Catatan dari Post "The Perks of Owning So Many Written Posts”
Terpikir nggak post yang mana? Haha. Gak usah dicari juga sih, karena emang udah dibilang di awal isi post sama kejadian waktu itu nggak nyambung sama sekali. Cuma bisa dibilang, saat menulis itu terjadi sesuatu yang (tidak disadari) sangat terkenang jelas (di hatiku ahahaha). Jadi, saat itu adalah masa-masanya kami (siapa lagi kami? aha) sedang menyukai salah satu drama. Tetiba, di travel Arnes, di mana diriku saat itu menulis sambil menunggu bis, aku melihat sesosok orang yang entah kenapa sungguh susah untuk nggak terlihat mata. Miriiiiiip banget sama tokoh utama di drama itu. Entah ekspresi apa yang kutunjukkan saat itu, tetapi yang teringat ya agak kaget aja sih lihat orangnya. Walau sebenarnya yang teringat aku lebih (sok) cool gitu….sih. Hahaha.
Lalu fast forward keesokan harinya, kuberitahu lah teman-teman ku itu (yang aku sebut kami). Dengan isengnya bilang sesuatu yang nggak ada faedahnya, “Kalau ketemu tiga kali…jodoh ya!”
Fast forward lagi!
Ketemu lagi dong di gerbang lama Unpad. Hah. Syok. Syok lagi, tapi waktu itu syoknya barengan sama satu temen.
Akhir ceritanya, saat itu jadi akhir pertemuan aku dan orang yang aku bilang dengan iseng ‘ketemu ketiga kalinya jodoh’ itu. Sesuai kalimat sebelumnya, bisa diketahui bahwa nggak ada pertemuan nomor tiga setelah di gerbang lama.
Selesai deh.











