That's right, dia adalah Ahmad Yani. Total biji tasbihnya yang dijadikan satu adalah kurang lebih 1200 (seribu dua ratus) buah. Yani yang sekarang sudah berumur 51 tahun, paling suka membaca Shalawat Nabi Syahadah kisaran 1000/hari, Al-Iklas kisaran 30.000 ke atas/hari, Ya Azhim 7000 siang & 7000 malam /hari, Shalawat Nariyah kisaran 1000/hari.
Ada cerita menarik dari pengalaman spritual Yani, dia mempunyai prinsip jika berdoa jangan memikul untuk diri sendiri. Dia selalu sebelum bertasbih selalu di niatkan dengan 'Illa Ruhi Muslimin & Muslimat', doanya selalu dikirimkan kepada umat muslim sedunia, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Hingga pada suatu hari, dia lagi bertasbih hingga tertidur, dia bermimpi. Dalam mimpi itu, dia dikawal oleh penjaga sekitar 4-5 orang bersenjata lengkap. Pak Yani tersebut ternyata membagi-bagikan seperti tiket, kepada banyak orang, banyak sekali orang, & dia dikerumuni oleh orang-orang yang ingin mendapatkan tiket, yang dibagikan oleh Pak Yani. Saya begitu diceritakan mimpi tersebut langsung speechless, tidak bisa berkata-kata lagi.
Di jaman yang moderen seperti sekarang ini banyak juga orang-orang yang mengaku 'orang suci'. Asal memakai sorban & jubah, dikawal dengan banyak orang, ingin juga disebut orang suci. Kita kebanyakan hanya menilai dari cover saja.
Dan untuk menjadi orang suci dibutuhkan pengorbanan, konsistensi, & pengabdian. Orang Suci juga tidak menikah, &/ sangat takut berbuat dosa didalam kehidupannya. Sama halnya dengan Pak Yani ini, dia juga belum menikah dan belum menemukan pasangan yang tepat untuknya.
Pak Yani ini sekarang berdomilisi di Lamaru, Balikpapan. Jika anda ke Lamaru dan belum menemui beliau, maka sebenarnya anda belum ke Lamaru.