Ini tentang Juli, dimana bulan pernah jatuh ke bumi; ia tidak mati, ia hanya tidak mau berlama-lama melihatmu menangis sendiri. Sebab langit tahu apa itu kehilangan; tubuhnya adalah tanah pemakaman. Angkasa adalah kurusetra di mana mayat bintang-bintang bergelimpangan.
Di sana aku pernah memelukmu, menahanmu agar tak pergi, menabrak rasi-rasi yang menertawai kenangan yang kubenci. Selanjutnya matamu, adalah keindahan yang paling kubenci setelah langit; sebab di sana kau pernah menaruh banyak tanda tanya, yang hanya bisa aku jawab sendiri tentu dengan menerka-nerka. Seperti juga mendung waktu itu, yang ternyata tak pernah jadi hujan.
Juli adalah kenangan; berisi puluhan surat-surat rindu yang tak pernah sampai, ratusan kalimat-kalimat tanya yang tak menemukan jawab, juga ribuan benih hujan yang kau tanam di tubuhnya.Di sana hanya ada aku; kerinduan; juga bayanganmu yang diam-diam mengikuti langkah kakiku. Lalu ia membunuh bayanganku.
Ephemeris oleh narasibulanmerah. Solo, 13 Juli 2015. Diaudiosasikan dalam Soundiary, tertuju kepada Bintang di Surga yang sedang beristirahat dengan tenang dalam dekapan Tuhan.
Pic Credit: Ocean, Stars, Sky, and You by muddymelly