TUHAN tidak pernah RUGI.TUHAN tidak pernah UNTUNG.
Kebenaran tidak pernah berpijak dimuka Bumi seutuhnya dewasa ini.Namun telah hadir lahir insan yang patut dituturi dalam mencontoh kebenaran adalah Pamungkas Insan yang telah Tuhan Esa hadirkan dahulu,dan disitulah nilai esensi kebenaran.
Kebenaran bukanlah suatu alat atau media atas hal-hal yang bersifat materia dan mandeg aplikatifnya.Kebenaran bersemayam didalam lubuk terdalam hati-nurani manusia.Kebenaran bukanlah materia yang bersifat fisik dan terbatas oleh dimensi ruang dan waktu.
Kebenaran bukanlah menjadi sesuatu hal yang tidak mengahsilkan kebahagiaan,kebersamaan,keindahan,dan kemenangan dihadapan Maha cinta abadi.
Kebenaran merupakan suatu modal dalam berupaya bagaimana mewujudkan sosial rahmatan lil alamin sosial yang apik manusia antar manusia.Kebenaran adalah suatu adonan rahasia yang tidak usah diungkapkan tergesa-gesa dalam menghidangkan suatu hidangan yang baik untuk dikonsumsi.Kebenaran cukup kita simpan rapat-rapat adanya jangan sampe kita tonjolkan kepada khalayak.
Karena kebenaran tidak dapat dinilai ataupun diukuri esnsinya oleh suatu subtansi dan kepentingan dimuka bumi.Kebenaran harus memiliki suatu out-put yang indah,tentram,nyaman,dan seterusnya.
Kebenaran adalah suatu hal yang meski digaduh-gaduhkan sehingga menyebabkan huru-hara dan sama sekali itu bukan esensi kebenaran.
Kebenaran adalah dari pemilik kebenaran dan untuk seluruh ciptaan-Nya.Bukan hanya manusia.
Makhluk hanya berhak untuk bersama-bersama menuju kebenaran dengan upaya-upaya yang menyadarkan akal dan pikiran yang merdeka.Karena kebenaran sangat berbanding lurus dengan sifat yang dimiliki nurani.
Sebagaiman faham-faham yang dianut pada masa kelam dalam PD2.Kebenaran yang dimaknai oleh manusia untuk semutlaknya hanya bersifat materi-idea.Kebenaran bukan memilih sepihak dan kotak-kotak,kebenaran adalah kebahagiaan yang melingkar bak gelembung.
Mari fahami kebenaran secara matang dan bersama-sama menuju makna.