Kuat . Barangkali, perempuan memang dituntut untuk menjadi lebih kuat, bahkan ketika ia masih kanak-kanak sekalipun. Sebab taatnya pada orang tua, akan menjadi tirai yang melindungi mereka dari api neraka. Taatnya pada suami, sama artinya bahwa ia adalah sebaik-baik perhiasan dunia dan akhirat, yang bahkan bidadari surga pun cemburu padanya. Lewat tangan dan kelembutan hatinya, ia berikan keteduhan, perlindungan, dan ketegasan bagi anak-anaknya. Ketika ia sedang mengandung, rahimnya adalah rumah, dan ruang pembelajaran pertama bagi anak-anaknya, sekalipun kadang ia merasa lemah dengan adaptasi kondisi fisiknya, ia harus bisa memberikan pelajaran yang baik, untuk janin yang dikandungnya. Lisannya tak pernah lelah mengucap doa, perisai terbaik bagi orang-orang yang disayanginya, bahkan untuk ia yang belum pernah ditemuinya sekalipun. Perempuan adalah sebaik-baik rumah; sebaik-baik tempat kembali, juga tempat belajar ternyaman, sebab perempuan selalu bisa memberimu lebih. . Perempuan adalah perisai peradaban, maka jadilah setangguh-tangguhnya perisai. . Tetaplah kuat, sayang. Sebab dunia membutuhkan kelembutan dan ketegasanmu. Sebab dunia menjadi lebih berwarna, dengan warna-warni kekuatan yang kita miliki ❤ . . Didedikasikan untuk semua perempuan yang sedang mengandung, yang telah dan akan melahirkan, yang sedang menikmati waktu dengan anak-anaknya, yang sedang berikhtiar, dan juga yang baru saja kehilangan. Semoga Allah merahmatimu, dengan sebaik-baik rahmat, dan menjagamu dengan sebaik-baik penjagaan. Aamiin. . (Gambar dalam foto adalah bentuk molekular hormon oksitosin, alias hormon cinta. Selamat menebar cinta ❤) #oxcytocin #pregnancy #writing #perempuan #menulishariini