* Cinta tidak selamanya berakhir indah. Juga tidak selalunya berakhir patah. Ia ada bukan untuk sengaja ditiadakan. Ia ada bukan untuk sengaja dipatahkan. Kadang kehadirannya hanya untuk mendewasakan setiap yang merasakan sakit setelahnya. Kepatah-hatian sejatinya proses pengenalan jati diri. Seberapa hebat dalam bertahan untuk pulih. Seberapa kuat dalam menopang tubuh sendiri. Serta seberapa gagah kaki melangkah dengan berani. Berani membuka mata, Lalu kembali berani untuk jatuh cinta. Aku justru banyak belajar dari kepatah-hatian itu sendiri. Hatiku patah tepat ketika aku belum cukup dewasa untuk menerima takdir suburuk itu. Jatuh cinta yang terlalu dini, hingga harus menanggung akibatnya sendiri. yaitu patah sebelum aku mampu mandiri menelan kepahitan. . Aku tidak menyesal pernah menjatuhkan pilihan pada seseorang yang menjadikan aku salah satunya, bukan satu-satunya. . Bahkan moment patah hati waktu itu adalah salah satu yang paling aku syukuri. Paling tidak, berkat kepatahan itu tulisan ini tercipta, tersusun begitu indah dalam rangkaian bait-bait kata. Beberapa orang akan memahami bahwa sekarang-saat menuliskan surat ini, aku sedang menangis, bersembunyi dibalik setiap aksara yang aku tulis. Aku juga tidak pernah menyesali apapun yang terjadi di dunia ini. Bahkan jika Tuhan memberi kesempatan untuk aku kembali ke masa lalu dan mengizinkan aku untuk jatuh cinta lagi; aku akan tetap memilih untuk menjatuhkan hati pada sosok dia-Seseorang yang ternyata amat pandai dalam hal mematahkan. Kevind. yang saat ini telah sukses. Persis sama dengan suksesnya dia ketika menyakitiku; dulu. “Kamu baik-baik ya, Vin?” #untaiankata #secarikpuisi #goresanpena #puisi #prosa #tumblr #tumblrcinta #penikmatluka #kevind #gadisturatea













