Sejauh mana Kamu?!
Belakangan ini sering dihadapkan dengan banyak sekali keadaan yang mengharuskan kita berujung pada penerimaan. Hidup oranglain misalnya. Tidak bisa dipungkiri bahwa detik dalam hidup kita gunakan untuk membandingkan diri dengan oranglain. Bahkan, saat hati kecil berteriak “jangan bandingkan dirimu dengan oranglain”. Ini dibuat alarm dengan nada notifikasi yang sangat keras bunyinya. Sadar ga sih? Sebenarnya keadaan itu tidak mengubah apa yang kita alami. Kita hanya memikirkan oranglain, lalu membandingkan sesuatu yang tidak bisa dibandingkan. Itu hanya menyiksa pikiran dan batin kita untuk terus maju.
Melangkah itu setulus hati dan dijalani dengan hati yang lapang. Percayalah “apa yang dilakukan dijalan Allah, pasti sampai”. Apa susahnya sih berpikir demikian?? Yasss, “mindset”. Itu yang harus dilurus diluruskan. Disadari atau tidak, mindset akan mempengaruhi jalan pikiran untuk berbuat dan mengambil keputusan.
Seringk kali kita menyiksa diri dengan kedaan-keadaan yang tidak diinginkan tapi diciptakan oleh diri sendiri. Lalu marah dengan oranglain, lalu marah dengan keadaan hingga marah pada diri sendiri lalu menyalahkannya. Ini letak kesalahannya. Berhenti menyalahkan diri sendiri. Gini deh, ada slogan “penyesalan itu letaknya diakhir, karena kalau diawal namanya pendaftaran”. Maksudnya, saat kita mulai menyalahkan diri sendiri dengan begitu egoisnya, itu akan menimbulkan sebuah penyesalan yang dalam sekali. Ujung-ujungnya menuding diri sendiri. Kalau tujuannya Refleksi Diri akan timbul SOLUSI. Tapi kalau hanya menyalahkan dan sebagainya, maka penyesalan itu akan sia-sia.
Jadi bagi aku, lebih baik penyesalan itu tidak dilakukan jika tidak ada solusinya. Karena yang sudah berlalu, biarakan berlalu! Waktu tidak bisa diputar. Tugas kita hanya menemukan SOLUSI dari masalah yang sedang kita hadapi.
Ingat kawan, jarum jam akan terus berputar meskipun pikiran kita mulai terhenti atau bahkan kembali ke masa lalu-Masa kini akan terus berjalan menuju masa depan.
Life must go on!!
Kalau ga sekarang, kapan lagi?? Karena setiap manusia punya jatah, setiap manusia punya “timeline” nya masing-masing. Semua ada masanya. Tidak usah dikeluh kesahkan. Tugas kita itu terus berusaha dan diiringi doa.
Yakin dehh sama Allah. Allah bakal kasih apa yang kita butuhkan. Allah bakal kasih apa yang sedang kita perjuangkan, InsyaAllah.
Bersama dengan Allah, hati akan damai dan selalu lapang. So, nikmati setiap prosesnya karena Allah tidak akan pernah meninggalkan kita dalam keadaan apapun. Karena Allah sayang sama kita.
Selamat Berjuang!









