Life after PM
Sudah 4 bulan meninggalkan penempatan, rompi hijau sakti itu kini tergantung rapi di lemari, tak pernah kusentuh lagi. Tapi rasanya pembelajaran setahun kemarin belum banyak kupetik hikmahnya. Mungkin, justru pengalaman ini jadi refleksi seumur hidup. Aku bisa berkaca pada masa-masa itu, ketika aku menemui pengalaman menantang yang serupa.
Mungkin beberapa tulisan kedepan akan kuisi tulisan kilas balik kisahku sebagai PM, yang tak sempat kutuliskan saat aku berada di sana. Menuliskan kembali momen PM sebagai obat rinduku dengan momen-momen di penempatan, juga sebagai pengingat bahwa pembelajaran itu telah membersamai diriku hingga seumur hidup. Pengalaman yang meski cuma setahun itu, ternyata berarti banyak bagiku yang menjalani.
Dulu saat sebelum berangkat pelatihan ke Jakarta, ada beberapa kawan dekat yang mendoakan "semoga menemukan apa yang dicari dan dikejar". "Perjalananmu tidak akan mudah, tapi worth it dengan pembelajaran yang kamu dapatkan di sana". Aku juga tergelitik untuk menuliskan hasil refleksi perjalananku selama setahun atas doa-doa mereka ini.
Semoga ada energi untuk menulis ya, karena bagiku menulis ini memerlukan energi yang banyak menguras pikiran dan hati. Semoga dengan menulis juga menjadi perjalanan pulih tersendiri untukku.















