No title available
RMH
Three Goblin Art
Lint Roller? I Barely Know Her

★
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Stranger Things
trying on a metaphor
occasionally subtle

ellievsbear

titsay
$LAYYYTER
Peter Solarz
Sade Olutola

if i look back, i am lost
No title available
TVSTRANGERTHINGS
Not today Justin
Keni

seen from United States
seen from Brazil
seen from Brazil

seen from Poland

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Canada
seen from United States

seen from Singapore
@ettiiksan
Mulailah dari yang paling bisa kita mulai, sesedikit apapun. Kalau memang benar-benar mau berubah.
Sama halnya dengan alasan-alasan kita untuk tidak memulai. Begitupun mestinya sebaliknya, kita juga harus pandai-pandai mencari alasan untuk segera memulainya, sesedikit apapun.
Dunia Milik Sendiri
"Karna kita ga dihargai, jadi sekarang terserah dia. Banyak bohongnya."
Begitu imbuhnya.
Begitu menyedihkan, karena cerita yang ku dapat secara tiba-tiba itu menunjukkan bahwa hidupnya sekarang penuh kepalsuan.
Hal terakhir yang bisa kuucapkan secara baik-baik untuk memegang erat para sahabatnya pun, dihiraukan.
Ah..kalau begitu dia pun tidak menghargaiku sampai akhir di perpisahan yang kusangka akan baik itu.
Jadi, untuk apa aku terus memberikan kesempatan mendengar dia lagi lain kali? Toh, nyatanya dia tidak merubah dirinya - untuk dirinya sendiri.
Merasa bersalah, minta maaf terus-menerus.
Sebentar.... kau merasa salah, tapi sebetulnya kau tidak tau kesalahanmu. Terus diulang sampai sekarang.
Masa bodoh dengan kehidupanmu yang sekarang, yang kuminta kau tau mana yang selalu menghargai kau sejak dulu - dan tidak boleh hilang sampai kapanpun. Tapi nyatanya, hal berharga itu lambat laun hilang. Aku, menyayangkannya.
Masa bodoh aku hilang dalam duniamu, yang aku harapkan kita bisa bahagia dalam pilihan masing - masing dengan kejujuran. Namun nyatanya, kau tidak lagi memenuhi duniamu dengan kejujuran.
Kejujuran?
Ya. Kejujuran untuk menjadi dirimu sendiri lagi seperti yang pernah kau jabarkan.
Duniamu kesana-kesini kau sesuaikan dengan kepalsuan.
Jadi, duniamu ini sebenarnya milik siapa? Milikmu, bukan?
Kenapa kau tidak bisa menikmati kehidupanmu sekarang dengan kebahagiaan sebenarnya, Tuan?
Duniamu milikmu sendiri, kau harus memaksa ia mengarah pada kebaikan dan kejujuran.
Kau tau? dunia akan berubah ketika kau juga berubah.
Pertanyaannya, berubah ke mana?
Sungguh, aku menyayangkannya. Aku tidak tahu pernah menghabiskan waktu dengan siapa. Jangan - jangan denganku dulu juga sebuah kepalsuan?. Entahlah.. yang jelas aku tidak mengenalmu lagi. Jalan ke masa depan, duniaku akan kusambut dan kunikmati dengan lebih baik lagi. Menghargai seluruh orang baik yang jujur dan juga menghargaiku.
Dan aku bahagia kini.
ways to improve your salah
understand what you are reciting knowing what you are reciting will help you understand the blessings in what you are saying as well as the beauty of salah. this will make you feel more connected with Allah SWT.
have humility and meekness understand that you are facing the Lord of the Worlds, the One, that nothing is hidden from Him and He knows what is in your heart. so earnestly stand before Him and pour out your heart and ask for forgiveness hoping that it will be accepted.
pray as if it is your last prayer this one is important because you truly do not know if it will be your last prayer or not. think to yourself before you pray: if I die before the next prayer, how can I make sure that this prayer is the best prayer I have ever done? and build that into a habit every time where you are praying sincerely with concentration.
imagine that Allah SWT is right there in front of you and is watching you pray He is right there in front of you but sometimes it can be forgotten or not fully appreciated, so it needs to be visualised. imagining Him by your head as you do sujood you will help you gain that humility and meekness and will make you be more concentrated as you are aware that you are praying before the very One who created you, who has blessed you, who is the Most Forgiving and Merciful, subhanallah. this is your time with Allah SWT to worship Him and have a conversation with him so concentrate and bow down to Him sincerely.
understand the blessings in it doing research on the beauty of prayer and the blessings in it will make you never want to miss a prayer and will change a 'i have to pray' mindset to a 'i want to pray' mindset as you will not want to miss out on the beautiful blessings of salah. remember: we need Allah SWT, He does not need us. it is for our own benefit.
set alarms to pray on time this will serve as a reminder that it is time to pray. snoozing the alarm will hopefully cause some guilt which can motivate you to pray and to do it on time.
Teruntuk Kamu...
Semoga jejaring harapan ini bisa menguatkan langkahmu, di 365 hari ke depan yang tidak kamu tahu akan bagaimana kelak kisah perjalananmu. Sudahi kisah lamamu, mari hadapi dan ukir kisah baru. Semoga banyak hal-hal baik menyertaimu!
Treating myself like a friend always encourages me to be kinder and less critical to myself. 💛
Chibird store | Positive pin club | Webtoon
Jangan Seterusnya
Masalahmu takkan pernah selesai jika tidak kamu selesaikan. Hadapi. Tidak apa-apa merasa takut. Hadapi.
Biarkan masalahmu menjadi masa lalu. Jangan biarkan seterusnya menjadi saat ini, mengikuti langkah waktu dan usiamu. ©Kurniawan Gunadi
Kepada siapa keluh kau sampaikan? Kepada siapa tangis kau perlihatkan? Kepada siapa sakit dan kecewa kau adukan?
Jika Allah tujuanmu, yakinlah nak. Dia tidak akan pernah membuatmu kecewa. Dia tidak akan membuatmu bimbang. Dia tidak akan pernah pergi menginggalkanmu. Cukuplah Allah yang jadi penolongmu, jangan berharap pada makhluk.
Nanti kamu kecewa lagi 😊😊😊
Setiap kita punya masa nya....
Dear diri... Gimana rasanya melihat teman-teman dekat selingkaran dulu, sekarang sudah menapaki masanya masing-masing.
Menikah... Memiliki keluarga, memiliki baby yang bahkan mungkin sudah anak ke 2.
Sedangkan diri... Allah masih takdirkan untuk sendiri.
Dear diri... Gimna rasanya tiap hari, tiap ketemu saudara pertanyaan yang wajib terlontar "hei... Jadi kapan? Kenalin dong calonnya".
Didalam hati cuma bilang. Boro-boro Kapan, sama siapa aja belum tahu.
Dear diri... Gimana rasanya terlalu menjadi wanita independen (menurut pandangan orang lain). Cari uang sendiri, manajemen keuangan sendiri, kemana mana sendiri, hadir ke walimah teman sendirian, pergi nonton sendiri, healing dan shoping sendiri.
Bukan karena tak punya teman, tapi.... Satu persatu teman sudah dengan keluarga dan pasangannya.
Mari ambil hikmah dari setiap fase. Bisa jadi Allah belum tetapkan waktu terbaik untuk mu bersading tersebab masih ada amanah yang harus kamu selesaikan, tersebab masih ada ilmu-ilmu pernikahan yang belum kamu pelajari, tersebab Allah ingin lebih-lebih lagi mendengan cerita dan pinta mu di sujud-sujud panjang mu.
Semua ada masanya 💞
Magetan, 08 Oktober 2022
Sudah hampir jam dua pagi. Sudah lebih dari satu setengah jam lamanya aku menangis. Hehe. Entah jadi apa mataku besuk. Aku beri alasan apa ya, kalau ada yang bertanya. Ahh habis nonton drakor yang sedih nih, oke itu jawaban paling cerdas. Banyak orang yang tahu aku sangat suka menonton, dan banyak orang itu juga yang tidak tahu kalau aku sudah begitu lama tidak menonton drakor. Hihi. 🙂
Eehh, kenapa aneh. Kenapa sedihku jadi berkurang saat menulis ini yaa. It's okay nak kicik. Kamu keren dua hari ini. Gapapa, menjadi agen ganda juga tidak mudah ko~ yang kamu lakukan itu baik. Dan ini mungkin jadi salah satu alasan kenapa kamu punya daya tahan tubuh yang baik jika dibandingkan dengan yang lain. Terima kasih, kamu anak baik 🤍
Mau Berubah, tapi Kebanyakan tapi....
Kecemasanku pada usia rasanya melebihi yang lain. Karena satu-satunya hal yang sepertinya tak bisa kukendalikan adalah usiaku ini, terus beranjak detik demi detik. Tapi aku merasa kehidupanku seolah berhenti sejak beberapa tahun terakhir.
Semenjak lulus kuliah dengan kebingungan mau menjadi apa, bekerja seadanya di depan mata sembari menikmati kesepian setiap hari. Karena teman-teman sudah sibuk dengan dunia kerja dan keluarganya masing-masing, aku sibuk dengan duniaku yang berhenti berputar. Kini di usiaku sekarang, aku merasa semakin jauh dari mimpiku padahal aku tidak tahu mimpiku apa sebenarnya. Bisa bertahan dari pagi sampai sore di kantor yang sangat membosankan ini saja sudah syukur.
Sembari menikmati kesepian karena tidak memiliki teman yang banyak. Aku tidak berpikir jauh bahwa harusnya dulu waktu sekolah, kuliah, aku harusnya banyak bergaul. Tapi aku hanya bergaul pada bangku kosong dan kesunyian perpustakaan, enggan berorganisasi, dan banyak hal lainnya yang membuatku tak membuka diri dengan pertemanan. Kini, aku menenggelamkan diriku ke dalam diriku sendiri. Tak ada yang bisa kuajak bicara, tak banyak yang mengenalku, maka wajar kalau tak ada yang tahu keberadaanku, apalagi jatuh cinta padaku dan berniat menikahiku. Rasanya semakin tidak masuk akal kalau aku akan bisa menikah di umur yang semestinya kata orang, ya sudahlah.
Aku tahu, bahwa sebenarnya jalan keluar dari semua ini adalah dengan membuat keputusan-keputusan besar. Tapi, aku tidak punya keberanian yang cukup untuk berhenti dari pekerjaan, untuk berkenalan dengan orang baru saja aku berkeringat dingin.
Rasanya saat aku sendirian saja, aku tidak ingin ditemani oleh diriku sendiri. Rasanya menyebalkan menjadi diriku sendiri. Tapi aku pun semacam tak punya hasrat untuk menjadi orang lain, rasanya tak bisa melangkahkan kaki untuk membuat hidupku berbeda. Aku berharap keajaiban, akan ada orang lain yang membantu hidupku ini. Tapi tidak ada.
Aku dan diriku sendiri, yang ingin berubah, tapi tidak kunjung bergerak. Hanya menatap orang lain dengan pertanyaan dan membandingkan. Begitu selama ini. Aku ingin marah, tapi ini diriku sendiri. KG
Jadi Apa
Sebagai lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain tapi berakhir jadi penulis dan sekarang malah bikin hal-hal lain yang semakin jauh dari bidang kuliah, sepertinya saya masih terus mencari “mau jadi apa” nya. Sembari mencari, berusaha untuk optimal 100% mengerjakan apa yang saat ini menjadi tanggungjawab dan tugas. Saya belajar untuk terus totalitas dari kakak-kakak tingkat saya, keragu-raguan hanya akan membawa keburukan. Ya atau tidak, selalu tidak ada celah untuk ragu. Kadang ketika memilih YA, saya dihadapkan pada kenyataan bahwa ternyata jalannya bukan ini seharusnya. Tapi ketika memilih, karena tidak ragu sama sekali, saya jadi belajar dari keputusan saya saat ini alih-alih berkeluh kesah karena ternyata saya salah memilih keputusan.
Pun ketika memilih TIDAK dan kemudian terbayang penyesalan harusnya mengambilnya dulu, tidak lagi menyesal karena “ya bukan takdir aja”, selesai. Fokus sama apa yang bisa kukendalikan dan apa yang bisa kuusahakan, daripada mengabiskan waktu dan pikiran berandai bisa memutar waktu.
Saya belajar untuk sepenuh hati, totalitas, dan bertanggungjawab pada semua tugas yang kumiliki sekarang. Dan dari sana, mulai terbuka jalan, meskipun saya akhirnya tetap harus memilih dari sekian banyak pilihan yang muncul. Ada yang dipilih, ada yang dikorbankan, adalah pelajaran berikutnya. Saya tidak bisa mengambil dan memiliki semuanya sekaligus, sifat serakah seperti inilah yang akan menghambat hidup.
Akhirnya, kini saya harus kembali di hadapkan pada fase pembuatan keputusan penting dan permanen. Pilihan yang tidak mudah, tapi saya pernah melewati hal serupa delapan tahun lalu. Saya tahu, pilihan manapun yang nanti kuambil, jangan disesali. Kurniawan Gunadi
Menampar Diri
Coba lihat wajahmu sendiri di cermin, sosok yang selama ini tak kamu pedulikan kebahagiaanya. Dikorbankan dirinya untuk melakukan sesuatu yang tak kamu inginkan, tapi untuk menyenangkan banyak orang. Dan kini kamu mengeluh tidak bahagia, tidak tahu harus berbuat apa. Padahal kamu tidak berbuat apa-apa untuk dirimu sendiri. Bahkan membiarkan dia tetap bodoh dengan tidak belajar, membiarkan dirinya tetap penakut karena tak pernah mengajaknya melakukan hal-hal yang berbeda dan menantang, tidak pernah mengambil risiko.
Kamu tidak pernah berbuat apa-apa untuk dirimu sendiri, sekarang kamu mengeluhkan keadaanmu? Yang benar saja. ©kurniawangunadi
Apakah benar kamu tidak seberharga itu?
Apakah diri ini tidak utuh sehingga kita merasa perlu sekali untuk dilengkapi? Apakah diri ini jika sendiri tidak bahagia sehingga kita merasa baru akan bahagia jika bersama? Apakah diri ini tidak berharga sehingga baru merasa berharga ketika kita bisa sama seperti orang lain? Apakah sebenarnya kita tidak mencintai diri kita sendiri tapi menutupinya dengan label mimpi dan cita-cita? Apakah sebenarnya kita tidak bisa menghargai diri kita yang seperti ini adanya? Berharap orang lain dulu yang bisa menerima kita, baru setelahnya kita bisa juga menerima diri kita sendiri? Apa kamu tidak kasihan dengan dirimu sendiri yang selama ini kamu hindari dan sembunyikan? Tak pernah kamu peluk, barang mengucapkan maaf dan terima kasih ke dirimu sendiri? ©kurniawangunadi
Worm composting various materials. Ice is added periodically because it 1) provides moisture and 2) does so at a slower, more controlled rate than liquid water.
If any of my followers would like to try this, these worms can be bought at any bait store/most pet stores. They’re called red wrigglers.
hai.
Sia-sia
Aku terus menguatkan diri atas kemungkinan buruk.
Sejak awal aku sudah menduga bahwa hasilnya tidak akan baik. Karenanya aku tidak berharap banyak. Dan benar, saat itupun tiba. Mengabarinya adalah hal yang menakutkan. Mengucapkan hasil atas apa yang baru saja kuusahakan.
"Sia sia sajalah kalau begitu usahamu".
Deg. Aku beberapa detik terperanjat mendengar responnya atas ceritaku. Haruskah kata-kata itu diucapkan? Benarkah usahaku sia-sia? But why?