Pulau Elok Itu Bernama Langok
Siang tadi, saya iseng-iseng coba menengok desa tempat saya KKN, Desa Mubur. Bukan dengan datang langsung ke sana, melainkan saya mencari tahu kabar terbaru via dunia maya. Alhasil, saya temukan situs desamubur.com. Nah, dengan rasa tidak sabaran saya langsung mengklik link yang tersedia. Namun, sayang beribu sayang website desa tercinta ini sudah tidak bisa dikunjungi dengan kata lain sudah kadaluarsa.
Website desamubur.com adalah salah satu hasil jerih payah tim kami selama kuliah kerja nyata. Sedikit berkisah, setahun lalu saya tergabung di dalam tim KKN_PPM UGM unit KPR-04 yang mengusung tema pengembangan wisata bahari. Salah satu programnya adalah pembuatan website desa sebagai sarana penunjang sektor pariwisata khususnya desa Mubur dan Kabupaten Anambas pada umumnya. Website tersebut dibuat dengan tujuan utama memberi informasi kepada khalayak mengenai destinasi wisata yang ada di desa Mubur dan sekitarnya.
Memang saya akui waktu itu, kondisi sosial di sana tidak memungkinkan untuk mengembangkan website desa. Sedikit gambaran, pengelolaan website diserahkan ke perangkat desa yang mana hanya ada dua orang saja yang mampu mengoperasionalkan perangkat komputer. Mereka adalah Kepala Desa Pak Aryadi dan sekertarisnya Pak Asdi. Pengelolaan website desa yang baru dibuat waktu itu dipasrahkan kepada Pak Asdi. Sebenarnya Pak Asdi tidak terlalu banyak software yang dia kuasai. Hanya saja dia yang sering mengurusi urusan tulis menulis atau surat menyurat di kantor desa. Pada saat teman-teman memberi pelatihan kepadanya, dia tampak tidak fokus dan sekedar meng-iya-kan apa yang diajarkan teman saya tanpa benar-benar memahami. Bisa ditebak, website desa ini tidak berumur panjang.
Sebetulnya ada beberapa destinasi wisata di desa Mubur yang membuat anda ngiler akan keelokannya. Beraneka destinasi wisata tersebut sudah diulas oleh teman-teman dan sempat dimuat di situs desamubur.com. Nah berhubung websitenya sudah almarhum maka tumblr ini saya pergunakan untuk memuat informasi tentang tempat-tempat elok di Anambas—khususnya tempat-tempat yang pernah saya kunjungi selama di sana.
Pada kesempatan kali ini, saya akan mengulas tentang Pulau Langok. Pulau yang masuk ke dalam wilayah administrasi desa Mubur ini aksesnya terbilang mudah. Jika anda bermula dari kota Tarempa, anda bisa menyewa pompong (moda transportasi khas Kepulauan Riau) dengan kisaran harga 450 ribu rupiah sampai 600 ratus ribu rupiah tergantung ukuran. Kapasitas pompong kecil bisa muat 7-8 orang. Atau anda bisa menyewa speed boat yang harganya bisa 800 ribu atau dua kali lipat lebih mahal dari pompong. Kapasitas penumpang speed boat hampir sama dengan pompong kecil sekitar 7 orang. Kelebihan menggunakan speed boat adalah masalah kecepatan. Jika menggunakan pompong waktu tempuhnya bisa sampai satu seperempat jam kalau speed boat kira-kira hanya 25 menit dari kota Tarempa. Namun jika anda ingin menikmati pemandangan pulau-pulau saat perjalanan dan bonus suaranya yang khas, anda saya sarankan untuk memilih pompong.
Selain melalui kota Tarempa, perjalanan menuju ke pulau Langok juga bisa di akses memalui bandara Matak. Setelah tiba di bandara Matak anda bisa naik ojek menuju ke dermaga Matak Kecil. Ongkos ojek dari bandara Matak ke dermaga Matak Kecil sekitar 30 ribu rupiah. Setelah anda sampai ke dermaga Matak Kecil anda langsung sewa speed boat dengan kisaran harga 300 ribu rupiah. Di dermaga Matak Kecil jarang ada Pompong jadi naik speed boat yang paling memungkinkan. Waktu tempuh dari dermaga Matak Kecil ke Langok lebih singkat sekitar 10 menit.
Setibanya di sana, Anda disuguhkan lanskap pantai yang luar biasa. Pantai di pulau Langok terbilang unik jika anda membandingkannya dengan pantai-pantai di pesisir pulau Jawa. Pantai di pulau Langok bentuknya menjorok ke laut. Jernihnya air dan disertai gradasi warna laut di pinggir pantai membuat Anda akan berucap “sungguh indah maha karya Tuhan”. Di sekeliling pantai juga terdapat ikan-ikan kecil cantik sedang berusaha menggoda siapapun untuk berenang bersamanya.
Waktu yang pas untuk berkunjung ke Langok adalah saat sore hari hingga tenggelamnya matahari. Hal ini mengingat terik matahari yang tak bisa berkompromi dan penerangan saat malam hari di sana tidak memadai. Demi melengkapi waktu berbahagia Anda di sana, saya anjurkan membawa perlengkapan snorkeling serta kamera kedap air jika ada agar anda bisa merekam eksotika pemandangan bawah laut. Jika Anda bisa berenang namun punya pelampung harap dibawa saja. Pelampung ini sangat berguna ketika Anda ingin bersantai atau mengapung di atas laut sambil memandang ke atas awan. Namun, jika Anda hobi surfing sayang sekali di sana ombaknya tenang seperti kolam. Jangan sampai ketinggalan untuk membawa bekal makanan ringan mau pun berat karena di sana belum ada penjual. Yang terpenting jangan meninggalkan apa pun selain kenangan.
Setelah menyimak dan kemudian muncul hasrat untuk pergi ke Langok, ada yang perlu Anda catat sebelum berangkat. Pertama, dimana pun garis mula perjalanan atau moda transportasi yana akan digunakan, saya sarankan datang dengan rombongan. Tujuannya tidak lain tidak bukan demi menekan ongkos perjalanan. Yang kedua, anda juga harus memperhatikan kondisi iklim di Anambas. Hindari berkunjung akhir tahun, karena pada saat bulan Desember gelombang laut dan angin di sana sedang tak bersahabat. Waktu yang tepat menut warga setempat adalah periode bulan April dimana kondisi laut sangat tenang. Sekedar informasi kami berwisata ke Langok pada bulan Juli. Yang terakhir, jaga kesantunan dan berperilakulah yang sopan meskipun hanya liburan demi kebaikan Anda sendiri.
Demikian ulasannya saya tentang Pulau Langok. Tak ketinggalan saya lapirkan beberapa foto (hasil jepretan Ezra Argaputra) kami selama liburan di sana semoga bermanfaat.











