Link and Epona but Epona is a Flat Horse (Kuda Lumping) and Link is the dancer.
reposted
seen from Netherlands
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from China
seen from Malaysia
seen from China

seen from Singapore
seen from China
seen from United States
seen from Singapore
seen from Germany
seen from United States

seen from United States

seen from Singapore
seen from Belgium

seen from Singapore

seen from Netherlands
seen from Belgium

seen from United Kingdom
Link and Epona but Epona is a Flat Horse (Kuda Lumping) and Link is the dancer.
reposted
Di rumah Mbah ada beginian. Padahal tahun lalu nggak ada. Kurang horor apa coba..
Javanese trance dance
Brief Description
Javanese trance dance performances have different names in different locations, among which the most common are jathilan (specific to Yogyakarta region), kuda kepang and kuda lumping in Central Java and Jaranan in East Java. Both: ‘jaran’ in Javanese and ‘kuda’ in Indonesian mean horse, for flat hobby horses (generally made of woven bamboo) are an essential part of the performance.
Kuda Lumping is performed in traditional village ceremonies of transition for births, circumcision, marriage, house dedication and death. In the performance dancers act out riding flat effigies of horses and fight each other, with some going into trance, possessed by the spirit of the horses. The pawang or dukun (healer/medium) is believed to be summoning spirits that enter the bodies of the dancers. He is the most important person in the troupe and the one who makes performances happen in both: mystical and material way – for pawang usually are also troupe’s producers and even the owners of the props.
The performance consists of several parts: in the beginning it is merely a dance where the horse effigies are involved, but then the phase that is meant to induce trance – by music and chanting – follows and after those who didn’t become possessed leave, the dancers who stay act according to the desires of the spirits possessing them: eat, drink, dance to the music, but also perform various feats like walking over hot coals, tearing big green coconuts apart with bare hands and teeth or eating glass. In the end the pawang and his helpers make sure that spirits leave peacefully. The photos document a kuda lumping performance in a village on the slopes of Merapi volcano in the Yogyakarta region and were taken in 2014.
Photographer
Eva Rapoport was born in the Soviet Union and has lived and worked in Russia. She has studied and then taught philosophy and cultural studies. In 2013 she moved to Southeast Asia and lived in Indonesia for almost 3 years before moving to Thailand where she currently lives. She is doing a master in religion studies and she has a keen interest in spirit possession rituals.
7 Fakta Menarik tentang Kabupaten Banyumas
Kabupaten Banyumas di Jawa Tengah menawarkan daya tarik tersendiri dari segi sejarah, budaya, hingga keindahan alamnya. Berikut adalah tujuh fakta menarik yang perlu diketahui tentang Banyumas:
Lokasi Strategis di Jawa Tengah Banyumas berada di bagian barat daya Jawa Tengah. Posisi geografisnya yang strategis menjadikannya sebagai penghubung utama antara berbagai kota besar di provinsi ini. Purwokerto, yang berperan sebagai pusat ekonomi dan pendidikan, juga berada di wilayah ini.
Purwokerto, Kota Pendidikan Sebagai ibu kota Banyumas, Purwokerto dikenal sebagai pusat pendidikan. Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), salah satu universitas ternama di Indonesia, berdiri di kota ini. Kehadiran UNSOED menjadikan Purwokerto daya tarik bagi pelajar dari berbagai penjuru tanah air.
Keunikan Budaya Banyumasan Banyumas memiliki budaya khas yang dikenal sebagai budaya Banyumasan. Ciri khas utamanya adalah penggunaan bahasa Ngapak yang memiliki intonasi unik. Seni tradisional seperti Ebeg (Kuda Lumping) dan Lengger Lanang turut memperkaya kekayaan budaya daerah ini.
Kuliner Khas yang Menggoda Banyumas memiliki beragam kuliner tradisional yang terkenal lezat. Salah satunya adalah mendoan, tempe goreng setengah matang dengan cita rasa khas. Ada pula gethuk goreng dari Sokaraja yang menjadi favorit untuk dijadikan oleh-oleh karena rasa manis dan gurihnya.
Pesona Alam yang Mengagumkan Destinasi alam di Banyumas menawarkan pemandangan yang memukau, di antaranya:
Baturaden: Wisata pegunungan dengan fasilitas pemandian air panas dan air terjun.
Curug Cipendok: Air terjun setinggi 92 meter yang dikelilingi panorama hijau.
Telaga Sunyi: Danau alami yang tenang dan jernih, cocok untuk bersantai.
Warisan Sejarah dan Budaya Sejarah panjang Banyumas tercermin dalam berbagai situs cagar budaya, seperti Museum Wayang Banyumas yang menyimpan koleksi wayang dan artefak bersejarah. Pendopo Si Panji, sebagai pusat pemerintahan, menjadi salah satu ikon daerah ini.
Perkembangan Ekonomi dan Infrastruktur Pertumbuhan ekonomi Banyumas semakin pesat dengan dukungan pembangunan infrastruktur, seperti proyek jalan tol dan jalur kereta api yang menghubungkan wilayah ini dengan kota-kota besar di Jawa Tengah. Hal ini mempercepat kemajuan ekonomi dan mempermudah aksesibilitas.
Kabupaten Banyumas adalah wilayah yang menawarkan perpaduan unik antara budaya, pendidikan, kuliner, dan keindahan alam. Dengan perkembangan infrastruktur yang terus meningkat, Banyumas layak menjadi tujuan wisata, tempat belajar, maupun investasi yang menjanjikan.
Ingin Tahu Lebih Banyak Tentang Kabupaten Banyumas? Klik di sini: 7 Fakta Menarik Kabupaten Banyumas
Klik di sini untuk mengunjungi dealer Yamaha terbaik di Purwokerto: yamaha purwokerto
Acara GREBEG SURO Reog dan Kuda Lumping se-Sumatera Utara
Acara GREBEG SURO Reog dan Kuda Lumping se-Sumatera Utara
MEDAN | TRANSPUBLIK.co.id – Perayaan Acara GREBEG SURO Reog dan Kuda Lumping Se-Sumatera Utara dalam rangka penyambutan Tahun Baru Islam 2022 1 Muharram 1444 H, dibuka di Jalan AH. Nasution, Lapangan Bola Sejati Kec. Medan Johor, Kota Medan, Prov. Sumatera Utara, Minggu (31/7/2022). Acara GREBEG SURO Reog dan Kuda Lumping se-Sumatera Utara mendapatkan antusias masyarakat yang sangat luar…
View On WordPress
seni pertunjukan kuda lumping dipelataran museum fatahilah
seni pertunjukan kuda lumping dipelataran museum fatahilah
KISAH ABADI DALANG DAN WAYANG
KISAH ABADI DALANG DAN WAYANG
KISAH ABADI DALANG DAN WAYANG: Mendendangkan Lagu SWAMI di Masa Baru Kasian memang, di tengah memanasnya politik menjelang mengerucutnya calon-calon Presiden yang akan dipilih oleh ratusan juta masyarakat dalam Pilpres 2019 mendatang kita masih jadi mainan para dalang yang rajin menyorongkan para wayang. Model dalang dan wayang bertebaran di media sosial sekarang sepertinya hanyalah pengulangan…
View On WordPress