Tentang perasaan yang menggebu tapi kini telah menjadi kelabu, Hasrat ingin memiliki itu sudah pudar, namun ingatan tentangnya masih sangat tajam.
Seolah hati berkata bertahanlah, namun logika bertolak kebelakang,mengingatmu itu layaknya menggenggam mawar yang indah. Semakin kuat kau menggenggam, kau akan semakin perih. karna tanganmu tertusuk duri yang tajam.
Keinginan untuk melupakanmu sangat besar, Tapi tak sebanding dengan seberapa usahaku untuk melupakanmu.
Jadi, Tuan , Maaf bila ku lancang merindu mu di saat ku ingin melupakan, Maaf bila ku tetap menyebut namamu dalam doaku.
Aku tak tau pasti sampi kapan aku akan melantunkan namamu dalam bait-bait doa. Tetapi untuk saat ini aku berharap kau paham, Tak ada yang dapat ku lakukan selain melangitkan doa dan untuk seterusnya biarlah sang maha cinta yang mengantur segalanya :)