tulisan ini adalah karya Mas Chiro, salah satu senior paling cetar di kampus. selain ada di Facebook, tulisan ini juga masuk ke dalam buku 25.10 yang diterbitkannya secara mandiri sekitar 3-4 tahun yang lalu. ada yang pernah baca?
anyway, akhir-akhir ini saya jarang sekali menulis di Tumblr. setiap kali buka Tumblr dan ingin menulis, saya berpikir dua sampai tiga kali apa yang harus ditulis–tak seperti biasanya. sebenarnya, banyak yang terjadi dan ingin saya tuliskan. tapi entah mengapa, mode jiwa saya sedang ganti settingan, yaitu menjadi lakukan apa saja yang dampaknya lebih baik daripada yang pernah kamu lakukan, sedang kamu lakukan, atau kamu pikir akan lakukan.. termasuk soal menulis.
ada fase dalam hidup di mana kita butuh (artinya, kita butuh) pengalih dari keresahan dan kekhawatiran. seperti merencanakan masa depan. membicarakan ide-ide daripada membicarakan isu-isu. berperang karya daripada sekadar berperang gagasan. bermimpi sampai entah langit mana lagi. fase ini sedang saya alami.
tiba-tiba saya ingat tulisan Mas Chiro. mungkin, inilah juga penyebab bangsa kita sulit maju. kita masih galau soal perasaan, sementara bangsa lain galau soal pendidikan. kita masih galau soal masa lalu, sementara bangsa lain galau soal masa depan.
kita butuh (artinya, kita butuh) pengalih dari semua kegalauan yang kurang ada manfaatnya. stop bersedih hati. stop bersusah hati. stop mikirin jodoh kapan ketemunya. stop mikirin besok takut nggak keterima kerja. stop mikirin takut nggak lulus kuliah. instead, perhaps, start a diet. start a writing-project. start investing. start learning new things. start making dreams come true. start travelling. start collaborating. start meeting new people. start anything and keep doing it until it becomes a habit!
galau itu lebih melelahkan daripada membuat perbaikan perubahan dan pertumbuhan. tapi membuat perbaikan perubahan dan pertumbuhan memberikan dampak yang 180 derajat berbeda dengan galau. jadi, pilih yang mana?