Orang asing
Kala itu pertama kali duduk bersama mu, di bangku taman emas, di bawah pohon rindang, siapakah kamu ? hai seseorang yang tak dikenal ? tapi rasanya aku sudah mengenal mu menahun, kamu pula seperti telah mengenal ku menahun, satu impian yang sangat ku ingin coba bersama yg menahun, yang tak pernah terlaksana, ku habiskan dengan mu, dan betul, rasanya menakjubkan tak terbayang, angin, nyaman, diri sendiri, mengalir, tak terbendung, lega, bahagia, senang, jua sedih, khawatir, bertanya? Kenapa dengan mu? Wahai orang asing. Di bawah guguran bunga violet, kita berhenti sejenak untuk mengabadikan, ku kumpulkan helainya hingga tangan tak mampu, kemudian melemparkannya ke langit seraya mengulang gugurnya, siapakah kamu? Mampu membuat seperti menahun, siapakah kamu? Wahai orang asing, semoga kita benar menahun, menua, dan bersama hingga tak berujung.












