Cara Bekerja Manusia.
Menumpuk perasaan-perasaan saat bersama kalian, kesekretariatan. Selalu, selalu ada hal baru setiap pertemuan. Saling, saling belajar sesederhana menyampaikan.
Kumpul kelima kita, aku sedikit kepayahan. Menerima sedikitnya buku yang berhasil terselesaikan. Satu baris. Duh, hanya satu baris. Kemarin pun sudah kuulang-ulang.
Merapikan urusan barang dan perpustakaan ternyata tidak selesai dalam satu dua pengerjaan. Aku melepaskan kekakuan, untuk harus selesai sekarang.
Mengamati manusia bekerja, beragam caranya. Kemarin kita bersisian dengan ramai penyortiran. Kali ketiga ke komsat, baru merasakan perbedaan. Kupikir akan ramai bersama, ternyata hening tetap jadi nyaman kita.
Bekerja dalam diam sudah sangat menjadi indentitas kita kah? haha. Lucu sekali menyadari bahwa memang inilah cara masing-masing kita bekerja. Mungkin saja, kesamaan ini membuat kita nyaman bersama.
Ah, aku juga terima kasih.
Setiap kumpul, ada saja hal kecil yang jadi ingatan. Kata baru dari daerah masing-masing, fakta unik kehidupan masing-masing, atau sekadar info penting tidak penting. Selalu senang, bersama kalian.
Pertama, aku mengingat rasa asingnya. Antara kita yang belum saling mengenal, dan pada tempat bernaung yang baru pertama bagi sebagian. Hal-hal yang ingin dibahas bisa selesai dalam sekali pembahasan. Aku merasa, akan begini saja seterusnya. Selesai.
Kedua, pada perancangan setahun ke depan. Merapatkan sampai malam, melayangnya pikiran masih terbayang. Menjelaskan di depan, melihat kita saling menguatkan keberanian. Mengambil foto proper di akhir kegiatan.
Ketiga, sudah tidak duduk diam. Sudah bergerak untuk merapikan penataan dan pendataan. Sehari setelah perancangan. Tak dipersiapkan dengan baik membuat kita bingung pada awal, setelah berjalan yasudah yang penting selesai pendataan. Nol rupiah disponsori promo gojek untuk makan. Selesai, meski melebihi waktu perkiraan.
Keempat, pindah tempat. Senang sekali menjadi tempat kunjungan. Sabari, sarapan bareng kestari. Rapat berjalan sesuai perencanaan dengan pembagian tugas jadi tujuan. Saling bercerita tentang keluarga menghangatkan suasana, saling mengenal saudara.
Kelima, kembali pada kantor kita. Tidak sendiri, menemani sortir baju oleh pendanaan. Serba mendadak persiapan. Stiker inventaris baru kemarin dipesan dan masih harus melalui pemotongan. Sampul mika tak kita perkirakan dengan baik sesuai kebutuhan. Waktu pun sangat terlambat untuk memulai pekerjaan.
Alhamdulillāh 'alā kulli hāl.
Kebersamaan kita, menenangkan. Sibuknya aku menyesalkan 'hanya selesai sebaris' sama sekali tak keluar dari lisan kalian. Bahkan, seorang yang tak hadir justru senang masih berkesempatan. Aku jadi memilih untuk menikmati momen kebersamaan, tidak diwarnai keluhan.
[menyimpan berbagai perasaan]
[tambahan edit]
—————————————————————
wkwkwk halo gais, tiap abis kumpul selalu pengen nulis banyak tentang kita tapi akhirnya cuma jadi satu tulisan ini azaaa haha.
makasi banyak banyak untuk nisa sang pengingat konsumsi makanan sehat, juga tahani sang oia eia okeng iiiitearuuu dehh, dan futhna sang semangat menyusul ke komsat.
lalu untuk bph faza yang keseringan bantu kestari, juga fakhi atas penggaris besi dan seneng bgt km ikut sharing pas sabari dan barusan aku ngetik ini km abis tf wkwk, dan untuk ketum sekjend sang tuan rumah.
udah ya gatau mau nulis apa lagi, sesusurnya aku suka menangkap banyak hal kecil lusyu dari kalian semua, kalo abis kumpul selalu ada bahan bepikir dan merenung.
akhir kata, semoga Allah mudahkan perjalanan kita menuju-Nya.
kalo kata faza di bootcamp tadi, kenapa tetap beroganisasi adalah karena relasi dan bahagia. kalian capek capek tapi bahagia, kenapa??
yasudah, kok nggak jadi akhir kata.
((20.46 // Jakarta, 23 Februari 2025)) libur panjang enak bgt deh rasanya, mau sering-sering bisa ga ya.















