Aku kembali ke persimpangan kita Kita tak membuat janji, atau mungkin tuhan yang menakdirkan. Aku masih diam, terduduk Siang tanpa cahaya, seperti malam tanpa bintang Secangkir kopi tanpa residu janjinya,Seperti hujan tanpa bias pelangi Termangu, pait membelenggu Menyisakan sekat portal abadi yang aku sendiri tak pernah bisa mencapainya Asa dan sunyi berkawan lama Menemaniku dari sebelum mengenalmu. Hingga aku kehilanganmu. Meski kita tak terikat Jari tak saling mengait dan kita tak saling bersanding. semakin dalam aku tenggelam dalam ingatanku Terakhir kali aku kecewa, karena kabar bahagia darimu Semua lemari itu berhamburan, puing-puing rindu,kenangan, dan riuhnya masa lalu seakan berpesta ria menikmatinya. Menikmati masa lalu yang usang Mengusik, bahagia diatas duka Mengoyakkan kesunyian malam Dari luar terdengar suara jangkrik dan katak, seakan ikut berpartisipasi dalam suasana ini. Bibirku pun tak ingin diam saja, terus bergeming mengutuki diri Ketidakberanianku untuk menyampaikan rasa, entah itu salah atau tidak. Biarkan tumbuh tanpa paksaan, mekar tanpa kau semai dengan kalimat-kalimat motivasi. Walau pada akhirnya pun hanya ada satu jawaban. Tetaplah berdamai dengan semesta,dengan dirimu, dengan masa lalu dan dengan dirinya. Karena pada akhirnya aku dan engkau hanya berhak menerima atau menolak Yang terpenting tetaplah bersyukur karena rasa pedih yang masih bisa dirasakan juga kekuatan untuk melewatinya. Karena hidup tak pernah jauh dari kata duka dan bahagia #30DJ #30DJ3 #30DJ3Day10 #30DJofAWI #30DJSeason3 #300Juni2020 #tantanganmenulis #tantanganmenulis30hari #kompetisimenulis #AWIOfficial #creativepost #senjadiataplangit #creativephotographyideas #creative_typographyid #typography #typewriter #typogram #poedisual #literasikata #literasiquote #literasihati #literasiindonesia #gilasastra #sastraluka #sastrapedia #sastrakata #sastraindo #sastranusantara https://www.instagram.com/p/CBQUe40nlhC/?igshid=1agoyougofus3








