Mencicip Rasa Kota Besar
Ada yang berdesir setiap melewati kota. Perpaduan kagum juga sedih, kau sebut apa namanya? Kulihat gedung tinggi menjulang seakan saling berlomba. Namun jika menunduk, seorang anak lusuh menjajak kacang tepat di bawah kakinya. Hilir mudik wanita cantik dengan pipi merona. Setelah diikuti, seharian sibuk sikut sana sini hingga tipu dimana – mana. Berbulu domba. Menjelajahi jalan kota tak akan sempat bosan melanda. Ia membius dengan kemegahannya. Hanya jangan heran, jika di persimpangan tercium aroma hak diselundupkan tahta.
Ada yang berdesir setiap mengingat kota. Permainanku sekarang tidak membantu dunia. Dan aku menikmatinya.












