Ayooo booking sekarang juga! ^^ Ada paket akomodasi selama di Jepang dan paket pemesanan barang dari Jepang juga Korea lho! #promoakhirtahun #PrabaJapan #PrabaTravel #liburanjepang #produkkorea #produkjepang (at 横浜市青葉区藤が丘)

seen from Malaysia

seen from United Kingdom
seen from Germany

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Germany
seen from Germany
seen from Malaysia

seen from United States
seen from Belgium
seen from China
seen from Sweden

seen from Russia
seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Ukraine
seen from Singapore
Ayooo booking sekarang juga! ^^ Ada paket akomodasi selama di Jepang dan paket pemesanan barang dari Jepang juga Korea lho! #promoakhirtahun #PrabaJapan #PrabaTravel #liburanjepang #produkkorea #produkjepang (at 横浜市青葉区藤が丘)
#PrabaJapan #PrabaTravel #vacation #liburanjepang #jepang #promojepang #promojepangmurah (at 横浜市青葉区藤が丘)
My Travel: Japan.
Sebelum saya mempersiapkan perjalanan saya berikutnya di tahun ini, saya akan share sedikit mengenai perjalanan saya ke Jepang tahun lalu.
Saya pergi ke Jepang pada bulan November 2014. Pada saat itu di Jepang sudah di pertengahan musim gugur menjelang musim dingin, sehingga suhu pada saat itu adalah berkisar antara 15-10 derajat celcius pada siang hari dan 10-5 derajat celcius pada malam hari. Saya menghabiskan waktu 7 hari di Jepang dan dalam waktu 7 hari itu pula saya menghabiskan waktu menggunakan baju berlapis-lapis karena saya bukan penggemar berat udara dingin.
Biaya
Hal pertama (setelah membeli tiket tentunya) yang saya lakukan adalah, riset dari internet, blog-blog orang mengenai liburan ke Jepang, liburan murah tentunya. Saya pernah baca di blog seseorang bahwa kisaran biaya yang biasa dihabiskan seseorang di Jepang per hari adalah Rp 1.500.000. Biaya itu sudah termasuk biaya makan, akomodasi dan transportasi. Setelah saya jalani, memang betul, ternyata memang itu lah kisaran biaya yang biasa dihabiskan untuk sehari-hari liburan di Jepang.
Apabila membicarakan biaya, biaya yang saya habiskan untuk perjalanan ke Jepang selama 7 hari (plus satu hari perjalanan, jadinya 8 hari) adalah sekitar Rp 19.000.000. Biaya ini tentunya tidak dikeluarkan sekaligus. Untuk membayar akomodasi dan transportasi (membeli tiket kereta dan pesawat misalnya) sudah dikeluarkan dari jauh-jauh hari. Mungkin itu bisa dijadikan tips, bahwa belilah tiket pesawat dari jauh hari, kemudian cicil-lah per bulannya untuk membayar penginapan. Uang cash yang saya bawa pada saat itu hanya sekitar Rp 12.000.000, yang saya gunakan untuk makan sehari-hari, membayar tiket masuk tempat wisata dan membeli oleh-oleh. Kisaran harga untuk makanan disana adalah Rp 100.000. Itu juga hanya makan di “warung” kecil ya. Kalau mau makan di restoran besar siap-siap saja biaya per orangnya sekitar Rp300.000.
Itinerary
Saya membuat itinerary yang sangat komprehensif. Isinya hari, waktu, tujuan, transportasi yang digunakan, biaya, dan catatan-catatan penting lainnya seperti jam terakhir kereta di daerah setempat dan yang lainnya. Seperti ini contohnya:
Saya harus berterimakasih kepada Google, karena Google lah yang membantu saya untuk membuat itinerary seperti ini. Tips nya, silakan ketik literally tempat asal dan tujuannya. Contoh: Kyoto Station to Arashiyama. Nanti Google akan memberikan peta, alternatif jalan yang bisa dilewati berikut juga dengan transportasi yang bisa digunakan.
Hari Ke-1
Pesawat saya mendarat di Haneda Airport, tengah malam. Karena itu, saya harus menginap dulu sebelum saya menuju rumah teman saya yang ada di daerah Ikebukuro. Saya menginap di sebuah hostel dekat dengan airport, namanya 328 Hostel & Lounge. Hostelnya bersih dan nyaman. Pemiliknya juga sangat ramah. Tapi jangan dibayangin ini seperti hotel ya, tidurnya di bunk bed, kamar mandi nya juga sharing. Tapi, nyaman :)
Saya memilih untuk menginap di hostel dibandingkan dengan di airport, kenapa? Saya berpikir bahwa saya harus tidur selama 7 jam di sebuah sofa. Sebenarnya nggak buruk-buruk amat ya. Tapi, dibandingkan saya harus kecapean di hari pertama saya sampai di Jepang dengan uang yang saya keluarkan seharga Rp300.000, saya lebih baik menyimpan tenaga untuk 7 hari kedepan.
Dari airport saya naik kereta dan turun di stasiun terdekat dengan 328 Hostel & Lounge. Serem sih awalnya, karena harus jalan kaki bawa-bawa koper menuju hostelnya. Tapi ternyata alhamdulillah aman sampai tujuan.
Hari Ke-2
Pagi hari, saya langsung buru-buru bangun dan siap-siap untuk berangkat menuju Ikebukuro (saya buat itinerary nya ketat banget soalnya :)). Hanya bermodalkan google map, saya dengan menggeret koper melewati stasiun dan jalan demi jalan raya, akhirnya sampai di rumah teman saya. Istirahat sebentar, kemudian kami berangkat menuju Nikko.
Nikko itu suatu daerah yang nggak begitu besar dan terletak kira-kira 140km dari Tokyo. Daerahnya indah banget, tapi dingin banget juga. Sekitar pk. 18.00, waktu itu suhunya mencapai 1 derajat celcius.
Hari ke-2 ini, saya habiskan waktu di Nikko. Saya naik kereta menuju nikko, dengan membeli tiket one-day-pass ke Nikko dengan harga (kalau saya tidak salah ingat) 4500 yen.
Hari Ke-3
Hari ke-3 ini lah dimulai solo-traveling saya. Saya pergi ke Kyoto. Tentu saja menggunakan the infamous Shinkanzen.
Senangnya bukan main bisa naik kereta super cepat ini. Tips untuk bisa naik kereta ini, saya membeli JR-Pass. JR-Pass ini adalah tiket yang bisa digunakan untuk naik semua kereta yang dimiliki oleh JR-company, perusahaan pengelola kereta milik pemerintah Jepang. Harganya memang kelihatannya mahal, yaitu sekitar 29.000 yen dan valid untuk 7 hari. Tapi, dengan 29.000 yen itu kita sudah bisa keliling Jepang. JR-Pass ini bukan tiket elektronik. Bentuknya seperti brosur. Penggunaannya, setiap kali mau masuk ke gate keretanya, kasih lihat JR-Pass ini ke petugas stasiun. Mereka yang akan memperbolehkan kita masuk. JR-Pass hanya diperuntukkan untuk turis dan hanya bisa dibeli di negara asal, sebelum keberangkatan. Untuk bisa beli JR-Pass ini sudah harus punya visa dulu ya. Bisa dibeli di travel agent tertentu di Jakarta. Silakan di googling saja ya :)
Tujuan saya di Kyoto di hari ke-3 ini adalah: Arashiyama, Kinkakuji (golden temple, yang fotonya ada di awal tulisan ini), Gion, dan Kiyomizudera. Beruntungnya saya, karena saya datang di musim gugur, Kiyomizudera buka sampai malam karena ada illumination disana.
Tempat menginap saya di Kyoto adalah Hana Hostel. Dekat sekali dengan stasiun utama Kyoto. Lagi-lagi saya mencari yang bunk bed, toh hanya untuk numpang tidur. Selain itu, lagi-lagi tempat ini juga sangat nyaman dan bersih.
Hari ke-4
Sebelum berangkat lagi ke kota berikutnya, saya menyempatkan diri untuk ke Fushimi Inari terlebih dahulu di Kyoto. Saya sengaja datang ke Fushimi Inari di pagi hari karena saya ingin hunting foto, menghindari ramainya pengunjung.
Setelah dari Fushimi Inari, saya berangkat menuju Osaka. Menggunakan Shinkanzen, Kyoto-Osaka tidak sampai memakan waktu 1 jam. Sesampainya di Osaka, saya dijemput oleh seorang teman lama. Sudah lama sekali saya nggak ketemu sama dia, mungkin sekitar 6 atau 7 tahun. Awalnya, ada beberapa tujuan wisata yang ingin saya kunjungi di Osaka. Tetapi, karena saya ketemu sama teman lama, jadi waktunya banyak dihabiskan untuk ngobrol, kuliner, dan belanja :) Tapi, saya sempat foto dulu di depan gambar Glico yang terkenal di Osaka :)
Saya tidak menginap di Osaka. Se-selesainya belanja dan catching-up dengan teman saya, saya lekas kembali ke Tokyo.
Hari Ke-5
Ini bisa jadi adalah hari yang paling saya tunggu-tunggu. Saya sudah minta tolong teman saya untuk dibelikan tiket masuk ke Fujiko F Fujio Museum, atau biasa orang menyebutnya Museum Doraemon. Saya ingat dulu waktu masih kecil, kalau saya nggak bangun pagi di hari minggu dan terlewat nonton Doraemon, saya bisa nangis nggak berhenti-berhenti :)
Tiket untuk masuk museum ini harus beberapa hari sebelumnya, karena biasanya penuh. Tiketnya bisa dibeli di Lawson (di Jepang tapi ya, bukan di Indonesia :p)
Hari Ke-6
Akhirnya, Tokyo. Di hari ke-6 ini lah saya akhirnya jalan-jalan di kota Tokyo. Bersama dengan teman saya, hari ke-6 saya habiskan untuk keliling-keliling Shibuya, Shinjuku, Odaiba, Akihabara dan pastinya kuliner. Saat itu Tokyo sedang diterpa hujan yang nggak berhenti-berhenti. Alhasil dingin banget dan kuyup (walaupun sudah pakai payung).
Di hari ini juga saya pergi ke satu shrine yang terkenal di Tokyo, Sensoji Shrine.
Hari Ke-7
Hakone! Fujiyama!
Indah banget. Akhirnya saya ngelihat gunung Fuji dengan mata kepala saya sendiri. Awalnya saya berencana ke Lake Kawaguchiko. Bisa lihat gunung Fuji dari danau itu. Tapi setelah dipikir-pikir lagi, sepertinya memang lebih dekat ke Hakone daripada ke Kawaguchiko. Seharian itu saya dan teman saya habiskan waktu di Hakone untuk foto-foto gunung Fuji (yang harus nunggu lama banget karena harus nungguin awan yang menutupi puncak gunungnya, untuk lewat dulu), naik cruise dan sekali lagi melihat gunung Fuji, dan ditutup dengan pengalaman pertama kali dan nggak akan saya lupakan yaitu mandi di pemandian air panas Onsen Yuryo.
Hari Ke-8
Saatnya pulang kembali ke Jakarta. Hari terakhir saya di Jepang, saya habiskan untuk beli oleh-oleh dari pagi sampai sore. Bahkan saya baru packing di sore hari 4 jam sebelum keberangkatan :)
Pengalaman saya ke Jepang luar biasa menyenangkan. Masalah uang, saya juga awalnya nggak punya uang sebanyak itu kok untuk berangkat. Tapi memang ternyata harus beli tiket dari jauh-jauh hari dulu, sehingga bisa menabung lama. Selain itu, memang harus riset dan cari cara/jalan yang paling murah tetapi tidak nyusahin diri sendiri.
Mudah-mudahan suatu hari nanti bisa balik lagi ke Jepang. Tapi sebelum itu, ke negara lain dulu deh ya :)
See you!
Aktivitas Wisata Tokyo Jepang Menarik
WISATA GEMPA Jepang dikenal sebagai pusatnya gempa dan tsunami. Tak heran sebagian besar publik Jepang telah terbiasa dengan fenomena alam tersebut. Bahkan yang paling unik, para turis pun—kalau mau—bisa ikut merasakan dahsyatnya goncangan gempa yang kerap dirasakan warga Jepang. Bila Anda juga penasaran ingin merasakan bagaimana kuatnya gempa di Jepang, kunjungilah Tokyo Earthquake Simulation Centre. Simulasi tersebut berada di lantai empat sebuah gedung pemadam kebakaran Ikebukuro Bosai-kan. Disinilah tempat bagi para turis dan petugas untuk belajar menangani ketika gempa besar dan tsunami datang. Tokyo Earthquake ini memiliki sebuah ruangan simulasi gempa yang kekuatannya mencapai 6,2 skala richter. Kekuatan gempa tersebut bisa sampai merobohkan dinding rumah dan memporak-porandakan seisi rumah.
wisata gempa 2 : Bagaimana gambaran ruang simulasinya? Menyerupai rumah dengan segala perabotannya. Ada ruang tamu, kamar dan dapur. Begitu gempa simulasi dimulai, maka suara bergemuruh terdengar sangat kencang, tembok-tembok mulai hancur, lantainya bergetar kuat, buku-buku di rak juga mulai berjatuhan. Bila sudah begitu, Anda harus segera berlindung ke bawah meja supaya tidak terpelanting atau terkena runtuhan bangunan. Kondisi tersebut hanyalah berlangsung selama dua menit saja, namun begitu bagi para turis yang belum pengalaman bisa membuat mereka lemas dan pucat. wisata gempa 3 : Di Tokyo Earthquake Simulation Centre juga tidak hanya bagaimana caranya menyelamatkan diri sendiri, namun juga diajarkan bagaimana menyelamatkan orang lain (paling tidak orang-orang di lingkungan terdekat). Dalam simulasi itu juga diajarkan bagaimana mematikan listrik, kompor gas yang masih menyala, mematikan lampu, dan diajarkan supaya sigap mengambil bantal untuk melindungi kepala.
wisata gempa 4 : Yang menarik, pusat simulasi itu juga memiliki labirin asap dan terowongan untuk melatih masyarakat supaya bisa keluar dari kepungan asap secara tenang. Sebagai pelengkap, Tokyo Earthquake ini juga memiliki dokumentasi gempa-gempa yang pernah terjadi untuk semakin membuat masyarakat Jepang aware terhadap bencana alam dahsyat yang kerap kali mengincar keselamatan jiwa, raga dan materi mereka. Untuk Anda yang ingin mencoba, silakan langsung datang kesini yang buka setiap hari (kecuali Selasa) dan tiketnya pun gratis.
Hakone Yama: Menguji Mental di Destinasi Horor Tokyo ialah salah satu kota modern Jepang yang dilengkapi dengan pelbagai fasilitas didalamnya. Namun siapa sangka dibalik kemodernan kota yang begitu gemerlap karena pertumbuhan ekonominya yang tinggi, ternyata kota ini menyimpan banyak lokus horor. Satu diantaranya ialah Hakone Yama. Sebuah tempat untuk menguji mental dan adrenalin berada suatu tempat yang terkenal angker.
Hakone Yama sendiri merupakan sebuah tempat yang berada di bukit di Toyama Park, Shinjuku. Hakone Yama sekarang memang sudah dilengkapi dengan pelbagai fasilitas medis karena memang fungsinya sebagai pusat penelitian kesehatan di Tokyo. Namun beberapa tahun silam, Hakone Yama merupakan bagian dari Japan Army Medical College and Hospital.
hakone yama part 2 : Konon juga, Hakone Yama ialah pusat pelatihan Unit 731. Penasaran apakah unit yang dimaksud? Unit 731 merupakan sebuah unit yang berada dibawah Imperial Japanese Army yang memiliki tugas sangat seksi: meneliti dan mengembangkan senjata kimia dan biologis pada masa sebelum Perang Dunia II sampai paska perang. Yang mengerikan, bahwa pusat penelitian tersebut menjadikan manusia sebagai kelinci percobaannya. Tanpa ampun, para korban tersebut dibedah, diambil organ-organnya, disuntikkan bibit penyakit, dan lainnya. Mereka yang menjadi korbannya tak terbatas apakah itu laki-laki, perempuan, anak-anak dan lainnya.
hakone yama part 3 : Berapa yang menjadi korbannya? Tak ada data pasti. Yang jelas, disinyalir lebih dari ratusan ribu orang telah menjadi korban di Unit 731 ini. Mereka telah dijadikan bahan eksperimen untuk unit tersebut. Basisnya tentu bukan hak azasi manusia atau kasihani melainkan berhasil atau tidaknya suatu misi yang mereka jalankan. Bila penasaran dengan kegiatan unit tersebut, Anda bisa mengeceknya di video-video yang tersebar di Youtube. Sungguh mengerikan dan mengguncangkan jiwa karena hal-hal semacam itu tidak pernah terjadi di era modern kini. So, berani menguji nyali di Hakone Yama ini?
Kafe Vampire Ke Jepang jangan sampai ketinggalan untuk berburu berbagai hal unik dan aneh. Seperti keunikan dan keangkeran Vampire Cafe Ginza ini. Begitu tiba di kafe ini suasana horor akan langsung menyerang. Perhatikan saja interior dan berbagai barang yang ada di kafe ini, sangat mengerikan: nuansa hitam dan merah gelap mendominasi, kursi merah, gorden beludru dan lantai yang beraksen darah.
Ditambah lagi dengan para pelayan pria yang menggunakan tuksedo mirip dengan vampire, menambah ketegangan dan suasana yang menakutkan. Para pelayan perempuannya menggunakan baju berwarna putih. Untuk menambah suasana semakin mencekam, di pojok ruangannya diletakkan peti mati.
vampire cafe tokyo part 2 : Tak ketinggalan tengkorak yang diletakkan diantara tempat lilin seperti halnya di rumah-rumah para bangsawan terdahulu, juga ada disini. Kesan horor semakin terlihat dengan adanya sarang laba-laba dan salib di beberapa tempatnya yang secara otomatis mendirikan bulu kuduk. Lalu bagaimana dengan menunya? Silakan coba saja kalau berani! Ada minuman berwarna merah persis darah di dalam sebuah gelas tinggi. Sedangkan makanannya diletakkan di wadah berbentuk seperti peti mati berukuran mini. Hampir semua menu makanan yang bisa dipesan disini bertemakan kematian seperti batu nisan dan peti mati.
vampire cafe tokyo 3 : Meskipun begitu, kafe ini terkenal dengan makanannya yang sangat lezat. Yang paling terkenal misalnya cheese roll atau spring roll yang didalamnya berisi ikan tuna (atau Anda bisa memesan isian lainnya: salmon asap, gurita atau bebek). Makanan yang serba lezat dan minuman yang menyegarkan tentu saja harus ditebus dengan harga yang cukup mahal. Meskipun tidak berada di tempat terpencil seperti kawasan hutan yang dikelilingi pepohonan atau berada di dalam gua, namun ketika melongok ke bagian dalamnya akan membuat Anda mengakui keseramannya. Vampir Cafe ini berada di La Pai Building lantai 7 Ginza, Tokyo.
Lampion Raksasa di Kuil Sensoji kuil sensoji Di Jepang ada banyak kuil yang bisa Anda kunjungi dalam konteks berwisata reliji. Di Asakusa misalnya, Anda bisa menikmati lampion raksasa seberat 670 kg. Tepatnya di Kuil Sensoji yang kerap kali dijadikan destinasi favorit wisatawan asing. Disamping keberadaan lampion raksasanya, kuil ini juga memiliki aspek sejarah yang sangat panjang. Kuil ini merupakan yang tertua di Tokyo. Masyarakat setempat memercayai bahwa Dewi Pelindung atau disebut Bodhisattva Kannon bersemayam disini selama 1400 tahun. Mereka biasanya menghaturkan persembahan untuk sang Dewi. Sementara jumlah wisatawan yang datang kesini mencapai 30 juta orang setiap tahunnya.
Selain berwisata, para pengunjung juga bisa berdoa di ruangan khusus di kuil ini. Banyak hal mengagumkan yang dapat dieksplorasi selama mengunjungi ke dalam kuil, salah satunya pintu masuk besar yang telah dibuat sejak tahun 941 oleh Tairo no Kinmasa, yang berpangkat komandan militer. Pintu gerbang tersebut diberinama Kaminari Gate. Dalam catatan sejarahnya, gerbang kuil agung ini pernah dilalap si jago merah pada abad ke-17. Gerbang ini dipasangi lampion raksasa yang beratnya mencapai 670 kg dan digantung ditengah-tengah pintu gerbang. Lampion raksasa ini hanya akan dilepas ketika berlangsungnya festival.
Bagaimana cara menuju ke Kuil Sensoji ini? Tentu saja transportasi yang tepat dengan menggunakan kereta api. Dari Tokyo wisatawan bisa naik JR Yamanote menuju ke Kanda Station. Ongkosnya sekitar Rp 16 ribu. Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Ginza Subway Line menuju ke Stasiun Asakua dengan biaya Rp 19 ribu.
Untuk alternatif lainnya, Anda bisa berangkat menggunakan JR Chuo Line menuju ke Stasiun Shinjuku dengan biaya sekitar Rp 19 ribu. Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Ginza Subway Line menuju ke Stasiun Asakusa yang menghabiskan waktu sekira 10 menit dan ongkosnya Rp 19 ribu.
Menelisik Kuil Emas Kyoto Rupanya Jepang sudah dengar keanggunan dan keagungan sebuah masjid di Depok yang dilapisi emas. Merekapun seolah tak mau ketinggalan, dengan membuat sarana peribadatan mereka dilapisi dengan emas. Kuil tersebut diberinama Rokuonji yang letaknya di tepi danau. Wisatawan yang mengunjungi kuil ini dijamin akan terkagum-kagum dibuatnya karena keindahan bangunannya maupun keindahan keadaan sekeliling kuil. Lantai kedua kuil ini disebut-sebut dilapisi dengan emas. Hal tersebut tampak ketika bangunan kuil disorot sinar matahari yang berkilauan. Sinar yang berkilauan tersebut membuat setiap pengunjung tak pernah bosan memandangnya. Kondisi tersebut semakin dipercantik dengan pemandangan sekitar kuil yang dipenuhi dengan pepohonan rindang. Udara segar juga terasa menyapa sekalipun hari sudah siang. Dalam sejarahnya kuil ini pernah ditinggali oleh seorang Shogun bernama Ashikaga Yoshimitsu. Kuil ini kemudian menjadi kuil zen setelah sang Shodun meninggal pada tahun 1408. Bangunan pertama kuil ini menyimpan patung Yoshimitsu dan patung Budha Shaka. Memang sulit untuk masuk ke dalam kuil namun pengunjung masih bisa melihat patung dari dekat kolam yang jendelanya dibiarkan terbuka. Lantai dua kuil ada patung Kannon Bidhisattva yang dikelilingi dengan patung-patung. Sayangnya patung-patung tersebut tidak dapat dilihat oleh pengunjung. Sebagai pelipur lara karena tidak bisa masuk ke dalam kuil, nikmatilah taman-taman cantik di sekeliling kuil yang sangat indah. Anda juga bisa melemparkan koin keberuntungan ke sebuah kolam. Cara mengunjungi kuil ini dengan menggunakan bus no. 101 atau 205 dengan tarif sekitar 230 yen. pengunjung juga bisa menggunakan subway Karasuma Line menuju ke Stasiun Kitaoji yang hanya memakan waktu perjalanan sekitar 15 menit saja. Selanjutnya, naik bus 101 danm 205 ke Kinkaukuji. Turis diwajibkan membayar 400 yen untuk mengeksplorasi kecantik kuil ini.
Kuil Shakaden Reiyukai : Berbentuk Kapal Luar Angkasa Peranan kuil di Jepang bukan hanya sebagai sarana ibadah agama Shinto atau Budha. Lebih dari itu, banyak peran kuil yang meluas karena memiliki desain arsitektural menawan. Seperti pada Kuil Shakaden Reiyukai yang berada di Tokyo. Kuil ini mempunyai tampilan yang berbeda daripada kuil pada umumnya. Kuil ini berwarna dominan hitam dan menyerupai kapal luar angkasa!
Keberadaan kuil ini diantara gedung pencakar langit. Mereka yang berkunjung ke kuil ini tak sedikit yang menyebutnya sebagai UFO atau makhluk luar angkasa. Penyebabnya memang bentuk kuil yang menyerupai kapal luar angkasa. So, penasaran bukan dengan kuil satu ini yang sarat dengan keanehan?
Mari mengenalnya lebih jauh. Ternyata kuil ini sangat kental aspek filosofisnya. Reiyukai yang merupakan akhiran dari nama kuil ini merupakan salah satu ajaran Budha yang bermakna agar senantiasa manusia berbuat baik kepada manusia lainnya. Caranya dengan saling membantu dan bergotong royong. Reiyukai juga menitikberatkan supaya penganutnya mau belajar dari pengalaman dan memperdalam ilmu pengetahuan. Kuil ini sudah ada sejak tahun 1975. Arsitekturalnya yang menarik membuat banyak turis yang memotret bangunan tersebut dengan lensa kameranya.
Kuil ini memiliki balai pertemuan berukuran besar yang digunakan sebagai tempat untuk bersosialisasi para penganut filosofi Reiyukai, ruang konferensi, toko buku, kafetari, pusat kesehatan dan tempat pembibitan. Kuil ini tidak eksklusif karena biasanya masyarakat setempat juga datang kesini untuk belajar dan mengikuti kelas kaligrafi. Bagaimana dengan para turis? Merekapun diberikan kesempatan untuk melihat dan mengeksplorasi berbagai ruangan didalamnya. Tempat yang biasanya didatangi para turis ialah plaza yang merupakan balai pertunjukkan untuk pergelaran festival, pertunjukkan budaya dan konser. Tempat tersebut mampu menampung sampai 1000 orang. Penasaran?
Museum James Bond Jepang merupakan negara dengan segudang destinasi wisata. Beragam tema kewisataan bisa dijumpai di Jepang, mulai dari tema alam, sejarah, budaya, kuliner, film dan lainnya. Satu diantaranya ialah Museum James Bond yang terkenal dengan film Detektif O07 nya. James Bond ialah salah satu karakter film paling populer di seluruh dunia. Nah bagi Anda yang merasa sangat menggemari cerita film maupun segala hal tentang James Bond, di Jepang ada museumnya. Segala hal tentang James Bond yang sangat populer itu disimpan di 007 Museum di Naoshima Jepang. Museum ini kerap kali dikunjungi oleh turis lokal maupun asing yang menggilai sosoknya.
Jika selama ini, seringkali kita mendengar nama hotel James Bond yang dulunya digunakan untuk beryutingnya, sekarang Anda bisa mengunjungi museumnya. Museum ini didedikasikan untuk karakter film tersebut yang ternyata di Jepang banyak penggemarnya. Museum ini memiliki showroom kecil yang secara khusus untuk menghormati Raymond Benson si penulis novel “The Man White Red Tatto” yang menjadi kisah penting di Benesse House. Didalam museum ini ada banyak koleksi memorabilia berkaitan dengan film dan seni pop. Siapapun Anda kalau merasa menyukai film tersebut, lebih jauh tentang budaya pop, wajib memasukkan museum ini ke dalam list kunjungan Anda.
Ketika pertama kali masuk ke dalam museum, Anda akan menjumpai desain interiornya yang sangat ramai dengan berbagai poster dan kartu-kartu kuno seperti didalam filmnya. Terdapat juga pajangan bertema abstrak yang dipasang pada bagian dinding. Yang paling menarik, disini juga ada novel asli Ian Fleming yang menjadi rujukan film, masih tersimpan rapi. Tertarik untuk segera mengunjunginya? Anda bisa datang ke 2310 Miyanoura, Naoshima Jepang. Berita bagusnya, siapapun yang berkunjung kesini tidak akan dipungut biaya apapun alias gratis.. Segera kunjungi Museum James Bond ini!
Aktivitas wisata menarik ke Tokyo Jepang ini sebagai tambahan informasi kegiatan wisata anda saat berkonsultasi dengan Team Sentosa dalam membeli paket tour murah ke jepang
Baca informasi negara wisata hemat lainnya : Wisata Vietnam
Aktivitas Wisata Osaka Jepang Menarik
Rock Star Hotel "Tempat Menginapnya Penggila Musik" Bosan menginap di hotel yang kurang memberikan kesan mendalam? Terlebih bila Anda suka dengan segala perihal berkaitan dengan musik rock. Kalau begitu, Anda mesti mencoba menginap di sebuah hotel yang bertema musik rock: Rock Star Hotel Osaka. Hotel keren ini memiliki belasan kamar untuk diinapi. Rock Star Hotel merupakan hotel baru namun bangunannya sudah lama ada. Bangunan tua yang teronggok begitu saja kemudian direnovasi oleh para desainer dan arsitek untuk kemudian dijadikan bangunan hotel dengan perwujudan yang sangat mengagumkan. Berikut merupakan kamar-kamar bertema musik rock yang perlu Anda ketahui (siapa tahu Anda tertarik dan ingin menginap disana).
rock-star-hotel2The Beatles—kamar #601 suite , Ukuran bednya king size 200x196cm. Bak mandinya terpisah/ DJ booth
Oasis—kamar #501 junior suite, Ukuran bednya queen size 152x196cm. Bak mandi terpisah.
Axl Rose—kamar # 301 standard, Tempat tidur ukuran single (120x196cm)
Yang menginap disini bukan hanya mereka yang menggemari musik rock namun siapapun, dari kalangan apapun termasuk mereka yang gemar dengan tema-tema hotel yang lain dari lainnya. Hotel bertema musik termasuk langka, bahkan tak pernah ada di seantero Jepang. Makanya kehadiran Rock Star Hotel merupakan oase bagi para penggemar musik, pun bagi mereka yang suka dengan berbagai tema arsitektural yang diluar mainstream.
Menarik bukan apa yang disajikan manajemen Rock Star Hotel ini? So, bila Anda bosan dengan berbagai tema hotel yang standar-standar saja, cobalah berkunjung ke Rock Star Hotel ini! jangan lupa untuk memberitahukan kepada keluarga, kolega, teman bisnis dan seterusnya tentang segala kelebihan hotel ini, hotel yang bertema musik rock yang tentu saja merupakan tema non-mainstream.
Kids Plaza Osaka Banyak cara untuk membahagiakan si buah hati. Bukan hanya sekadar membawa mereka ke mall atau pusat perbelanjaan dengan aneka jajanan namun sebaiknya Anda mengajak ke tempat asyik sekaligus juga mendidik. Nah di Osaka ada sebuah tempat yang dijamin akan membuat anak Anda betah yakni Kids Plaza Osaka. Tempat ini merupakan museum anak pertama di Jepang yang berslogan “belajar dari pengalaman secara langsung”.
Banyak hal yang dapat ditemukan di museum ini (tak ubahnya di taman kanak-kanak (TK)), sering juga diadakan lokakarya yang memberikan kesempatan belajar secara langsung kepada mereka. Ada juga ruang perawatan yang mendemonstrasikan bagaimana caranya memberikan perawatan kepada setiap bayi. Pun ada kamar mandi anak dengan gambaran ideal sehingga setiap orang tua bisa menirunya.
Plaza Kids Osaka sangat menarik untuk dikunjungi karena berbagai hal berkaitan dengan dunia anak dapat diketemukan disini. Anak-anak dari mulai usia prasekolah, taman kanak-kanak bahkan yang sudah sekolahpun dipersilakan datang kesini untuk menikmati beragam fasilitas yang ada disini. Kegiatan pendidikan yang ada disini sangat cocok jika dijadikan sebagai pengganti di kelas. Bahkan bukan hanya untuk anak-anak, melainkan juga untuk orang tua yang ingin tahu bagaimana caranya mengurus anak dengan baik. Mengajarkan secara tidak memaksa.
Kids Plaza ini seluruhnya berada didalam ruangan (indoor) sehingga para orang tua tak perlu khawatir anaknya kepanasan. Segala fasilitas yang ada dirancang secara khusus sehingga menghindarkan dari celaka. Beberapa fasilitas yang ada disini yakni:
Dining Space
Ini adalah kamar serbaguna yang terdapat di lantai 4. Dining Space memberikan pengajaran kepada Anda dan si kecil bagaimana menempatkan makanan di meja makan. Anda dipersilakan untuk membawa makanan sendiri. Namun harap dimaklumi, Dining Space ini tidak setiap hari terbuka untuk umum (biasanya pada hari-hari tertentu akan ditutup).
Toko
Toko museum ini dapat ditemukan di sebelah pintu keluar di lantai 3. Berbagai macam produk yang dijual disini termasuk barang-barang asli yang diproduksi oleh Kids Plaza Osaka bisa Anda beli.
Ruang Perawatan
Ruang ini berada di lantai 4. Ruangan ini dilengkapi dengan pemanas air dan tidak akan membuat anak tenggelam.
Shitennoji Osaka Seperti daerah lainnya di Jepang, Osaka juga memiliki banyak kuil. Salah satu diantara yang berpengaruh ialah kuil Shitennoji atau ditulis juga Shitenno-ji. Kuil bisa dikatakan sebagai pemersatu antara pemeluk Budha dan Shinto yang menjadi dua agama mayoritas di Jepang. Pada dasarnya, kedua agama ini sekarang bisa hidup saling berdampingan diantara kedua pemeluknya dan tidak saling menegasikan. Namun siapa sangka, dulunya antara pemeluk Shinto dan Budha terjadi pertikaian yang tajam.
Shitennoji sendiri didirikan oleh Pangeran Shotoku yang sekarang dikanonisasi sebagai oprang suci dan dianggap Bapak Bangsa Jepang. Shotoku lahir pada 574 yang merupakan anak kedua dari Kaisar Tachibana no Toyohi dan Permaisuri Anahobe. Tanda-tanda bahwa ia akan menjadi orang besar di kemudian hari sudah sangat jelas terlihat sedari kecil. Shotoku diceritakan mampu mendengarkan pembicaraan sepuluh orang sekaligus tanpa salah sedikitpun.
Shotoku disebut-sebut mampu memprediksi masa depan. Meskipun usianya masih belia, Shotoku sudah mahir doktrin klasik China. Di usianya yang menginjak 18 tahun ia kemudian diangkat sebagai putera mahkota yang memerintah sampai tahun 628. Posisi tersebut memungkinkan baginya untuk memperoleh kekuasaan secara de facto. Waktu itu, kekaisaran ayahnya terbagi menjadi dua kelompok yang bertikai yakni kelompok yang dipimpin oleh Sogano Umako yang mengusulkan menjadikan agama Budha sebagai dasar negara. Dan kelompok lainnya dipimpin oleh Mononobe-no moriya yang didukung Shinto tradisional Jepang.
Pangeran Shotoku sendiri ialah sekutu Sogano Umako karena memang sangat mendukung Budha dan secara otomatis berseberangan dengan Mononobe. Sang pangeran kemudian berdoa kepada Shitenno (Budha) dan berjanji jika doanya untuk mengalahkan Moriya dikabulkan maka ia akan membangunkan kuil untuk menghormati Shitenno. Doa sang pangeran ternyata dikabulkan. Moriya berhasil dibunuh oleh salah seorang prajurit Shotoku, sehingga secara otomatis klan Pangeran Shotoku menang. Ingat dengan janjinya, Shotokupun segera merealisasikan janjinya untuk membangun kuil yang ia berinama Shitennoji.
Kuil inipun masih ada sampai sekarang dan terjaga keaslian bangunannya. Bagi yang penasaran untuk mengunjunginya maka catat dulu alamatnya di 1-11-18 Shitennoji, Tennoji-ku, Osaka-shi.
Jam buka: 08.30 – 16.30
Berwisata di Shinsekai Osaka Banyak spot yang bisa dikunjungi ketika Anda berlibur di Osaka. Makanya tak heran para pemandu menganjurkan para turis untuk mengisi liburannya di Osaka. Shinsekai ialah salah satu kawasan yang wajib dikunjungi mengingat beragamnya pilihan tempat wisata disini. Shinsekai merupakan “dunia baru” yang pernah dikembangkan sebelum meletusnya perang dan pembangunannya dilanjutkan di dekade paska perang. Yang menjadi simbol utama Shinsekai ialah Tsutenkaku Tower yang berdiri dengan gagahnya. Tsutenkaku Tower ialah supremasi yang menjadi lambang kedigdayaan masyarakat Osaka. tsutenkaku Tower merupakan simbol nostalgia yang akan membangkitkan kenangan bagi siapapun yang sudah lama tinggal disini.
Tentu, kondisi dulu dan sekarang sangat jauh berbeda. Shinsekai sekarang sangat jauh berbeda dengan yang dulu. Sekarang, disini sudah berkembang begitu pesat terutama setelah bertumbuhannya pelbagai sektor industri yang pada akhirnya mampu menarik sebanyak 5 juta orang kesini. Di tahun 1903 peristiwa akbar bertajuk Pameran Industri Nasional pernah dilaksanakan dan menjadi titik balik kemajuan industri di Osaka.
Pada umumnya, Shinsekai ini terbagi menjadi dua wilayah yakni utara dan selatan. Paris merupakan role model di bagian utara Shinsekai sedangkan di bagian selatannya dibangun secara besar-besaran meniru Pulau Coney di New York. Selain Tsutenkaku Tower, daya tarik lainnya ialah Kushikatsu yang merupakan salah satu penganan khas Osaka yang tentu saja wajib dicoba. Banyak restoran yang secara khusus menyediakan Kushikatsu ini. Banyak turis asing yang penasaran dengan penganan yang satu ini. Bagaimana dengan Anda?
Shinsekai juga menjadi pusat spa di Osaka dengan keberadaan sebuah kompleks spa dengan kolam renang bergaya Eropa. Air kolamnya tersebut langsung disedot dari dalam tanah sehingga masih murni. Ketika berkesempatan berkunjung kesini, jangan sampai ketinggalan untuk mencoba spanya disini.
So, penasaran? Dari Stasiun Shin Imamiya Anda dapat berjalan kaki hanya beberapa menit saja.
Jam dan biaya Untuk masuk ke Tsutenkaku Tower diwajibkan membayar 600 Yen. Jam bukanya dari 09.00 – 21.00. Sedangkan bagi siapapun yang ingin menjajal tempat spanya diwajibkan membayar 2.700 Yen untuk sepanjang hari atau cukup 2.400 Yen untuk 3 jam.
Tsutenkaku Osaka Banyak monumen atau gedung yang dibangun untuk menunjukkan sisi superioritas Jepang sebagai negara maju di Asia. Pembangunan gedung atau monumen yang membuat decak kagum siapapun tentu saja sangat berpengaruh dalam mencitrakan Jepang sebagai negara berperadaban tinggi. Salah satu bangunan tinggi itu iaalh Tsutenkaku Osaka yang banyak dikenal orang sebagai Tower Reaching Heaven alias Menara Peraih Surga.
Maksudnya, saking jangkungnya menara tersebut diasosisasikan seolah-olah mendekati surga di langit. Tower ini dimiliki oleh Tsutenkaku Kanko Co Ltd. Setelah pembangunannya, tentu saja menjadikan menara ini sebagai landmark terkenal di Osaka. Selain itu, Tsutenkaku Osaka juga menjadi salah satu pusat kebanggaan warga sekitar. Anda sendiri dipastikan akan takjub ketika melihat menara ini!
Tinggi totalnya mencapai 103 meter. memang bukan yang tertinggi di Jepang bahkan dunia namun kehadirannya menjadi pelengkap kewisataan di Osaka. Menara ini merupakan yang kedua setelah menara pertama yang berpola identik dengan Menara Eiffel di Paris, Prancis, terbakar. Menara yang pertama dibangun pada tahun 1912 dan terhubung ke taman hiburan yang berdekatan yakni Luna Park. Keduanya saling terhubung dengan cable car. Ketika selesai pembangunan konstruksinya ketinggiannya mencapai 64 meter yang menjadikannya sebagai menara tertinggi kedua di Asia.
Setelah menara yang pertama terbakar pada tahun 1943, bukannya diperbaiki, menara tersebut malah dibongkar. Baja-baja hasil bongkaran menara tersebut kemudian digunakan untuk peralatan perang. Nah, setelah perang reda warga setempat kemudian berinisiatif untuk membangun menara baru yang lebih kokoh, besar dan tinggi. Maka dengan menggandeng perusahaan swasta yang sering dijuluki Bapak Tower, pembangunan menara ini mulai dilakuakn. Menara yang barupun dibangun pada tahun 1956. Foto Billiken yang merupakan sosok Amerika yang melekat bagi warga setempat diabadikan di menara ini. Patung Billiken pun menjadi penanda pertemanan antar kedua negara, dan kemudian dijadikan sebagai simbol populer yang mampu menarik keberuntungan.
Alamat: 556-0002 1-18-6 Ebisuhigashi , Naniwa – ku , Osaka Jam buka: 09.00 – 21.00 Biaya: dewasa 600 Yen, mahasiswa 500 Yen, anak-anak 300 Yen
Osaka Bay Area Osaka memiliki area pelabuhan yang sangat luas dan terkenal. Namanya Osaka Bay Area yang merupakan kawasan tepi pantai dan semenanjung yang dibangun untuk mengakomodasi berbagai perkembangan Osaka. Disini terdapat berbagai tujuan wisata seperti museum, observatorium, taman hiburan dan pusat perbelanjaan. Pun terdapat pelabuhan berstandar nasional dan internasional.
Beberapa pelabuhan utama di Osaka Bay meliputi Osaka, Kobe, Sakai, Amagasaki, Sakai dan Hannan. Selain itu, ada beberapa pulau buatan yang menunjukkan keahlian orang-orang Jepang dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Osaka Bay juga memiliki industri maju karena begitu melimpahnya baik sumber daya manusianya maupun sumber daya alamnya.
Semakin hari, perkembangan Osaka Bay kian menanjak. Berbagai bangunan telah begitu lengkap yang menunjukkan perkembangan industri sangat signifikan. Perkembangan di berbagai bidang mulai dari penelitian, informasi dan industri berat sangat concern dilakukan. Perkembangan kawasan pelabuhan dan sekitar pantai di Osaka Bay telah banyak mengubah cara hidup dan perekonomian warga di Osaka. Bukan hanya industri, perkembangannya juga merambah ke bidang pariwisata terutama yang terjadi di daerah teluk. Di Osaka Bay sendiri, Tenpozan merupakan kawasan yang dianggap sebagai sentralnya kewisataan dengan aneka fasilitas seperti akuarium, pusat perbelanjaan, taman dan lainnya.
Tempozan Harbor Village yang berada di ujung Pelabuhan Osaka ialah kawasan unggulan dan terlengkap fasilitas wisatanya. Banyak aktifitas yang bisa dilakukan disini seperti mengunjungi toko-toko, restoran, mencoba menaiki bianglala untuk melihat sekitar Osaka Bay dari ketinggian. Tentu menaiki salah satu bianglala terbesar di dunia akan memberikan sensasi berbeda. Untuk Anda yang gemar dunia hewan dapat langsung mengunjungi Kaiyuka Aquarium Osaja yang didalamnya memiliki koleksi sekitar 30.000 hewan dan 580 spesies tumbuhan.
Selain itu, beberapa objek wisata lainnya di Osaka Bay ini antara lain: Osaka [refectural Government Building Observaotiry Sakishima, Asia-Pasifik Trade Centre (ATC) dimaan disini Anda dapat menikmati berbagai makanan dari berbagai dunia dan berbelanja sepuasnya. Intinya, sungguh sangat menyenangkan berada di Osaka Bar Area ini.
Bangunan Spektakuler Umeda Sky Building Osaka Jika Anda ingin melihat sisi modern dan kehidupan urban terbesar setelah Tokyo, Osaka lah tempatnya. Banyak gedung pencakar langit terdapat di sana, tak sekedar gedung standar, Osaka memiliki sebuah gedung luar biasa yang dinamai Umeda Sky Building Osaka. Gedung ini merupakan rangkaian bangunan yang menjulang setinggi 173 meter ke langit. Anda dapat dengan lelusa menikmati pemandangan kota Osaka dari atas gedung. Lokasi gedung ini hanya berjara sekitar 10 menit dengan berjalan kaki dari stasiun Osaka JR.
Umeda Sky Building Osaka yang juga sering kali disebut Kota Umeda Baru ini menjadi simbol kota sejak pertama kali dibangun. Bangunan ini terdiri dari dua bangunan kokoh yang merupakan dua tower utama penyanga ‘Elevator Glass’ lift angkutan yang akan membawa Anda seolah terbang ke atas langit. Di atap Umeda Sky Building Osaka Anda dapat menjelajahi sebuah observatorium kota yang hingga kini tetap menjadi observatorium dengan lokasi gedung tertinggi di Osaka.
Melalui jendela kristal Observatorium yang terdapat di puncak rangkaian gedung Umeda Sky Building Osaka, Anda dapat menikmati sisi lain pemandangan kota Osaka yang lebih indah di malam hari. Karena pada malam hari suasana Osaka berubah menjadi begitu romantis dengan pemandangan kerlap kerlip lampu yang indah. Di dalam observatorium sendiri Anda akan mendapati lantai yang juga memancarkan cahaya warna-warni bak lantai dansa dan atap gedug ini langsung menghadap langit. Untuk memasuki bangunan spektakuler tersebut Anda harus membayar tiket masuk seharga 700 Yen atau setara dengan Rp. 84.000.
Umeda Sky Building Osaka dibangun oleh Takenaka Corporation pada tahun 1993. Jika dilihat dari kejauhan, bangunan tersebut terlihat seperti huruf U yang terbalik. Konsep lift Kristal khas bangunan Azura dihadirkan dengan sangat apik oleh arsitek beranama Hiroshi Hara yang merupakan perancang gedung ini. Di lantai dasar Umeda Sky Building Osaka terdapat sebuah Takuma Koji yang merupakan restoran favorit Jepang. Selain restoran, di gedung ini terdapat pula pusat peerbelanjaan yang terbilang komplit. Lengkap bukan?
Minoo Park Osaka, Sisi Lain Kota Metropolis Osaka Minoo Park Osaka atau juga sering disebut dengan ejaan Minoh Park merupakan sebuah lembah berhutan lindung rimbun yang eksotis. Keindahan bunga Sakura dan warna-warni pepohonan yang sangat memukau di dalam lembah menjadikan lokasi cagar alam ini wajib masuk dalam tur wisata Anda di Osaka. Lembah ini terletak di distrik Mino yang merupakan pinggiran kota Osaka, sebelah utara kota Urban Sprawl. Kawasan lembah tersebut masih asri dengan kondisi alam pegunungan yang sejuk dan terawat. Untuk mengunjunginya disarankan pada musim semi yang jatuh setiap minggu kedua di bulan November, karena pemandangan lembah ini semakin indah di musim semi.
Meski terkesan apa adanaya tanpa fasilitas extra seperti objek wisata kontemporer lainnya di Jepang, Minoo Park Osaka dijamin mampu memanjakan mata dan memberikan ketenangan rohaniah bagi pengunjungnya. Namun perjalanan Anda menuju lembah surga ini tidaklah mudah, Anda perlu berjalan kaki sekitar 30 menit dari Mino Station, mengingat kegiatan utama lembah ini adalah ‘Hiking Valley’ sudah jelas Anda perlu melewati proses pendakian. Jika ingin berkunjung, sangat disarankan mengenakan pakaian yang simpel saja dan alas kaki yang ringan dan santai.
Perjalanan menuju puncak Minoo Park Osaka terbilang jauh dan melelahkan, namun semau rasa lelah Anda dipastikan segera terbayar sesampainya di sana, karena Anda dapat menemukan lebih dari 980 jenis pepohonan yang tumbuh di atas lahan seluas 963 hektar ini. Selain itu, sepanjang perjlanan Anda dapat benar-benar meresap budaya Jepang pada periode zaman Meiji. Penataan taman khas Meiji benar-benar terasa dengan hadirnya sungai-sungai yang dipenuhi ikan yang dibiarkan bebas begitu saja. Yang paling mengagumkan adalah kehadiran lebih dar 3000 spesies serangga seperti kupu-kupu dan kumbang yang hidup di hutan lindung ini.
Untuk menjangkau lembah ini, Anda perlu menghabiskan waktu sekitar 15 menit dari pusat kota Osaka atau sekitar 30 menit jika Anda berangkat dari kota Umeda. Daya tarik yang dimiliki Minoo Park Osaka selain rindangnya pepohonan adalah air terjun Minoo, Minoo Insect Museum dan yang paling ramai dikunjungi wisatawan asing adalah sebuah kuil kuno bernama Ryuanji Temple. Berbeda halnya dengan Minoo Park yang tidak dikenakan biaya masuk, jika Anda ingin mengunjungi Ryuanji Temple Anda dikenakan karcis masuk seharga 400 Yen atau setara dengan Rp. 48.000/ orang.
Bunraku Theater Osaka Jika Anda sedang dalam perjalanan liburan di Osaka, sangat direkomendasikan untuk bertandang serta ke Bunraku Theater Osaka. Teater yang dibua sejak tahun 1984 ini merupakan pusat kesenian distrik Osaka-Kyoto, di mana tak hanya sekedar menjadi tempat pagelaran Teater, Bunraku Theater Osaka pun menjadi arsip penting yang dimiliki Jepang. Semua kesenian yang berada di Teater ini diakui menjadi warisan budaya tidak berwujud oleh UNESCO pada tahun 2003.
Desain bangunan yang dimiliki Bunraku Theater Osaka merupakan campuran gaya modern dengan sentuhan desain kuno, dengan mudah menemukan banyak sekali gaya arsitektur zaman Edo yang disematkan pada bangunan yang beralamat di 42-0073 1-12-10 Nippombashi, Chuo-ku, Osaka City ini. Keistimewaan Teater ini telah dilengkapi oleh teknologi tinggi panggung yang menunjang kepuasan penonton.
Banyak warisan budaya Jepang yang dapat Anda lihat dan pelajari di sini, namun yang paling populr dan menjadi ikon Bunraku Theater Osaka adalah kesenian yang bernama Ningyo joruri Bunraku atau drama wayang. Ningyo joruri Bunraku dimainkan oleh sekelompok yang biasanya terdiri dari narator, pemain, shasimen, dalang, dan pemain musik. Penampilan ini diputar setiap hari dan Anda harus menyaksikan keunikan kesenian yang mendunia ini.
Perbedaan permainan wayang yang dimiliki Bunraku Theater Osaka adalah jika biasanya digerakan oleh seorang dalang dengan bantuan batang kayu atau tali, di drama wayang milik Jepang Anda akan mendapati gerakan wayang yang digerakan langsung oleh orang-orang yang memanipulasi diri mereka dengan busana yang sewarna dengan background sehingga tidak terlihat. Hal ini dinilai sanga jenius oleh banyak pengamat seni .
Setiap akhir pekan Anda akan mendapati Bunraku Theater Osaka selain dipadati oleh wisatawan, juga ramai oleh siswa-siswi SMA yang turut serta berdseakan di ruang pagelaran. Hal tersebut menjadi satu bkti nyata bahwa kesenian asli milik Jepang ini sudah berhasil dilestarikan dan tak hana menyisir kaum tua atau orang-orang tertentu yang memiliki ketertarikan dalam seni saja, tapi juga semua kalangan termasuk pelajar yang masih hijau.
Aneka Makanan Lokal Khas Osaka Tahukah Anda kalau orang-orang Osaka memiliki tradisi makan yang “gila”. Maksudnya mereka lebih senang membelanjakan uangnya untuk membeli makanan. Bahkan sampai dikenal istilah “kuidaore” yang bermakna “makanlah sampai Anda drop = kenyang”. Istilah tersebut sengaja untuk menggambarkan kebiasaan warga Osaka yang doyan makan. Disaat yang bersamaan—karena mereka doyan makan—menuntut setiap restoran dan masakannya memiliki standar tinggi. Makanya itu, tak mengherankan kalau Osaka sangat kaya dan berkualitas hidangan lokalnya. Beberapa diantaranya telah tenar sampai ke tingkat nasional bahkan digandrungi wisatawan mancanegara. Meskipun begitu, jangan sampai khawatir harganya mahal. Berikut ini merupakan sejumlah makanan yang berharga ekonomis.
Takoyaki
Makanan lokal ini berbahan dasar gurita. Takoyaki dibuat dari adonan tepung dan telur yang digunakan untuk mengolesi irisan gurita, acara jahe, dan daun bawang. Dicetak menggunakan pan takoyaki khusus, berbentuk seperti bola kecil. Saus takoyaki dan topping lainnya seperti mayones, bonito kering kemudian ditambahkan untuk semakin melengkapi jajanan populer ini. Pernahkah Anda mencobanya?
Okonomiyaki
Ialah pancake yang sangat populer di Jepang dan banyak penggemarnya. Okonomiyaki ini dibuat dari campuran bahan-bahan seperti cumi-cumi, udang, gurita atau daging yang kemudian dicampurkan ke dalam adonan tepung yang dimasak dan dimakan bersamaan dengan saus okonomiyaki, mayones, bonito kering dan lainnya. Di beberapa restoran, okonomiyaki ini dibuat sendiri oleh pelanggan di meja mereka.
Kushikatsu
Kushikatsu ini dibuat dari sayuran dan daging—umumnya menggunakan kedua bahan tersebut. namun kini telah ada kushikatsu yang dibuat dengan mencampirkan stroberi. Tempat makan kushikatsu di Osaka, salah satunya ialah di Shinsekai.
Kitsune Udon
Bisa dibilang makanan ini cukup sederhana yang mana bahannya dibuat dari udon atau mie gandum tebal yang disajikan dalam sup panas dengan sepotong tahu goreng.
Dari beberapa makanan lokal diatas, makanan yang manakah yang akan Anda pilih? Tak ada salahnya untuk menjajal semuanya!
Tertarik untuk ke Osaka Jepang ? Dapatkan informasi selanjutnya dari paket wisata osaka jepang kami.
Informasi Wisata Dunia lainnya : Wisata Indonesia