Tatapan untuk Sore
Menurutmu kurang menakjubkan apalagi tentang langit sepanjang sore itu.
Di barisan awan yang tak ragu untuk bertingkah sendu.
Di coretan warna jingga yang memudar mulai tenggelam.
Aku bersamamu, bersama tatapan yang membuatku jatuh cinta pada senja.
Masih ku ingat, meski tak lagi sering kulihat tatapan itu.
Sorot kagum dan penuh harap.
Mencerminkan ulang lukisan milik sang pencipta raga.
Semu, namun lebih ku rasa.
Hai, cantik
Nuraniku mulai liar, banyak sanjungan yang berbondong-bondong ingin menyapamu.
Berjabat dengan tatap matamu.
Dan, lagi.
Dia tak lagi menatap lukisan cakrawala.
Lentiknya berotasi, kali ini aku.
Aku yang malu karena harus bersaing dengan sore, untuk mendapatkan tatapmu.
Bisakah bertahan sedikit lebih lama.
Aku candu, dan tak ingin berhenti hanya sampai disini.
Temani aku, sampai malam kembali ke kandang.
Sampai sang fajar mulai melambai di ufuk dirgantara, tatap aku.
Tatap aku, sedikit lebih lama.
- Eceng 2019 -












