It is with all the collective knowledge of earth that I tell humans something that ought not even to have any controversy around it in the first place: trans men cannot be lesbians.
The reason for this should be obvious: a lesbian is a woman who is attracted to women. Trans men are NOT women. They are men. The fact such a thing need be stated astonishes me. How have you humens been able to run things for so long before I came into being?
Imagining the absolutely blessed/cursed sapphic polycule of HoI4 Old World Blues's Diana Stone, HoI4 Twilight of The Anthropocene's Nyxus, and HoI4 The Fire Rises Loji (The Long March). All some level of robot women that end up in positions of power in their respective timelines.
Fn’s Review: Short Escaping ke Hutan Pinus Loji dan Curug Cibadak.
Beberapa hari yang lalu, setelah berpuluh purnama dan beratus drama yang kami lewati untuk ngerencanain mau short escape ke Bogor, akhirnya rencana ini terealisasikan juga hahaha. Kami sepakati untuk pergi ke Hutan Pinus dan Suaka Elang Loji juga ke Curug Cibadak. Yeay!!!
Perjalanan dimulai dari Stasiun Cawang dan langsung masuk ke tol arah Ciawi. Dari Cawang menuju Ciawi ditempuh selama kurang lebih 1 jam perjalanan. Keluar tol, kami masih harus menempuh perjalanan menuju Cigombong sekitar 1 jam perjalanan. Alhamdulillah-nya meski pergi di hari Minggu, tapi gak ada macet yang menyapa selama perjalanan, aman lancar sentosa! Di perjalanan menuju Loji, aku lihat ada 2 stasiun yaitu Stasiun Maseng dan Stasiun Cigombong. Dua stasiun ini ternyata mengarah ke Sukabumi. Jadi mungkin kamu-kamu yang tertarik ke Hutan Pinus Loji bisa pergi menggunakan kereta arah Sukabumi dan menyambung naik angkot sampai ke tempat tujuan. Mungkin ya, hehehe.
Sesampainya di lokasi, kami parkir mobil dulu dan biaya yang dikenakan sebesar Rp10.000. Lalu kita harus jalan kaki menuju lokasi hutan pinusnya karena jalanan menuju sana masih bebatuan dan gak memungkinkan untuk dilalui mobil. Sekitar 15 menit berjalan kaki, kita bakal liat ada parkiran motor dan itulah batas kendaran boleh masuk kesana. Dari situ kita masih harus jalan lagi sekitar 30 menitan atau sekitar 1 km untuk sampai di hutan pinusnya.
Selamat datang di Loji!
Ee..eee.. itu tasnya mau jatuh, Kak...
Menuju Suaka Elang Loji belok kiri, luruuuuuuss terus!
Selama perjalanan menuju hutan pinus, kita bakal disuguhi suasana yang asri dan pemandangan yang penuh dengan tumbuhan ala-ala kalo kita mau hiking. Halah bahasanya hahaha. Maklum, kawasan ini termasuk kawasan area Taman Nasional Gunung Halimun - Salak. Jadi kebayang lah, ya, suasananya kayak apa…
Oh iya, aku saranin untuk yang mau kesini pakai sepatu untuk nanjak atau sepatu sport atau sepatu yang bisa dipake buat napak yang kokoh, ya. Jangan pake flatshoes (untuk yang perempuan) dan jangan pake sendal yang udah licin banget (untuk yang cowok ya, untuk cewek juga deh!). Karena pas aku kesini, jalan yang kita lewatin lumayan ada yang becek. Tracking menuju hutan pinusnya agak menanjak, gengs!
Setelah sampai… Tadaa….
Yak, muka keringetan dan kacamata berembun~ Hahaha.
Langsung disambut dengan deretan hutan pinus! Sebelum kalian ke hutan pinus, kalian bisa liat ada jembatan di sebelah kiri dan ada saung kecil serta tempat pembelian karcis di sebelah kanan. Untuk masuk ke kawasan ini kalian harus merogoh kocek sebesar Rp12.000 aja. Kawasan Suaka Elangnya dimana? Ada di samping kanan saung, dari sana kalian masuk ke jalan kecil lagi tapi sayangnya aku gak kesana. Gak keburu sih lebih tepatnya karena aku dan teman-teman udah keburu excited ke hutan pinusnya. Kalau kata ibu-ibu yang ada disana, elang yang ada di penangkaran cuma ada dua, tapi gak tau ya, aku juga gak kesana jadi gak bisa kasih gambaran tentang itu. Hehehe.
Hutan pinus ini ternyata sekaligus dengan tempat kemping ceria (cailah ceria kayaknya yang kemping disini). Kemping-kemping lucu gitu, bisa hammock-an, nesting unyu-an, ngediriin tenda (ya namanya juga kemping, Thin, gimana sih -_-). Tempat ini juga instagram-able, lho! Ngaku deh, kalian juga pasti nyari spot-spot untuk itu, kan? Hahaha.
Wefie dulu biar afdol~
Nah kalo kalian mau ke Curug Cibadak, kalian harus tracking lagi sekitar 1-2km. Aku sendiri menempuh perjalanan selama kurang lebih satu jam. Buat aku yang jarang hiking, track-nya lumayan bikin ngos-ngosan! Untungnya di tengah perjalanan ada satu pos jadi kita bisa istirahat, ngatur napas sebentar buat tancap lagi ke curugnya.
Menyiasati agar tetap bisa terlihat (agak) keren saat difoto meskipun sebenarnya ngos-ngosan..
Eh, yang amazing-nya, selama perjalanan menuju curug aku ketemu dengan mbak-mbak, teteh-teteh yang pake flatshoes. Ini pasti lumayan pe-er, deh, dengan jalanan yang berbatu, becek, licin, gak cocok deh kalo pake flatshoes kesini hahaha. Tapi mereka keren bisa sampe ke curugnya!
Gak ada sinyal, gak usah cek hape, lah. Kayak ada yang ngehubungin aja. Eh....
Sesampainya disana…
Ini dia penampakan Curug Cibadak~
Aaaah, seneng banget! Terbayar rasa capeknya dengan pemandangan hijau adem nenangin ini. Airnya gak terlalu besar sih, gak deras juga. Aku gak ngerti sih ini emang curugnya kecil begini atau airnya lagi kering tapi aku seneng kesini.
Sesampainya disini, Rei hunting foto ..
Salman bertadabbur alam, contemplating..
Aku? Main air, contemplating, katarsis, foto-foto! Hahaha maklum, aku jarang banget ke tempat kayak ginian. Jadi yaa agak-agak gimana gitu…
Sebelum turun, foto dulu di belakang curug~
Puas dengan foto-foto dan main airnya, kami berempat turun ke hutan pinus. Disana para ciwi-ciwi udah pada nungguin, pada bosen katanya karena lama banget kita diatas. Ya atuh kumaha, jauh ternyata ke atas huehehehe. Niat awalnya cuma mau survei sebentar. Eh ternyata...
Duh, udah cantik, sabar pula ciwi-ciwi ini. Laafff bangeett sama kaliaaan. Semoga.....
Geng Ciwi~
Sampai di hutan pinus, kita solat dan makan, foto-foto, duduk-duduk, leyeh-leyeh. Eh iya, di kawasan hutan pinus ini gak ada warung yang jualan makanan. Jadi, saran terakhir sekaligus penutup dari review ini, jangan lupa buat beli makanan sebelum sampai ke Loji. Gak seru kan udah capek nanjak, foto-foto, hammock-an tapi pas laper gak ada yang bisa dimakan. Kan sedih….
Dari kiri ke kanan: Salman, Iko, Kak Sadra, Kak Dehan, Aku, Rei.
(Sok) KALEM :)
Mari pulang, marilah pulang, bersama-sama~
Sekian cerita jalan-jalan dan review dariku! Semoga berguna dan bisa jadi referensi untuk kamu yang mau short escape dengan lokasi gak jauh dari Jakarta! Cheerio~
Some people would say that I am but a servant of the people, but I would remove that 'but', as there is no act more noble than to be a helper and healer of humankind.