seen from Germany
seen from France
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Australia

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Australia
seen from China

seen from United States

seen from Switzerland
seen from Australia
seen from Sweden

seen from China
seen from United States

seen from Germany

seen from United States
seen from Saudi Arabia
seen from Russia
When you let someone go—because you know in your heart they are diminishing your light, causing you to shrink, making you feel discomfort, pulling you out of alignment—you are sending a strong message to yourself that you’re not willing to settle. And this is called 'knowing your self-worth'.
— April Green⠀
#lettingSomeoneGo #selfWorth #knowngYourSelfWorth #zenwords
It was harder than I thought listing all feelings I know. And it was harder figuring out what pose that describe those feelings best.
This little project have made me realized how I know nothing about myself.
Afterall, only The Creator know more about the creation.
- People that think Contrapoints is ‘problematic’ make me cringe, for instance.
- All internet trolls/lynchmobs should watch her videos.
(Thanks to Stice for turning me on to her)
Call 2 me
Often I try to call, Sometimes I call continuously, Sometimes I call drastically, Often my this call did not get connect. And to whom I am c
Try to get connected with you.
#1 Udah Kenal?: Gara-gara Belum Kenal!
Kalau mengingat cerita ini, aku suka miris, plus ketawa-ketawa sendiri. Menertawakan diri sendiri sih lebih tepatnya.
Dulu pas zaman ospek SMA, ada sesi pengenalan ekskul-ekskul buat para siswa baru. Setiap jadwal pendataan, "Siapa yang mau ikut pramuka?" aku ngacung. "Siapa yang mau ikut jurnalis?" Ngacung. "Siapa yang mau ikut IRM?" Ngacung. Daan yang lain-lainnya sampai Nuansa (kelompok seni) dan Osis juga tiba-tiba jadi ikut.
*Ngacung = angkat tangan in France language. He.
Ya, memang sih, sesibuk-sibuknya anak sekolahan masih banyak slot waktu buat main. Tapi, kerasa, ada saatnya kewalahan sendiri. Bentrok kumpulan, bentrok rapat, bentrok acara latihan, bentrok pengukuhan, dll. Sampai pernah ada satu waktu, di mana kesemuanya bentrok dalam waktu yang bersamaan. Karena saking bingungnya, dan capek juga, akhirnya aku milih nggak hadir di semuanya! wkwkwk parah banget si Anna. *emang lagi nggak enak badan sih~
"Alesan kamu, dek!" "Maap Kak" :(
Terus ada lagi nih cerita pas lagi main ke Gramed, bareng sobatku, Hasna. *Hasnooo kamu jangan ketawa pas baca ini!😌*
Di awal tuh aku bilang, "Aku mah nganter aja yaa.." Aku memang berencana hanya mengantar dan sekedar window shopping. Tapi apadaya mata ini kalau lihat buku tuh, gemeees aja ingin dimiliki. Padahal belom tentu bakal dibaca semua. Saat itu Hasna tiba-tiba kaget lihat aku bawa-bawa buku, dan jumlahnya 3!
"Naaas??! Katanya lihat-lihat doang!"
"Ehehehe.."
Dalam hati, yaudah sih 1 buku kayaknya nggakpapa beli aja. Lagian ini kan buku, jajanan bermanfaat. Aku bawa 3 buku buat minta Hasna pilihin dan menentukan yang jadi dibeli yang mana. Dulu bukunya tentang muslimah hijrah-hijrah gitu, tentang bisnis, sama tentang tips-tips menggambar buat pemula gitu. Hahahaha ngakak banget ini nggak tahu kenapa aku milih ketiga buku itu yang korelasinya agak-agak nggak nyambung...
Alih-alih minta dipilihkan salah satu, akhirnya aku datang ke kasir buat bayar tiga-tiganya!!! Astagfirullah... Hasna aja sampe geleng-geleng kepala dan sampai saat ini selalu ketawa-ketawa kalo inget tentang keanehan si Anna saat itu. *kok Hasna tahan banget ya punya sohib kayak w? :')
Lalu pernah juga kebingungan kayak gini dirasakan saat pemilihan jurusan kuliah. Aku menuliskan berbagai jurusan yang aku minati. *which is FKH pilihan yang paling aku harapkan. Tapi saat itu orangtuaku nggak mengizinkan aku buat milih jurusan itu (ini ada pembahasannya lagi kapan-kapan ya wkwk) jadilah saat itu, aku bingung tingkat maksimal buat milih jurusan kuliah ini. Terus aku bikin list pilihan jurusan yang diminati saat itu: FKH (yang mana udah dicoret tapi keukeuh aku tulis), agribisnis (I don't know why), Fikom (karena suka dunia perjurnalisan sejak SMP), arsitektur (cuma modal bisa gambar Miiko doang gitu, Naaa?!), akuntansi (dulu aku mikir biar bisa cepet kerja).
Wkwkwk kebayang nggak sih, yang dibingungin itu jurusannya terlalu beragam dan nggak punya "Why" yang kuat di setiap pilihannya. Sampai akhirnya tiba-tiba mendapat ilham untuk memilih jurusan di luar semua pilihanku, yakni di FKG....... Nahloh....
Kejadian kayak gini berlangsung saat tahun-tahun pertama kuliah. Tergoda oleh stigma "mumpung mahasiswa" "harus jadi aktivis" "selagi muda" dll akhirnya semua kepanitiaan diikutin, semua divisi dicobain, segala event dan seminar-seminar pun dihadirin. Sampai akhirnya suka kewalahan sendiri. Saat segalanya berjalan tidak sebagaimana yang diharapkan, mulailah menyalahkan keadaan, "Kok capek banget sih jadi mahasiswa?" "Kok aku kesulitan dalam melalui ini ya" "Kok hidup gini amat ya". Huft...
Akhirnyaa setelah merasakan beberapa kejanggalan dan ketidaknyamanan dalam hidup, merasa hidup tak ada arah dan nggak tahu untuk apa menjalani ini dan itu, untuk apa sibuk di tempat sini dan sana, diri ini jadi sering merenung dan berkontemplasi (ala-ala nyari jati diri gitu).
Lalu, suatu saat aku ikut beberapa seminar yang temanya lagi in banget nih sekarang-sekarang, kayak "Know Your Self", "Who am I?", "Talents Mapping".
Saat itu juga, sepulang dari sana, otak ini rasanya muterrr, mikir tarik. Merenung siang dan malam. Benang-benang kusut yang selama ini pajuliwet bisa dilerai satu persatu. Aku tersadarrrrr betapa tidak terarah dan tidak tertatanya hidup ini. Sibuk ini itu tapi malah bikin capek. Nggak jelas tujuan hidupku ini untuk apa.
Iyaaap, selama ini aku melakukan banyak hal, sibuk ini itu, tidak selektif dalam memilih, yang pada akhirnya membuatku kewalahan sendiri itu karena,
Aku tidak mengenali diri sendiri.
How poor I am.
Dan sedihnya, aku baru tersadarkan saat awal usia 20an.
Bersambung..
Remember when he made you go to bed with a heavy heart only so that you laid for hours without sleep?
Remember when made he made you wonder if you actually matter?
Remember how many times he was the reason you cried?
Remember how many times he made you feel low about yourself because he liked believing he was the better one?
Heres the truth you had been ignoring all that time. He didn't love you as much as you did. He didn't deserve you sis.
-Rayne
The Tibetan Book of Living and Dying, p52