(Prolog) ------ 'Assalamualaikum... Adam, Nisa sudah memberikan jawabannya. Maafkan Adam dia menolak menikah denganmu. Sulit baginya untuk membuat keputusan ini. Maafkan saya harus memberitahu mu via SMS, mas Arif sudah menceritakan semuanya, untuk sementara kau belum bisa kembali kesini...' Tak sampai habis ku baca pesan singkat mba Tina, aku terdiam. Berfikir apa yg membuat kau menolakku, Nisa. Bukankah kata putri, kau pun memiliki rasa yg sama ??? "Nisa sering banget bahas lo Dam, lo gak ikutan baksos dia keponya minta ampun,semua di introgasi...hahaa", ucap putri, Sahabatmu, suatu hari. ------- Siang itu, selepas dari pesantren bertemu bapak dan pak H.Rochim untuk bersilahturahmi, sesuai kesepakatanku dgn bapak. Aku kembali ke kota mencari jawaban atas tanya yg menganjal dihati. Menanyakannya pada mba Tina. "Iya Dam, Nisa mantap memilih jawaban itu. Dari shoat istikharah yg tak menghasilkan kemantapan hati untuk menerimamu sampai restu ibu nya yg tak dia dapatkan. Nisa harap kau mendapatkan jauh yg lebih baik darinya, Dam. Itu pesannya sebelum berangkat ke Bandara kemarin sore" Kau putuskan untuk melanjutkan perkuliahan di Singapura, berusaha melupakan hal tentang kita, kurasa. Hanya pesan itu yg kau tinggalkan Nisa. Entahlah, mungkin Allah memang memberikan takdir terbaikNya. Karena menurut kita baik, bisa jadi tidak baik menurutNya. 2 bulan kemudian kuputuskan untuk kembali ke kediri, berkat masukan dari kak arif dan juga jawaban dari istikharah. Aku putuskan pulang. Berbakti kepada orangtua itu yang utama, bukankah Ridho orangtua itu RidhoNya juga. ----- #cerbungpriya #prolog #ketikacinta #harusmemilih https://www.instagram.com/p/BwVSv_XJRF2/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1esb323gwp1he













