarang, mari kita bandingkan jika kita memberi dengan ikhlas tanpa mengharapkan imbalan apapun.
5/0 = ~ (Saya memberi 5 tanpa mengharapkan imbalan sedikitpun, maka hasilnya adalah tak terhingga)
Artinya, kerja ikhlas itu akan memiliki nilai tersendiri di mata Tuhan Sang Maha Pemberi Rejeki. Tidak mungkin apa yang sudah kita berikan itu akan hilang begitu saja. Semua kebaikan yang kita lakukan, pada dasarnya akan kembali kepada kita sendiri. Hanya saja semua tergantung dari penerapan rumus memberi dan harapan dalam kehidupan kita sehari-hari.
Sampai kapanpun kalau kita tidak pernah ikhlas dalam bekerja, di situlah hambatan dalam karier anda akan datang. Sebagai contoh, anda tidak ikhlas saat rekan seangkatan anda dipromosikan terlebih dahulu dan posisinya menjadi lebih tinggi dari anda. Anda berpikiran bahwa anda dan dia mulai bekerja di waktu yang bersamaan, tetapi kenapa rekan anda yang dipromosikan terlebih dulu.
Sahabat, buang jauh-jauh pikiran seperti itu!! Saya akan memberi gambaran sebuah kisah yang pernah saya dapatkan dalam sebuah seminar, yaitu kisah antara Patung dan Lantai.
Di dalam sebuah pemeran seni internasional terjadilah percakapan antara si Patung dan Si Lantai, percakapan ini terjadi akibat rasa iri si Lantai melihat si Patung begitu dipuja-puja dan dikagumi oleh semua orang yang ada di sana, sedangkan si Lantai hanya diinjak2, bahkan menjadi tempat kotoran alas kaki orang2 yang datang ke sana, padahal dia merasa diciptakan dari bahan yang sama dengan si patung.
Lantai : “Tung, aku mau tanya, kenapa semua orang di sini begitu mengagumimu dan begitu memujamu, sedangkan aku hanya menjadi pijakan bagi kotoran yang mereka bawa di bawah alas kaki mereka, padahal, aku dan kamu terbuat dari bahan yang sama”
Lalu apa jawaban si Patung mendengar pertanyaan ini?
Patung : “Hmm.. (Mencoba bijak).. hai Te (read: lante).. aku turut merasakan penderitaanmu, aku tau Te, kita terbuat dari bahan yang sama, tapi pada akhirnya kita jadi berbeda. Begini Te, apakah kamu tau apa yang aku lalui sampai aku menjadi seperti ini? Te, apakah kamu pernah merasakan bagaimana sakitnya dipahat, bagaimana sakitnya diamplas, bagaimana sakitnya pisau2 dan paku2 itu menggerogoti tubuhku? Sakit Te, sangat sakit, tapi aku pasrahkan semuanya kepada orang yang memahatku, entah mau dijadikan apa aku, aku hanya bisa ikhlas karena aku tau pasti akan menjadi sesuatu. Tidak seperti kamu Te, kamu tidak merasakan sakit ini karena kamu hanya langsung melalui proses cetak, tanpa dipahat dan disakiti”
Lantai : “........” (Terdiam dan langsung menangis)
Dari cerita ini kita bisa tahu apa yang menjadikan si Patung dan si Lantai menjadi berbeda? Ya, yang menjadikan mereka berbeda adalah PROSES. Jadi, bagi sahabat yang saat ini sedang galau, sedang resah karena tidak kunjung naik jabatan, tidak kunjung dipromosikan. Saya hanya dapat mengatakan “Sabar lah dan terus mencoba ikhlas dalam menuntaskan suatu pekerjaan seberat apapun dan sesulit apapun karena percayalah ketika anda sabar dan ikhlas, di balik sana ada sesuatu yang akan menjemput impian anda, Teruslah berpikir positif, kalau anda saat ini sebagai pegawai yang tak kunjung naik jabatan, mungkin atasan anda sedang memahat anda, mungkin atasan anda sedang mengamplas anda agar anda menjadi sesuatu yang bernilai, agar anda menjadi sesuatu yang berkilauan, di saat yang tepat, dan di waktu yang tepat, anda akan menjadi hebat”
Demikian, terimakasih.
Jakarta, 13 September 2017
Online Jobs. #online #marketing #anakit #kerjaikhlas (di Jalan Raya Bojongsari Km. 33)
[5-6/11 - Malam Keakraban Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen Informatika💝] . Sedikit berbagi sisa kenangan yang kami lalui minggu malam kemarin. Selama 3semester menghabiskan waktu menjadi salah satu anggota kepengurusan HMJ MI, mengenal mereka lebih dari keluarga, saudara, sosok-sosok pemimpin yg luar biasa yang bertahan dari deru kerasnya hidup seorang organisator. . Sadarilah satu hal kawan, kita telah menjadi keluarga di Himpunan Jurusan Manajemen Informatika, berarti kita siap untuk merengkuhnya, kita siap untuk menahan sakit, siap untuk menahan lelah, berusaha bangkit walau sakit, berpikir keras melebihi siapapun. Jangan mundur! Kita telah memilihnya☺. Di hadapan api unggun pertama yg kita nyalakan. Bakarlah semuanya, keputusasaan, keegoisan, kekecewaan, ketidakbertanggungjawaban, kemarahan, leburkanlah menjadi debu, menjadi abu. . Menangis haru bersama, meluluhlantahkan gemericik keheningan malam dengan kobaran api, yang hangag, yang menyeruak, menggambarkan semangat kita. . Pun tak kita lupa semangat salah satu keluarga kita yang lebih dahulu menghadapNya semoga Allah beri tempat terbaik untuknya. . Di mana lagi kekeluargaan seperti ini dapat dibangun? Yang menyamankan hati ketika letih, membuat sungging bibir terangkat kala bersua, memecah duka dengan tawa. Dalam satu wadah, kita berlomba-lomba mengalahkan ego agar keharmonisan keluarga kita tetap terjaga. . Terima kasih untuk kakak-kakak, teman-teman semua, mudahmudahan kita selalu diberi kesempatan dan kelancaran untuk menjaga tali kekeluargaan dan menjaga nama baik HMJ MI bersama. Karena kebersamaan adalah permulaan, menjaga bersama adalah kemajuan, bekerja sama adalah keberhasilan. . Salah kita dicaci, benar tidak dipuji. Kerja Keras, Kerja Ikhlas, Kerja Tuntas.HMJ MI, Sukses! . Barakallah fik @hmj.mi_polsri . . #HMJMI #HMJMISukses #KerjaKeras #KerjaIkhlas #KerjaTuntas (at Wisma Pertamina Bukit Golf Palembang..)
Lama tak date... spent a hole day together.. Gonna Miss u For 2 Week.. #kerjakeras #kerjaikhlas #dimurahkanrezeki #dating #haricuti #maafkansayadoakansaya #spenttime #ajatnana (at Seremban Prima)
Bila mungkin knpa tidk 😳 . . . #siangini #quotes #belumdijemput #rabu #work #workhard #belumcair #tetaptabah #kerjaikhlas (at Kantor Dppk Sumbawa)