Surat ke-47
Hello Mamas Ewok Hai, apa kamu masih merindukan kita yang saling mengirim kata-kata? Ku rasa akan ada sedikit rindu, hehe (geer sekali ya aku). Kesibukan mungkin akan kujadikan kambing hitam kali ini, begitu lama jeda aku tidak membalas suratmu. Karena kamu dan aku pun saling tahu bahwa mempersiapkan hari besar kita cukup membutuhkan banyak waktu, pikiran, tenaga serta biaya.
Kini meski akan jarang sekali ada balas surat di antara kita, semua akan tergantikan oleh perbincangan dengan tatap muka secara langsung. Bagaimana rasanya sudah 17 hari bersama dalam satu atap denganku? Pasti ada kesal, bete akan perilaku dan sifatku yang memang tidaklah sempurna ini. Tetapi, di balik semua hal itu, pasti ada kebiasaan baru yang akan selalu kau rindu. Menyantap hidangan dengan cita rasa kasih sayang sulit ditemukan di tempat lainnya loh. Terima kasih telah mau menjadi bagian terbesar dalam kehidupanku, bertanggung jawab atas diriku untuk menjalani hari bersama, ayoo kita wujudkan impian bersama dalam keluarga kecil kita. Mulai hari ini esok dan seterusnya, tetaplah untuk menjadi saling. Sampaikanlah beban yang mengganjal di hati ya, tidak dengan memendam dan menjadi bom atom di waktu lain. Sekian surat dariku, Tertanda Istrimu (pipi bakpao)











