Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin sahabat tumblr❤
@tentang-saya

seen from Switzerland
seen from Hong Kong SAR China
seen from India

seen from Poland
seen from Germany
seen from United States

seen from Türkiye
seen from Türkiye
seen from Yemen

seen from United States

seen from United States

seen from Türkiye

seen from Türkiye

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Taiwan
Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin sahabat tumblr❤
@tentang-saya
Bersih-Bersih Nisfu Sya’ban
Ide menulis tentang Nisfu Syaban, atau pertengahan bulan Syaban penanggalan hijriah mulai bermunculan sejak dua hari lalu.
Sebelum mulai menulisnya, seperti biasa harus melewati beberapa saringan pertimbangan. Menepikan apa kata manusia, hanya apa kata Tuhan, dan tidak sedang menganjurkan hal-hal yang kita sendiri belum kerjakan, seperti nasihat baginda Nabi Muhammad SAW.
Mengenal kebiasaan mengistimewakan Nisfu Syaban nanti di usia 24 tahun. Kebiasaan saling memaafkan sebelum memohon agar catatan keburukan setahun lalu beroleh ampunan-Nya, juga kesempatan memohon nasib baik dan menolak nasib buruk setahun akan datang, diantar dengan puasa sunat, salat malam, lantunan dzikir, dan alunan ayat Qur'an.
Sebelumnya belum pernah. Baik di rumah atau dalam selipan nasihat guru mengaji a-ba-ta masa kecil, sesepuh jamaah masjid depan rumah, belum ada yang memberi tahu keutamaan pertengahan bulan Syaban. Kecuali keutamaan bulan Syaban yang tepat sebulan sebelum memasuki Ramadan; terlarang membunuh, berperang, utamakan sebulan penuh menyemai perbuatan baik. Latihan persiapan sebelum memasuki Ramadan.
Menurutku, semua manusia yang beriman pernah mengalami fase nabi Ibrahim AS., menyangka dan mereka-reka Tuhan kemudian terbukti bukan Tuhan. Juga fase nabi Musa AS., yang menuntut pembuktian keberadaan, wujud, hingga kemahakuasaan Tuhan. Artikel ini tentang itu, bukan tentang bid'ah atau tidak, mengistimewakan pertengahan bulan Syaban. Tapi berbagi pengalaman menjalani fase nabi Ibrahim AS. dan fase nabi Musa AS. Bila aku dengan nasab dan nasib manusia kebanyakan pernah melaluinya, maka semoga semua muslim (dengan ijin Allah SWT.) juga berkesempatan mengokohkan akar utama akidah tauhidnya.
Fase Musa AS. tahap I (masih banyak tahapan lagi sesudahnya, karena semua tentang Tuhan tidak mengenal akhir) selesai tahun 1991, di usia sekitar 17 menjelang 18, setamat SMA.
Entah dari mana bisikan kesombongan usai mencocokkan jawaban UMPTN yang hasilnya benar sekitar 80%, "Sekarang waktunya 'menantang dan menguji' Tuhan".
Untuk lulus di perguruan tinggi negeri hanya butuh jawaban tes benar 70% dengan bobot nilai +4 jawaban betul, -1 untuk jawaban salah. Nilaiku melebihi ambang batas minimal kelulusan, di atas kertas pasti lulus.
Lucunya, menantang dan menguji kemahakuasaan Tuhan kulakukan dengan salat, sunat hajat dua rakaat. Kalau memang Engkau Maha Kuasa, maka hanya kuasa-Mu yang bisa membuatku tidak lulus, bisikku di sujud terakhir. Sebulan kemudian aku tidak lulus UMPTN.
Kadang masih merasa 'dongok' mengenang kejadian itu, tapi di sisi lain bersyukur, Tuhan tidak marah dengan kelancanganku. Bersyukur, pembuktian yang kucari tanpa mengorbankan umur dan waktu orang lain, hanya diri sendiri. Kemudian kuliah setahun di fakultas Ushuluddin, belajar lagi dasar-dasar Aqidah dan Filsafat.
Lima tahun setelahnya, berbekal dalil naqli (qur'an, hadits, dan pemikiran alim-ulama) dan dalil aqli (pikiran, nalar, dan logika). Bukannya makin tenang ketika memasuki fase nabi Ibrahim AS., di usia 24 ketika sedang liar-liarnya, gaya hidup urakan dan malam di jurusan Arsitektur, juga pengaruh lingkungan pergaulan semasa kuliah yang: "Islam yes, ibadah formal dan wajib nanti dulu." Dalam waktu yang hampir berdekatan, Tuhan mengatur pertemuan dengan seorang guru mengaji yang majelisnya hanya mengajarkan syahadat, tata cara berniat, bersuci dan salat. Menurut mendiang, salat adalah kunci, tiang utama setelah pondasi berupa syahadat dan niat diluruskan.
Fase yang konteksnya sama dengan pencarian nabi Ibrahim AS., meski bentuknya bukan lagi menduga bulan, bintang, dan matahari sebagai Tuhan, tetapi dengan mempertanyakan syahadatku sendiri, yang: "kami bersaksi", bukan berjanji atau bersumpah.
Terjawab oleh lantunan doa-doa yang dibisikkan murid mendiang sambil menunggu waktu berbuka puasa di hari ketiga pertengahan bulan Syaban.
"Tidak Tuhan kecuali Dia Yang Maha Suci, dan sesungguhnya kami termasuk orang yang zalim," Jadi pengantar setiap bait doa yang dibaca murid-murid mendiang ketika itu.
Wah! Keren sekali 'perjalanan' syahadatnya.
Selama ini aku hanya mengaku-ngaku bersaksi, dengan cakrawala pemahaman yang menampung begitu banyak zat dan rasa yang agak tuhan, namun dari semua yang --sadar atau tidak-- pernah kupertuhankan termasuk cinta, hanya Allah yang benar Tuhan. Sementara majelis yang tidak terganggu denganku yang tidak berpuasa, sudah mentidak-tuhan-kan yang lain.
Itupun, Tuhan, masih mereka sucikan dengan Maha Suci dari segala prasangka, perspektif, gambaran, dan harapan dari diri sendiri yang zalim.
"Jangan keburu senang Nak, kami baru selesai men-tidak-kan, belum selesai meng-iya-kan Tuhan. Tolong belikan satu botol sirop dan es batu, agar ada bagian pahala puasa sunat buatmu, usai magrib ngobrol lagi," teguran yang membuat keningku kembali berkerut.
Usai berbuka dan magrib berjamaah di musallah yang dibangun mendiang di samping rumahnya, mendiang menyempatkan menutup pembicaraan. "Suatu hari nanti, iya atau tidak sama saja, semuanya Tuhan."
Mohon maaf lahir dan batin pokoknya.. Disaat semua hal dari diriku dan keluargamu yang menjengkelkan ini bisa di restart ulang.. yuk setahun kedepan buat keresekan lagi.. untuk @sirtanio untuk @satuatapsby dan untuk negeriku Indonesia #maafmaafan #indonesia #ahmedtessario
Mohon maaf lahir batin yaaa brader braderku 🙏🏽🙏🏽🙏🏽🙏🏽 . . . #illustration #drawing #digitalpainting #dailydrawing #photooftheday #eidmubarak #sketch #colorsplash #character #maafmaafan #jangangoyang
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438H 🙏 Minal ‘Aidin wal Faizin Mohon Maaf Lahir Dan Batin🙏🙏🙏 #idulf itri1438h #HariKemenangan #EIDMUBARAK #MaafMaafan (di Papar, Jawa Timur, Indonesia)
what is the different at the pic above, yes.. my weight !! 2013 = 61 Kg. BMI masih Ideal. 2016 = 74 Kg. #bushetdah menjurus #obesitas mengerikan. Kenangan dan Aktifitas Wajib ketika Lebaran atau Idul Fitri tiba.. SUNGKEMAN, adalah detik detik ketika kita wajib mengutarakan seluruh permintaan maaf atas berbagai kesalahan kecil, besar, menengah , sengaja dan tak sengaja yang berujung dosa kepada kedua Orang Tua. Saling memaafkan merupakan hal terindah yang terjalin pada sesama Manusia dengan nilai kultus penuh kesucian. #lebaran #sungkeman #mintamaaf #keduaortu #parents #keluarga #kenangan #momenindah #maafmaafan #beratbadan #gendut #tubuhideal #perluolahraga #penginkurus #sixpackdream #ngareplangsing