Salahku,, Memilih untuk Berharap
Kesalahan selalu saja menghampiri. Salah satu yang hampir sering menipuku adalah Harapan yang Keliru. Itulah kesalahan yang tak kunjung mampu ku kendalikan. Bukan hanya sekali namun aku masih saja lihai dalam mengulangi lagi. Aku tak kunjung memetik pembelajaran, aku selalu saja kembali terlena.
Harapan yang selalu berakhir mencabikku. Harapan yang selalu salah kutempatkan, bukan pada tempat dan kondisi yang benar.
Pada akhirnya setelah aku menyadari, aku kembali menyalahkan diriku sendiri. Tak seharusnya aku berakhir demikian jika sedari awal aku tak memulai. Jika sedari awal tak kupenuhi keEgoisanku bahwa aku tidak peduli apa yang akan terjadi kemudian sebab aku memilih menikmatinya.
Harapan yang keliru cukup menyajikan sensasi yang menghiburku. Meski akan berakhir mencabikku, setidaknya aku pernah berada diposisi yang mengurai senyumku. Kesalahan adalah hal yang menyenangkan, jika tidak semua orang akan selalu memilih menjadi benar tanpa kesalahan.
Ego yang merajaiku tak kunjung mampu aku kendalikan. Aku pun tak kunjung menemui titik untuk tidak mengulangi kesalahan yakni mengulang harapan yang sama.
Sudahlah,, Setiap pilihan selalu memiliki konsekuensi. Aku memilih menikmati harapan yang keliru demi merasakan sensasi sebaris senyum namun aku pun harus siap dengan konsekuensinya, merasakan perihnya kegagalan harapan itu.
Anggap saja aku penikmat luka, sebab aku selalu memilih harapan yang sama dan akan terus melukaiku. Itulah kesalahanku memilih untuk berharap.
[11:33pm]
D.J










