25 kisah Nabi itu bukan dongeng
Alhamdulillah saat ini aku tergabung dengan grup tahsin. Dimana disana, ada sesi tadabbur ayat yang relate dengan apa yang lagi kita rasain.
Minggu kemarin kami membahas tentang fenomena normalisasi keburukan di masa ini. Begitu banyak keburukan yang bahkan pelakunya ngga lagi malu melakukannya dan diketahui khalayak.
Sampai akhirnya ada pembahasan tentang QS At-Tahrim ayat 6 :
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
Ayat ini pernah menggantung dan menghiasi ruang tamu keluargaku dulu.
Dan selalu menjadi pertanyaanku,
bagaimana tanggungjawab seseorang atas keluarganya? Agar terhindar dari api neraka?
Kenapa ada oramg yang masih saja melakukan hal yang jelas-jelas Allah tentang dan itu menjadi sebab marahnya Allah dan berpengsruh terhadap keluarganya?
Pertanyaan itu ku sampaikan di forum. Dan Alhamdulillah aku mendapatkan jawabannya,
Ustadzahku bilang, bahwa di QS At-Tahrim ayat 6 ini, yang pertama kali Allah sebutkan adalah "peliharalah dirimu" sehingga Allah mewajibkan setiap individu untuk memikirkan dirinya terlebih dahulu, lalu peliharalah keluargamu. Tapi pada kenyataannya taufik dan hidayah itu bukan milik kita, kedua hal itu adalah kehendakNya. Disamping itu, itu adalah upaya dari setiap hamba yang berusaha untuk menghindarkan dirinya dari api neraka.
Dan ustadzahku mengambil pelajaran dari kisah nabi yang sudah sering kita dengar, yaitu nabi nuh, nabi luth dan juga Asiyah R.A.
Kisah-kisah mereka bukan dongeng semata. Seorang Nabi Nuh maupun Nabi Luth, tidak mungkin orang yang tidak bertaqwa, apakah mereka tidak menjalankan perintah Allah? Pasti mereka menjalankan perintahNya tapi Allah uji mereka dengan keluarganya sendiri. Hal itu menjadi pelajaran untuk kita di masa kini. Bahwa hakekatnya, yang mampu dan bisa kita pelihara yang utama adalah diri kita sendiri. Selebihnya saling nasehat menasehati dalam kebaikan.
Begitu juga kisah Asiyah, istri dari Fir'aun.
Saat ini tentu banyak ibu-ibu yang diuji dengan sosok suaminya, yang mungkin hari ini belum bisa menjadi Qawwam bagi keluarganya, belum bisa jadi pelindung keluarganya. Lantas, apa menjadikan seorang aisyah tidak berbakti dan tidak bisa meraih surganya Allah? Tentu tidak.
Asiyah mendapatkan hadiahnya sendiri lewat keimanannya kepada Allah. Bahkan ketika ia di uji dengan suami yang mengaku² Tuhan, Asiyah tetap berbakti kepada Allah. Namun urusan keyakinan, keimanan, ketaqwaan, pada akhirnya kita berjalan dijalan kita sendiri.
Masya Allah.
Sirah Nabawiyyah selalu jadi bara api di hati untuk senantiasa lebih baik lagi.


















