Dalam hitungan hampir sebulan, saya telah (berhasil) melakukan detox social media dalam misi penyelamatan diri. Hasilnya di luar dugaan. Ternyata belum 100% menghilangkan keresahan dalam diri. Yang ada malah makin terlihat jelas masalah-masalah di depan mata. Makin pusing menghadapi problematika 'nyata' yang ada. Makin banyak yang harus dibenahi. Bukan lagi melulu soal hingar bingar social media yang semua pemain dan atributnya seperti mannequin pajangan etalase toko. Buat saya, mau yang berperan atau yang menonton rasanya capek sekali. Contohnya Syahrini dan Reino Barack yang (katanya) sudah menikah dan 'dibayar tunai' saja masih harus 'nyicil' soal publikasi foto-foto sah-nya. Mereka itu capek lo dikejar-kejar publik. Jangan salahkan kalau tiba-tiba hilang dari peredaran henpon jadul. Saya yakin mereka juga ikutan detox. Kalo sudah begini kan yang pusing wartawan. Hal ini terlihat dari konten akun gosip tiga hari berturut-turut yang isinya hanya menampilkan suasana parkiran Masjid Tokyo Camii yang disebut menjadi tempat akad nikah keduanya. Dari sini biasanya sudah banyak bersliweran judul-judul video clickbait di utub buah karya netijen budiman Indonesia yang jika ditonton langsung bunyi alarm "Sampah!" Namun sedetik kemudian penontonnya langsung menyesal karena mengapa masih saja terpancing membuka konten sampah (secara berulang). Ini namanya pembodohan.
Lebih bodoh lagi kalau membuka clickbait kultus diri tapi isinya malah kultusan doi. Wah! Kalau sampe terpancing hampir bisa dikategorikan sebagai makhluk golongan bumi datar 👏🏼.









