SURABAYA, limadetik.com — Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Surabaya Sanctus Lucas melantik 21 anggota baru PMKRI Cabang Surabaya di Margasiswa PMKRI Surabaya jl. Taman Simpang Pahlawan no 4a Surabaya.
Anggota baru dilantik setelah mengikuti kegiatan pengkaderan selama 6 hari dan dinyatakan lulus sesuai penilaian Dewan Pimpinan Cabang. Anggota Baru…
Makassar, Kabarnusantara.net – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Makassar menggelar Kegiatan Masa Bimbingan (Mabim) di Lembahna Malino sulawesi selatan pada 11-17 Desember 2017.
Kegiatan tersebut merupakan kaderisasi tingkat lanjut setelah sebelumnya PMKRI Makassar menggelar Massa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) pada 22-30 November 2017.
Indonesia negeri yang indah. Begitu banyak kekayaan alam merimpah ruah di bumi kita Indonesia. Banyak Negara-negara asing yang bermimpi mendapatkan karunia seperti Indonesia, begitu banyak sumber daya alamnya dan juga sumber daya manusia yang banyak jumlahnya. Berjuta spesies hewan dan tumbuhan mampu bertahan hidup di alam Indonesia, dan itu adalah beberapa hal dari berjuta hal yang dapat dibanggakan dari Indonesia.
Menjadi Negara dengan penduduk terbanyak keempat di dunia ternyata bukan suatu hal yang dapat dibanggakan bila sebagian besar dari penduduk Negara kita adalah keluarga yang berada dibawah garis kemiskinan dan kemakmuran. Mereka masih hidup terpuruk dan pas-pasan, ditambah lagi angka pengangguran yang tinggi dan jumlah kasus korupsi yang terjadi di Indonesia.
Bagaimana dengan alamnya?
Sangkut paut hal tadi dengan alam yang ingin saya bahas disini adalah bagaimana seharusnya pemerintah dapat membantu masyarakat Indonesia dengan memaksimalkan sumber daya manusia yang ada untuk lebih mengelola alam Indonesia yang sangat kaya ini. Bagaimana uang-uang yang dikorupsi para koruptor sekiranya dapat digunakan untuk perbaikan sarana infrastruktur Indonesia yang masih jauh dari kata bagus.
Tidak jarang kita melihat berbagai macam permasalahan umum seperti sampah di jalan atau asap, baik dari kendaraan bermotor atau lagi-lagi hasil pembakaran sampah, limbah pabrik yang begitu saja dibuang ke dalam sungai tanpa repot-repot menghilangkan kadar racun di dalamnya. Belum lagi rakyat pinggiran sungai yang sudah terbiasa untuk membuang kotoran ke dalam sungai, padahal pasokan air mereka bergantung dari aliran sungai yang sama.
Lalu bagaimana cara kita untuk memecahkan masalah itu semua?
Sebagai salah satu anggota dari warga Negara Indonesia, sudah hakikat kita untuk membantu dan menjaga kelestarian tanah air. Tidak perlu repot-repot membuat aksi turun ke jalan memprotes cara kerja pemerintah, tetapi baiknya mulai dari diri sendiri. Mengintrospeksi sikap-sikap kita selama ini, apakah ada dari sekian banyak sikap kita yang ternyata ikut merusak sumber daya – sumber daya yang dimiliki Indonesia.
Tidak membuang sampah sembarangan, memisahkan sampah organik dengan anorganik, menggunakan kendaraan umum dan sadar akan pemakaian pasokan listrik menjadi beberapa contoh simpel yang dapat kita lakukan untuk merawat lingkungan.
Bila kita sudah merasa mampu, maka jangan sungkan untuk mengikuti gerakan-gerakan yang membantu merubah keadaan Indonesia menjadi lebih baik kedepannya. Ikut aksi-aksi hijau ataupun turun langsung memberikan pengarahan ke masyarakat menengah ke bawah mengenai pentingnya menjaga lingkungan kita.
esensi penugasan :
kita dapat lebih mencintai negeri kita indonesia dengan lebih mengenal keadaan-keadaan langsung di lapangan dan melatih kepekaan kita terhadap lingkungan sekitar dengan menganalisis keadaan yang terjadi.
Menyandang kata ‘Maha’ di depan kata ‘siswa’ berarti banyak. Maha berarti harus belajar mandiri. Maha berarti tidak menunda-nunda lagi. Maha berarti bertanggung jawab, dan maha berarti berusaha. Sebenarnya masih banyak sekali arti dari kata ‘Maha’ itu. Kata ‘Maha’ menambah makna sangat banyak dari kata ‘siswa’.
Mahasiswa. Memang daritadi itu yang saya bahas. Sudah bukan lagi sekedar siswa, kita juga harus merubah sifat-sifat dan kebiasaan dari yang tadinya hanya sekedar siswa menjadi mahasiswa yang lebih dewasa dan lebih bertanggung jawab.
Menjadi mahasiswa berprestasi memang tidak mudah, butuh banyak perjuangan dan usaha, tetapi bukan berarti tidak bisa. Mungkin pada awalnya di masa-masa transisi dari siswa menjadi mahasiswa agak sulit karena harus menyesuaikan cara belajar dulu di bangku SMA yang selalu dimanja oleh guru, menjadi mahasiswa yang mandiri dan harus telaten dengan tugas-tugas yang diberikan dosen.
Akan terasa sedikit aneh bila seorang mahasiswa tidak mendambakan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang tinggi, banyak juga yang mendambakan cum laude. Dengan indeks prestasi tinggi, katanya dapat membuktikan seberapa cerdas kita berjuang di ranah perkuliahan. Tetapi apakah hanya dengan IPK saja bisa menjadi jaminan akan mudah diterima kerja?
Banyak kakak-kakak saya di FKM yang berpesan agar tidak jadi mahasiswi yang ‘kupu-kupu’. Yang dimaksud dengan kupu-kupu disini adalah ‘Kuliah-Pulang – Kuliah-Pulang’. Berkuliah hanya semata-mata untuk belajar, mendapatkan nilai dan gelar cum laude, yang penting sudah masuk kelas kemudian pulang.
Di perkuliahan ini banyak sekali organisasi-organisasi di bidang yang berbeda-beda yang tersedia untuk tiap mahasiswa mengikutinya. Namun sayangnya masih banyak yang percaya bahwa organisasi-organisasi itu menghambat prestasi di bidang akademik.
Berorganisasi rasa-rasanya dapat dikatakan sebagai hal yang bermanfaat. Mungkin dulunya kita adalah seseorang yang extrovert, namun setelah berorganisasi kita dapat mengungkapkan pendapat dengan tenang dan lebih percaya diri
Menurut saya sendiri, dengan mengikuti organisasi, kita akan diajarkan soft skill yang tidak diajarkan pada mata kuliah akademik. Tentu saja pengalaman-pengalaman baik menyenangkan ataupun menyedihkan yang nantinya akan dapat dijadikan pengalaman. Belum lagi tentu kita akan mendapatkan banyak kesempatan untuk bersosialisasi dengan banyak orang di luar sana.
Tentu akan berbeda bila mahasiswa yang aktif berorganisasi dengan mahasiswa kupu-kupu bila nantinya dihadapkan dengan situasi masalah yang sama. Belum tentu mahasiswa kupu-kupu dapat berkomunikasi dan bertoleransi sebaik mahasiswa organisatoris yang aktif dengan orang banyak.
Yang sulit dalam berorganisasi mungkin hanya time management, tetapi jika kita sudah handal dalam hal itu, bukanlah hal sulit untuk menjadi mahasiswa berprestasi yang aktif dalam organisasi. Perlu diingat pengalaman berorganisasi dapat menjadi bekal kita ketika nanti kita akan bersaing di dunia kerja yang menuntut kita untuk berhadapan dengan orang banyak. Dan jangan salah, pengalaman mahasiswa dalam berorganisasi di dalam kampus juga akan dinilai dan merupakan salah satu factor penting untuk suksesnya kita kelak.
Jadi, masih mau kupu-kupu?
Esensi Penugasan:
Selain untuk memenuhi tugas mabim OKK IM FKM UI 2014, tulisan ini berguna untuk menjelaskan kepada setiap mahasiswa manfaat dari berorganisasi dan memotivasi menjadi mahasiswa berprestasi yang sekaligus aktif dalam organisasi
Melihat anak-anak dibawah umur dengan santai menghisap rokok di depan umum bukan hal yang jarang lagi ditemukan di Indonesia. Seperti Irwan anak berumur tujuh tahun yang sudah merokok mulai dari umur lima tahun. Irwan mengaku di jam delapan pagi ia sudah menghabiskan batang rokok kelimanya. Ketika ditanya mengapa ia merokok, ia menjawab dengan santai bahwa ia ingin bebas, ia menjelaskan kembali bahwa bebas yang ia maksud adalah bebas berkumpul dengan anak-anak seumurannya dengan merokok bersama.
Fakta yang ada dua pertiga dari penduduk priamerokok kemudian satu pertiga dari jumlah penduduk merokok dan sampai saat ini masih belum ada tanda-tanda angka itu akan berkurang.2/3 dari pria merokok, 1/3 dari penduduk merokok dan tidak ada tanda akan berkurang.
Yang lebih mencengankan lagi setelah tersebarnya video anak berumur dua tahun dari Sumatera yang sudah merokok, video tersebut sangat amat menarik perhatian dunia. Disitu dijelaskan berapa batang rokok yang ia habiskan dan bagaimana anak itu akan mengamuk bila tidak mendapat rokok.
Seto Muljadi sebagai ketua KPAI mengatakan KPAI telah memperlihatkan hasil penelitian Komisi Perlindungan Anak Indonesia sejak tahun 2001 sampai dengan 2007, jumlah perokok balita meningkat 400% dan menurut Komnas Anak hal tersebut disebabkan oleh banyaknya promosi iklan rokok di ruang publik. Seto mengatakan juga bahwa periklanan adalah kesalahan utama. Indonesia sendiri salah satu negara yang tidak menanamkan peraturan ketat untuk periklanan tembakau.
Para produsen rokok secara terang-terangan menargetkan pemuda-pemuda dengan cara mensponsori acara-acara yang memang telah ditargetkan untuk para pemuda. Hal tersebut membuktikan bahwa Indonesia memang impian bagi banyak produsen rokok karena tidak adanya peraturan yang ketat.
Dr. Yusharman, Direktur Jenderal untuk Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, mengatakan bahwa memang ada peraturan pelarangan merokok namun sampai saat ini tidak ada peraturan secara spesifik yang mencegah anak dibawah umur untuk tidak merokok.
Memang ada rencana peraturan untuk melarang periklanan tembakau saat ini yang sedang diperbincangkan di Kementerian namun masih menjadi sekedar pertimbangan karena adanya keberatan dari pihak produsen tembakau.
Dr. Yusharman menjawab bahwa ia akan melarang periklanan tembakau secara ragu ketika ditanya. Mengenai perjanjian yang dicanangkanoleh World Health Organization (WHO) tentang tembakau ia berkomentar bahwa perjanjian tersebut bukanlah tanggung jawab dari Kementerian Kesehatan melainkan tanggung jawab dari Kementerian Perdagangan.
Isi dari perjanjian tentang pengendalian tembakau oleh WHO telah terungkap jelas sejak tahun 2003. 171 negara telah menandatangani, mereka telah setuju bahwa ada ancaman kematian yang disebabkan oleh tembakau, mereka setuju bahwa pelarangan dalam pengiklanan tembakau akan mengurangi konsumsi tembakau dan pemerintah sudah sepantasnya membatasi penjualan produk dari tembakau kepada anak yang secara undang-undang berada di bawah umur.
Enam juta orang Indonesia menggantungkan hidupnya pada kelangsungan industri tembakau. Seperti sekitar 500 wanita yang bekerja di pabrik rokok kretek di Jawa Timur dapat membungkus satu bungkus rokok dengan kecepatan yang menakjubkan. Rokok kretek dibebaskan dari pajak sehingga membuat adanya pendongkrakan di penjualan dan menjadikan rokok asal Indonesia menjadi salah satu rokok termurah di dunia. Jadi banyak orang punya pekerjaan dan 90% dari orang Indonesia memilih rokok kretek.
Tetapi berbicara tentang resiko kesehatan, pemilik salah satu pabrik rokok kretek di Jawa Timur beranggapan bahwa merkokok merokok kretek itu lebih sehat daripada rokok umumnya yang hanya mengandung tembakau, karena di dalam rokok kretek mengandung cengkeh adalah salah satu desinfektan yang membunuh kuman. sehingga ia percaya jika rokok kretek lebih sehat daripada rokok pada umumnya. Ia pun mengatakan bahwa ia memberikan kehidupan bagi orang-orang kurang mampu melalui usaha rokok kretek miliknya.
Ia juga beranggapan bahwa sebenarnya yang membahayakan hanya asap pembakarannya aja, yang berarti asap-asap itu bisa berasal dari asap motor, asap polusi bahkan ia menambahkan bahwa asap yang mengandung karbon monoksida lebih banyak membunuh orang di jalanan akibat polusi yang ditimbulkannya.
Imam Anwar Ibrahim merujuk ke Al-Quran untuk jawaban dari semua ini, beliau mengatakan bahwa manusia diperintah untuk berdoa oleh Allah supaya meminta hasanah di dunia, hasanah termasuk di dalamnya kesehatan badan. Ibrahim berasal dari konsultan MUI yang sangat berpengaruh, ia sedang mempersiapkan fatwa yang akan dikeluarkan pada bulan maret yang melarang wanita dan anak-anak untuk merokok, walaupun banyak protes terjadi dari para industri tembakau.
Beliau mengatakan bahwa MUI memberikan rekomendasi supaya DPR membuat undang - undah larangan merokok di tempat umum jadi ada larangan tersendiri untuk anak-anak dan wanita kemudian pemerintah pusat dan daerah diminta membuat regulasi di depan umum. Para ilmuwan diminta untuk melakukan penelitian tentang manfaat tembakau selain untuk rokok. Namun sayangnya, pemerintah masih banyak sekali mengambil pajak dari rokok.
Sekitar 6 milyar dollar yang didapat pemerintah dari penjualan rokok menjadi salah satu alasan mengapa pemerintah tidak memperlakukan kebijakan khusus dalam penggunaan tembakau. Perusahaan-perusahaan besar seperti Sampoerna bahkan tidak tinggal diam menghadapi usaha-usaha yang dilakukan pihak-pihak tertentu untuk membatasi penggunaan tembakau. Diakui oleh Seto Muljadi bahwa pihak Sampoerna pernah menawarkan dana yang tidak sedikit untuk membuat Komnas Perlindungan Anak tidak melancarkan aksi-aksi yang dapat menghambat jalannya usaha industri rokok Sampoerna.
Esensi Penulisan:
Esensi dari penulisan ini selain untuk memenuhi tugas mabim OKK FKM UI 2014 adalah agar menambah ilmu pengetahuan tentang permasalahan rokok di Indonesia terutama pada anak-anak dibawah umur yang terjadi, juga agar menghimbau kita lebih peduli terhadap lingkungan dengan tidak ikut-ikutan merokok.
Smoke Alarm - Indonesia: The number of under-fives smoking in Indonesia has increased by 400% in 7 years. For more information and downloads visit: http://ww...