art blog(derogatory)
No title available
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

roma★

No title available
Today's Document

shark vs the universe
dirt enthusiast
styofa doing anything
Claire Keane
Sade Olutola

JVL

Andulka

@theartofmadeline
we're not kids anymore.

⁂
Stranger Things
i don't do bad sauce passes

★
wallacepolsom
seen from Canada

seen from Brazil
seen from Germany

seen from Canada
seen from United States

seen from China

seen from Saudi Arabia

seen from Canada

seen from Canada
seen from United States

seen from United States
seen from Japan
seen from Germany
seen from Germany
seen from Türkiye

seen from Malaysia

seen from Netherlands

seen from United States
seen from Spain
seen from United States
@tuwuhrena
Manusia ✨️
Ada rasanya takut. Takut ini takut itu.
Tapi buat aku yang terlalu sering kehilangan, rasnaya ketakutan itu tidak lagi besar. Ia menjelma menjadi sebuah suatu perasaan biasa.
Akhirnya toh nanti semua akan pergi. Walaupun begitu, Allah akan menggantikannya dgn yang serupa semestinya. Allah ngga pernah ninggalin kita sendirian.
Kehilangan cuma pengulangan aja.
Nangis hari ini, besok biasa lagi. Begitu seterusnya.
Manusia sekali aku.
Bila Takdir Menyayangimu Lewat Cara yang Tak Kamu Pahami
Tak semua kehilangan itu benar-benar kehilangan. Dan tak semua yang ditunda adalah penolakan. Kadang, yang tenggelam bukan untuk dihancurkan — tapi untuk diselamatkan dari arah yang salah. Allah menenggelamkan kapal bukan karena ingin melihatmu terombang-ambing.
Tapi karena Dia tahu: Kapal itu, jika berlayar terlalu jauh, akan membawamu ke pelabuhan yang justru mencelakakanmu. Maka Dia tenggelamkan — bukan untuk menyakitimu, tapi agar kau kembali memeluk daratan-Nya.
Kadang, cara Allah melindungimu adalah dengan mematahkan keinginanmu. Kadang, cara-Nya menyelamatkanmu adalah dengan memisahkanmu dari sesuatu yang terus kamu perjuangkan.
Bahkan ketika kamu merasa, "Aku sudah cukup berdoa, sudah cukup baik, kenapa tetap tidak diberikan?" Maka jawabannya adalah: Karena Allah mencintaimu — dengan cinta yang tahu persis kapan waktu terbaik untuk memberi. Dan kadang… cinta itu datang dalam bentuk penolakan.
Semua yang Allah tetapkan — meski menyakitkan — tetaplah yang terbaik. Karena pilihan Allah untukmu, selalu lebih tahu, selalu lebih tepat, selalu lebih menyelamatkan, dibandingkan semua pilihanmu sendiri.
Selamat bercerita dengan doa, gapapa, semua akan baik-baik saja
@jndmmsyhd
Pakaian
Aku tidak menyangka akan sampai di fase ini. Mencintai baju panjang, kaos kaki setiap pergi dan memperhatikan apa yang ku unggah.
Alhamdulillah. Terasa manis semua perubahan itu.
Pakaian lama kini tak lagi seleraku. Dulu itu mungkin gayaku. Tapi lambat laun, aku sadar bahwa diperjalananku, pakaian itu tak lagi memenuhi kriteriaNya.
Apakah kalau sudah begini, aku tidak pandai bersyukur? Apa kalau begini aku terlalu banyak ekspektasi? Apa kalau begini aku di sebut "pembangkang" (?).
Lucu ya, selera yang dulu aku puja-puja, ternyata sekarang bisa mereda. Saat sandinganya perintah tentangNya, rasanya tidak ada lagi keraguan padaNya.
Maaf baju, kamu bukan lagi seleraku. Setelah ini aku berdo'a, Mudah-mudahan Allah memampukanku membeli yang diridhaiNya atau menambalmu dengan yang semestinya.
Tapi ini bukan tentang pakaian.
Hidup terlalu singkat untuk aku lewatkan tanpa memahami CintaNYA
Bertahun-tahun menanyakan, "adakah penerimaan yang utuh tanpa tapi?"
"Adakah cinta yang tulus, meski ada salah?"
"Adakah tetap memberi meski membiru?"
Dan terjawab di 2tahun ini.
Dan ternyata ada.
Dan aku ngerasain 😭
Disayang Allah yang Ar-Rahman Ar-Rahim
Diterima utuh sama Allah atas semua hal yang lalu
Tetap dijaga, tetap dibimbing, tetap diarahin, tetap dijamin kehidupanku, ya cuma sama Allah.
Berkali-kali kecewa sama manusia yang bahkan mungkin semestinya bisa lebih baik ke kita, atau kenal kita gimana, tapi ya kita cuma manusia biasa. Kita punya ruang-ruang lemah itu, ruang-ruang kekurangan itu.
Dan Allah memang ngga pengen aku bergantung sama selain Allah. Makanya aku dibikin sesakit itu, sekecewa itu, sebabak-belur itu. Bukan cuma 1x tapi berkali-kali. Sampai trust issue, sampai insecure. Mungkin Allah memang secemburu itu, dan bikin aku nangis senangis-nangisnya. Biar minta tolong lagi ke Allah, biar ngerengek lagi ke Allah, biar Allah bisa memelukku lagi dan bilang "sesungguhnya aku dekat".
Allahumma Baariik.
Hasbunallah wanikmal wakil ✨️🤲
Tuma'ninah 🤍
Aku terpapar kata-kata ini sejak 2012an oleh seorang teman. Dan Bidznillah, sejak tahun kemarin lagi² aku terpapar kata-kata ini.
Sependek pemahamanku, tima'ninah ini lebih ke shalat. Harus khusyu', tenang, mindful. Tapi ternyata setelah ku korek, maknanya lebih dalam dari pada itu.
Allah izinkan aku membagi pembahasan ini disebuah circle pertemanan positif, namanya lingkarmama. Sedikit tidak well sih pas jelasin. Karena bahas tuma'ninah aku menjelaskannya masih sangat terburu-buru. Tp gpp, semoga ilmunya bermanfaat untuk tmn². Aamiin.
Hari² menjalani perani sebagai apapun, ada aja ujiannya. Tp setelah bahas tuma'ninah ini jd bnran mindful. Kemarin sempat bahas bahwa musuh kita tu 1, setan. Jadi, jadikanlah mereka musuh yg nyata sebagaimana QS Fatir : 6. Yang berbunyi, "إِنَّ ٱلشَّيۡطَٰنَ لَكُمۡ عَدُوّٞ فَٱتَّخِذُوهُ عَدُوًّاۚ إِنَّمَا يَدۡعُواْ حِزۡبَهُۥ لِيَكُونُواْ مِنۡ أَصۡحَٰبِ ٱلسَّعِيرِ". Yang Artinya, "Sesungguhnya setan itu musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh, karena sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala".
Jadi semua niat baik kita atau apa-apa yang kita ingin lakukan tapi kita ragu, terutama hal baik, bisa jadi karena perasaan itu ditunggangi setan. Karena emang setan beneran ngga mau kita tu terkoneksi sama Allah, hidup kita tu tenang dan yakin sama Allah. Karena memang tugas mereka kayak gitu.
Subhanallah. Jadi banyak belajar setelah ngulik 1 pembahasan ini. Semoga benar-benar Allah bantu untuk sampai dititik tenang. Jalanin semua peran karena pengen Allah ridho sama diri ini. Dan menjalani hidup betul-betul Tuma'ninah. Ngga khawatir apa-apa karena percaya ada Allah yang bantuin. Karena Allah aja udah cukup 🥹
Terbiasa
Ketika hidup terbiasa dalam situasi berkonflik. Sulit sekali belajar untuk tenang.
Akhirnya tenang menjadi cita-cita.
Tapi apa iya kalau sudah tenang tidak ada konflik?
Masih. Masih ada.
Tapi kadang sulit merespon semua baik. Bukan karena tidak mau, tapi karena sudah mencoba tapi tetap saja belum juga menemukan titik terang.
Seorang yang lain menanggap satu hal itu biasa, sedangkan yang lain ternyata terganggu. Belajar untuk menjadi asertif, tapi ternyata tidak berpengaruh juga.
Belajar reaktif lagi, ternyata dianggap "biasa".
Jadi akhirnya serbasalah juga.
Diam itu tidak selalu emas.
Tapi bisa jadi itu cara terbaik saat itu.
Lagi-lagi, tapi. Tapi bukan berarti itu terus yang harus diambil sebagai jalan keluar.
Selesaikan atau menjadi selesai itu pilihan juga ternyata.
Karena dualisme kebutuhan hidup manusia, sulit untuk hidup individual ketika harus bersosial. Begitu juga sebaliknya.
Seolah-olah kita sudah melakukan yang terbaik, tapi untuk siap baik itu?
Pada akhirnya kita akan terbiasa dengan konflik-konflik iti, dengan diam-diam itu, dengan seolah-olah itu.
Untuk adik berbaju biru
Nak
Aku bukan ibumu
Tapi Allah mempertemukanku dgn video yang banyak beredar tentang km
Dan saat melihat seharian aku hanya bisa menangisimu
Aku punya anak laki-laki juga
Terpaut 1th denganmu
Rasanya hatiku tidak pernah ridho membiarkan dy mengalami kesulitan, semestinya perempuan yang kau panggil ibu itupun sama
Aku tidak pernah tau latarbelakangmu juga ibumu
Hanya saja melihatmu begitu polos dan tertawa diperlakukan tidak senonoh membuat hati mencelos
Nak
Aku tidak mengenalmu, sama sekali
Tapi aku menangisimu
Aku iba, aku takut, aku khawatir
Ketika kejahatan itu terjadi terhadap perempuan, aku pastikan itu akan sangat cepat terungkap, banyak yang bela
Tapi km laki-laki, bahkan disaat yang semestinya km dibelapun, masih ada yang mengatakan "tapi si anak itu ketawa-ketawa"
Nak, aku hanya ibu-ibu yang mencoba memahami bahwa kamu lugu
Begitu menyayangi ibumu dan berpikir hal tidak senonoh itu adalah "bercanda" yang wajar antara kalian
Aku hanya bisa mendoakanmu nak
Semoga Allah hukum ibumu dengan caraNya dan Allah selamatkan km dengan caraNya juga
Semoga km masih bisa terselamatkan
Semoga Allah jaga km ya nak
Aku tidak mengenalmu, sungguh
Tapi aku mengkhawatirkanmu
Doa terbaik untukmu
Nikmat yang banyak 🤍
Setelah 20th akhirnya punya kesempatan untuk mengurai 1-1 apa yang ruwet di dalam diri.
Selaras dengan apa yang sudah teryakini, pertemuan dengan beliau adalah gong untuk lebih yakin pada apa yang hati sudah katakan bertahun-tahun lalu.
Bahwa kelahiran setiap orang di dunia ini, baik di harapkan atau tidak, baik di tunggu ataupun tidak, tidak mempengaruhi niat Allah atau bahkan diri kita sendiri di alam ruh untuk tetap memilih hadir. Tentu Allah menghadirkan kita dengan tujuan tertentu. Maka yakinilah seyakin-yakinnya bahwa Allah tidak pernah menciptkan sesuatupun dalam kondisi yang sia-sia.
Kita hanya terus berusaha untuk mencari alasan demi alasan untuk bertahan hidup. Kebaikan demi kebaikan untuk estafet sampai pada waktu yang telah ditentukan. Untuk kembali kepadaNya.
Semoga bekal itu cukup dan hadirnya kita tidaklah menjadi sebuah kerugian yang besar terutama bagi diri kita sendiri.
Orang lain, bahkan keluarga atau yang kita sebut orang tua hanyalah bahian dari lingkungan yang Allah ciptakan. Sejatinya kita tidak pernah dimiliki dan memiliki kecuali oleh Allah SWT.
Selalu berkaca pada kisah Rasulullah SAW, dimana perjalanannya tidak pernah mudah. Seandainya ia tak beriman, rasa kesepian itu pasti akan lebih besar dari keyakinannya. Lahir tanpa ayah, ibu lalu kehilangan 1-1 orang yang ia cintai, bahkan ia harus merelakan 5 dari 6 anaknya berpulang, lalu kehilangan khadijah R.A yang menjadi pelipur laranya, pasti tidaklah mudah. Tapi saat Rasulullah kembali kepada kesadaran amanah hidup yang ia tanggung, ia pun kembali bangkit dan terus menjalani hidup.
Allah menghiburnya dengan Surah Al-Kautsar, dimana Allah menyadarkan bahwa Allah sudah memberinya nikmat yang banyak. Kesedihan itu tidaklah sebanding dengan nikmat yang Allah berikan.
Jadi, Tyas, yakinlah seyakin-yakinnya bahwa semua baik-baik saja 🤍
Meskipun setanpun terus nggondeli aku, tapi aku tetap kesitu
Tori duduk di depanku
Menemaniku yang sedang bodoh-bodohnya
Tidak pernah ada jaminan atau janji dari Nya tentang dunia ini
Bahwa dunia ini akan senantiasa membawamu kpd Bahagia
Tp aku masih saja percaya
Malam ini aku lagi-lagi diingatkan, untuk mencintai Ar-Rahman dan Ar-Rahim saja
Jangan kepada makhluk
Sekalipun dy teramat dekat
Sekalipun dy adalah pelipur laramu
Makhluk selalu bisa menyakitiku, tapi Allah ngga
Makhluk selalu bisa mengabaikanmu, tapi Allah ngga
Makhluk selalu mungkin mencari kesenangannya sendiri, tapi Allah ngga
Kembalilah pada apa-apa yang kekal
Bukan yang sementara
Mengingat kembali apa-apa yang semestinya
Tidak pernah luput diri ini dari yang namanya salah, khilaf, kasar, dll
Memaklumi bisa berakhir membiarkan
Tp bukankah semestinya, sebagai orang yang berkasih sayang, kita saling nasihat menasihati dalam kebaikan?
Adakalanya nasihat menjadi sesuatu yang salah
Tp bukankah jg kita tau, bahwa lihat apa yang dibicarakan bukan siapa yang membicarakan
Kadang tidak lagi perlu, siapa atau siapa yang salah
Tp kelonggaran hati untuk memahami.
Tapi kalau sayang, saling mengasihi, tentu akan paham pada point-point apa yang dibicarakan dan diupayakan.
Mengingat lagi apa yang semestinya dilakukan
Meremehkan hal kecil lama-lama juga membesar
Semestinya dibalik, mengurai yang kecil untuk tidak menjadi besar 😊
Semoga lebih bijak lagi diperjalanan.
Karena perjalanan ini, perjalanan kita bersama.
Sebuah pengingat diri
Orang terus menerus salah fokus pada titik-titik pembicaraan
Bukan pada apa yg di bahas tp personal
Sebuah reminder untuk diri sendiri untuk lebih banyak diam saat melihat kemungkaran
Dr pd di tuduh dengan tuduhan²
"kamu jg gt ke orang lain"
Atau "km ngga lebih baik dari orang lain"
Atau "urus aja dirimu sendiri"
Atau ya sejenisnya
1 hal yang terus aku ingatkan pada diriku sendiri
"Kamu tidak bisa menggaruk punggungmu sendiri"
Ah bisa jadi memang kamu banyak bicara yas
Jadi diamlah
Nikmatilah perilaku orang lain
Berhentilah merasa harus menjadi super hero
You just you, human too
Never better than each other even in the same case you clear the case better or you can abswer the exam with the perfect score
#selfreminder
25 kisah Nabi itu bukan dongeng
Alhamdulillah saat ini aku tergabung dengan grup tahsin. Dimana disana, ada sesi tadabbur ayat yang relate dengan apa yang lagi kita rasain.
Minggu kemarin kami membahas tentang fenomena normalisasi keburukan di masa ini. Begitu banyak keburukan yang bahkan pelakunya ngga lagi malu melakukannya dan diketahui khalayak.
Sampai akhirnya ada pembahasan tentang QS At-Tahrim ayat 6 :
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
Ayat ini pernah menggantung dan menghiasi ruang tamu keluargaku dulu.
Dan selalu menjadi pertanyaanku,
bagaimana tanggungjawab seseorang atas keluarganya? Agar terhindar dari api neraka?
Kenapa ada oramg yang masih saja melakukan hal yang jelas-jelas Allah tentang dan itu menjadi sebab marahnya Allah dan berpengsruh terhadap keluarganya?
Pertanyaan itu ku sampaikan di forum. Dan Alhamdulillah aku mendapatkan jawabannya,
Ustadzahku bilang, bahwa di QS At-Tahrim ayat 6 ini, yang pertama kali Allah sebutkan adalah "peliharalah dirimu" sehingga Allah mewajibkan setiap individu untuk memikirkan dirinya terlebih dahulu, lalu peliharalah keluargamu. Tapi pada kenyataannya taufik dan hidayah itu bukan milik kita, kedua hal itu adalah kehendakNya. Disamping itu, itu adalah upaya dari setiap hamba yang berusaha untuk menghindarkan dirinya dari api neraka.
Dan ustadzahku mengambil pelajaran dari kisah nabi yang sudah sering kita dengar, yaitu nabi nuh, nabi luth dan juga Asiyah R.A.
Kisah-kisah mereka bukan dongeng semata. Seorang Nabi Nuh maupun Nabi Luth, tidak mungkin orang yang tidak bertaqwa, apakah mereka tidak menjalankan perintah Allah? Pasti mereka menjalankan perintahNya tapi Allah uji mereka dengan keluarganya sendiri. Hal itu menjadi pelajaran untuk kita di masa kini. Bahwa hakekatnya, yang mampu dan bisa kita pelihara yang utama adalah diri kita sendiri. Selebihnya saling nasehat menasehati dalam kebaikan.
Begitu juga kisah Asiyah, istri dari Fir'aun.
Saat ini tentu banyak ibu-ibu yang diuji dengan sosok suaminya, yang mungkin hari ini belum bisa menjadi Qawwam bagi keluarganya, belum bisa jadi pelindung keluarganya. Lantas, apa menjadikan seorang aisyah tidak berbakti dan tidak bisa meraih surganya Allah? Tentu tidak.
Asiyah mendapatkan hadiahnya sendiri lewat keimanannya kepada Allah. Bahkan ketika ia di uji dengan suami yang mengaku² Tuhan, Asiyah tetap berbakti kepada Allah. Namun urusan keyakinan, keimanan, ketaqwaan, pada akhirnya kita berjalan dijalan kita sendiri.
Masya Allah.
Sirah Nabawiyyah selalu jadi bara api di hati untuk senantiasa lebih baik lagi.
berpikir sebelum berbagi
seringkali pikiranku liar entah kemana, menuliskannya saat ini terasa tak lagi menarik. selalu dan selalu ku hentikan dan ku hapus cerita demi cerita yang rapi tersusun.
berkali-kali aku merasa, "untuk apa?".
di dunia yang setiap hari, semakin banyak orang menceritakan hidupnya, aku menarik diri. bukan karena tidak ingin berbagi, tapi aku terus saja berpikir tentang "apa yang ingin ku bagikan ? dan apakah ini penting ?".
aku masih ingat bagaimana seseorang berkata kepadaku dan terus menerus membahas apa yang ku ceritakan. aku masih ingat bagiamana ia menjadikan apa yang aku ceritakan sebagai bahan untuk memojokkanku.
ada juga yang menjadikan ceritaku bahan candaan bahkan gunjingan.
aku merasa khawatir itu terjadi lagi.
bahkan disaat terberatku tahun lalu, dalam media sosial ini aku khawatir, bahwa ceritaku membuat orang lain tidak nyaman.
suatu hari aku bercerita tentang apa yang kurasakan saat menemani suamiku, sebagian orang berempati dan mengirimkan doa. sejujurnya adakalanya saat itu muncul pertanyaan "apa yang kamu harapkan dari cerita ini ?", namun aku mengabaikannya. hingga suatu direct message muncul dan menuliskan kata-kata tentang upayanya menjalani hari-hari berat. tanpa berpikir panjang aku menghapus semua cerita yang aku bagikan. dan seseorang yang lain berkata "km berhak untuk bercerita dilamanmu sendiri".
tapi lagi-lagi aku khawatir. khawatir ini hanya hal untuk menarik simpati orang lain atas apa yang sedang terjadi padaku.
End year, 2023.
Ternyata hubungan saling bukan hanya milik pasangan, tapi juga teman, orangtua, semua relasi.
Saat teman akhirnya tidak lagi saling, akhirnya adalah let it go.
Memasuki fase dimana, mau temanan ayo, ngga yaudah.
Udah capek sama drama kehidupan. Ngga di buat-buat aja drama pasti muncul, ujian itu pasti ada. Ngapain juga ditambah-tambahi?
Tp 1 hal yang aku syukuri tahun ini, aku jadi tau kualitas km. Iya kamu.
Buat aku yang selalu menghargai hubungan baik, ini reminder bahwa ternyata aku masih punya jatah ujian orang-orang serupa kamu. Gpp.
Akhirnya bisa menguji hati juga.
Meskipun sejujurnya aku marah sekali, tapi yaudahlah. Pada akhirnya setiap perbuatan akan kembali kepada pemiliknya.
Kita tidak perlu repot menjelaskan siapa kita. Karena yang menyukai kita akan tetap melihat kita dengan baik. Dan begitu pula sebaliknya.
Enjoy your life..
Makasi lho umpatannya 🤍
Semoga Allah melembutkan hatimu ya
Seseorang berkata
"Tidak apa menjadi berbeda"
Namun kenyataan seringkali berkata
"Apaan sih?"
:(: