Memang, membaca dan mempelajari adalah dua hal berbeda. Tetapi apa yang dibaca tak akan menghilang begitu saja dari kepala. Bahkan banyak yang menyangkut di otak sehingga bisa menjadi modal dasar untuk memahami masalah hidup.
Dikutip dari halaman 83 buku Hatta: Aku Datang Karena Sejarah.
🌱Al-‘Allamah Asy-Syaikh DR. Muhammad Amaan al-Jaami rahimahullah, . 📚“Mempelajari ilmu agama hukumnya wajib ain pada masa ini. Karena banyak campur baur, kekacauan, kerancuan, dan penyesatan.” . 📝Syarh al-Wasithiyyah, 276 . Source: http://www.manhajul-anbiya.net/wajib-mempelajari-ilmu-agama-terutama-pada-zaman-ini/ . #wajib #mempelajari #ilmu #agama #jaman #knowledge #ilm #study #deen #islam #fatawascholars
Saya punya kebiasaan nge-bookmark artikel artikel yang tertarik saya baca namun belum mempunyai waktu. suatu saat, saya iseng melihat daftar bookmark saya lalu menemukan artikel yang sudah lama sekali tak tersentuh, dari tahun 2012, berjudul The Neuroscience of Deja Vu. Well, belakangan saya menjadi sangat tertarik tentang kinerja otak lebih dari biasanya, membuat saya mengklik artikel ini.
Saya mencoba menerjemahkan artikel ini yah dengan kemampuan bahasa inggris yang sekedarnya. Terjemahan saya dapat dibaca dibawah ini, untuk artikel aslinya berasal dari sini.
Ilmu Saraf dari Dejavu
DÉJÀ VU seringkali terasa seperti kita sedang berada di dunia yang berbeda – perasaan yang sulit dijelaskan dari mempunyai pengalaman di sebuah situasi seperti: “Kayanya aku pernah liat ini deh, apa aku pernah disini sebelumnya?” Fenomena ini pun menimbulkan pertanyaan misterius bagi ahli saraf yang mencoba menemukan apa sebenarnya yang terjadi di otak yang membuat ilusi ini.
Mungkin apa yang membuat Déjà vu unik bukan hanya karena ia melibatkan memori palsu dengan sensasi nyata, tapi juga pemahaman bahwa walaupun terasa nyata, memori bisa tidak benar juga. Dan dalam mencari penjelasan, manusia telah datang dari sebuah dunia yang paralel ke perjalanan jiwa yang astral. “seseorang pernah berbicara pada saya tentang bagaimana pengalamannya yang sangat vivid, pengalamannya yang sangat jelas dari déjà vu-nya mengenai sebuah indikasi dari reinkarnasi, indikasi bahwa ia pernah hidup sebelumnya.” Kata seorang ahli saraf kognitif Stefan Kohler di Western University, London, Ontario, Canada.
Mencari sedikit penjelasan supranatural untuk déjà vu, ilmuwan telah mencoba mempelajari otak dan juga memahami situasi mana yang lebih memacu perasaan deja vu tersebut.
Di 2012, studi pertama menggunakan virtual reality untuk menyelidiki Déjà vu di laboratorium mengungkapkan bahwa tata letak tempat adegan dapat memicu déjà vu. Psikolog kognitif Anne Cleary di Colorado State University,Fort Collins dan rekan-rekannya melakukan penelitian pada mahasiswa yang memakai video display,dipasang dikepala untuk menampilkan yang kemudian menenggelamkan mereka dalam virtual-reality penggambaran 3D dari struktur sebuah desa yang mereka disebut "Deja ville." The Locale, dibuat menggunakan permainan "The Sims 2," termasuk 128 adegan yang dibagi menjadi berpasangan. Setiap anggota pasangan ini diam-diam memiliki objek seperti karya seni dan kursi di tempat yang sama pada grid yang sama dengan pasangannya tadi untuk membuat layout ruang yang identik.
Para ilmuwan menemukan bahwa déjà vu paling sering terjadi ketika scene baru (adegan baru) yang sangat mirip dengan adegan yang dialami sebelumnya berada dalam layout ruang yang mirip namun tidak cukup mirip untuk orang menyadari kemiripan itu.
Konflik antara rasa dari ketuaan (oldness) dan rasa dari kebaruan (newness) membantu meniru pengalaman (experience) dari rasa bergetar ketika déjà vu.
Ilmuwan juga menyelidiki bagian apa dari otak yang bertanggung jawab untuk menyerang pengalaman (eksperience). “kami sedang menuju sebuah point yang spesifik di mekanisme otak untuk fenomena yang sulit dipahami ini” ujar Kohler.
Dari penyelidikan percobaan pengalaman déjà vu bahwa epilepsi dapat memicu hal ini, kohler dan rekannya menunjukan daerah otak yang bereaksi kejang untuk menghasilkan fenomena tersebut. Reaksi kejang ini biasanya terjadi pada lobus temporal medial, bagian yang terlibat dalam memori dan menyediakan kelenjar untuk merekognisi situasi sebelumnya. Spesifiknya, satu dari struktur pada lobus (hippocampus) adalah kunci dari mengelola ingatan dan mengkodekan rincian kontekstual tentang situasi yang pernah kita alami atau tempat yang pernah kita datangi. Hal lainnya, korteks peririnal (juga sebuah bagian diotak), mengkaji keakraban (familiarity) situasi tertentu.
"Penelitian kami tampaknya menunjuk ke korteks peririnal sebagai kunci dalam Déjà vu," kata Köhler. "penelitian kami menunjukkan bahwa Déjà vu mungkin melibatkan sinyal pengalaman familiarity sebagai rangsangan bahwa orang tidak bisa mengenali (familiar)."
Menjelaskan Déjà vu bisa membantu lebih memahami bagaimana memori bekerja secara umum. "Ini memberi kita serangkaian wawasan tentang apa-yang-baru dan apa-yang-akrab (familiar)," kata Köhler. Dia dan rekan-rekannya menjelaskan penelitian terbaru di ilmu saraf dari Déjà vu pada bulan Juni di The Wiley Handbook on The Cognitive Neuroscience dari Memory.
Di masa depan, Köhler akan senang untuk menggabungkan penelitian yang menggunakan virtual reality untuk eksperimen meniru Déjà vu dengan studi pencitraan otak yang menentukan di mana di otak fenomena ini terjadi. "Mungkin kita bisa menentukan dua pola aktivitas otak yang berbeda - salah satu yang memberitahu Anda bahwa sebuah objek akrab (familiar), dan lain yang memberitahu Anda bahwa tidak benar," kata Köhler.
Mahasiswa Teknik Mesin Sangat Wajib Mempelajari Matematika
Mahasiswa Teknik Mesin Sangat Wajib Mempelajari Matematika
HARIANACEH.co.id –Mata kuliah matematika atau yang dikenal dengan nama kalkulus di lingkungan perguruan tinggi, sepertinya masih menjadi momok bagi sebagian besar mahasiswa Teknik Mesin. Padahal kalau mau tau, bukan cuma di mata kuliah kalkulus atau matematika teknik saja mereka akan menemukan perhitungan-perhitungan dalam rumus-rumus matematika, akan tetapi hampir disebagian mata kuliah yang…
Mahasiswa Teknik Mesin Sangat Wajib Mempelajari Matematika
Mahasiswa Teknik Mesin Sangat Wajib Mempelajari Matematika
HARIANACEH.co.id –Mata kuliah matematika atau yang dikenal dengan nama kalkulus di lingkungan perguruan tinggi, sepertinya masih menjadi momok bagi sebagian besar mahasiswa Teknik Mesin. Padahal kalau mau tau, bukan cuma di mata kuliah kalkulus atau matematika teknik saja mereka akan menemukan perhitungan-perhitungan dalam rumus-rumus matematika, akan tetapi hampir disebagian mata kuliah yang…