Februari ‘F’ nya apa ?
Fa inna ma‘al-‘usri yusrā
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”
seen from China

seen from Canada
seen from Türkiye
seen from Ukraine
seen from Japan
seen from Türkiye
seen from China
seen from China

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Sri Lanka
seen from China
seen from China
seen from Malaysia
seen from United States
seen from China

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from Türkiye
Februari ‘F’ nya apa ?
Fa inna ma‘al-‘usri yusrā
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”
Baper Pada Tempatnya
.
Baper salah?
Sering kita dengar istilah baper alias bawa perasaan.
Katanya menjadi seseorang yang cenderung baper itu gak baik..malah tambah sering di bully..dll
Apa benar?
Bukankah setiap manusia pasti punya perasaan.
Bukankah itu salah satu yang membedakan kita dengan hewan,
Sejatinya baper itu fitrah...tapi kalau salah arah akan membuat masalah.
Jadi baper itu gak masalah selama kita bisa menempatkan sesuai porsinya
Bahkan baper akan membuat kita lebih peka terhadap orang lain dan bagaimana harus bersikap
Baper membuat kita lebih bersyukur
Baper bisa mendekatkan kita pada Sang Pencipta Perasaan
Maka baperlah pada tempatnya karena jika kita baper sembarangan dampaknya juga buruk..
Orang yang baper biasanya mudah tersinggung, mudah galau, mudah percaya, gampang di rayu, mudah berprasangka
Supaya kita bisa baper pada tempatnya maka gunakanlah juga akal
Akal, perasaan dan hati harus sejalan...
Jangan bawa perasaan aja tapi akalnya juga dipake
Jangan pake akal aja tapi perasaannya juga dibawa
Jadi harus seimbang sesuai dengan kata hati
Bukan kesabaran jika masih memiliki batas. Bukan keikhlasan jika masih terasai sakit.
Separuhkopi
Dari sholat berjemaah saja kita diajarkan bahwa,
Kalau ada orang ketiga kita harus mundur
Berhenti meromantisasi masa-lalu.
Berhenti untuk hanya mengingat kenangan baiknya saja, Ingatlah secara keseluruhan dan ingatlah alasan kalian harus berpisah.
—
Bukankan itu lebih adil dan bijak? Walaupun perpisahannya dengan cara yang baik apalagi buruk, so what? Perpisahan tetap tidak terelakkan, bukan?!
Accept and let it go..
Gimana? Qiyamul Lailnya udah?
katanya mau meet up...
wkwkwkwk
Prinsip:
Maju tak gentar, mundur tak surung, ndoyong tak cagak..
Konspirasi "Looser"
"Ada satu fenomena menarik di masyarakat kita, yakni gelar 'Jomblo'. Dan yang lebih parah, istilah 'Looser' yang dilekatkan pada mereka yang belum memiliki pasangan. Saya rasa ini adalah cerminan kegagalan kita sebagai masyarakat untuk mendefinisikan sukses.
Apa sih definisinya looser? Apakah looser itu seseorang yang saldo rekeningnya nol? Bukan. Apakah looser itu yang IPK-nya 1.0? Mungkin. Tapi, anehnya, di sosial media, looser adalah dia yang 'enggak punya gandengan saat malam minggu'.
Ini adalah frame yang diciptakan oleh, guess what? Kapitalisme Romantis.
Coba pikirkan. Siapa yang paling diuntungkan dari malam minggu? Restoran, bioskop, tukang bunga, industri fashion. Mereka butuh Anda percaya bahwa Anda tidak lengkap tanpa pasangan. Mereka butuh Anda cemas, mereka butuh Anda merasa looser!
Padahal, faktanya, si looser dan jomblo yang kalian hina ini, mungkin adalah manusia paling konsisten. Dia konsisten dengan hobinya, konsisten dengan pekerjaannya, dan yang paling penting, dia konsisten menghindari drama yang tidak perlu.
Dia tidak mau terikat, bukan karena tidak laku, tapi karena dia sedang melakukan Resistensi Eksistensial. Dia menolak untuk tunduk pada narasi bahwa 'kebahagiaan harus berdua'.
Mari boikot industri kencan!!! >:(