Tetap pada Porsinya
Apa yang ditakdirkan untuk kita, tidak akan pernah terluput dari kita dan apa yang tidak ditakdirkan untuk kita, tidak akan pernah menimpa kita. Jika ada seseorang yang ditakdirkan miskin harta dan semua orang kaya di dunia ini bersepakat untuk memberikan harta milik mereka kepadanya, maka tetap saja dia menjadi miskin. Jika ada seseorang yang ditakdirkan kaya harta dan semua orang di dunia ini bersepakat untuk mencuri semua hartanya, maka tetap saja dia menjadi kaya.
Kalau pun kamu bekerja keras hingga keringat sampai ke sekujur tubuh, lembur hingga menyita banyak waktu istirahat, kamu tidak akan mendapatkan lebih melainkan apa yang telah ditetapkan kepadamu. Namun, jika kamu hanya bermalas-malasan dan tidak mau berusaha, kamu juga hanya mendapatkan sesuai dengan apa yang kamu upayakan.
Bukankah sudah banyak terjadi? Seseorang yang bekerja setiap hari, berangkat dalam keadaan gelap dan pulang juga dalam keadaan gelap. Sampai hari libur pun ia tetap masih bekerja. Ia memang menjadi kaya raya, tetapi di masa tuanya ia hanya bisa menghabiskan banyak harta untuk berobat sakit dan belum sempat menambah pengetahuan tentang agamanya
Bukankah sudah banyak terjadi? Seseorang yang malas dalam menjemput rezeki hanya bisa menyesal di kemudian hari. Ia menghabiskan waktu mudanya hanya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, dan menikmati masa tuanya dengan terus menunggu pemberian dari orang lain.
Bermalas-malasan memang akan menunda rezekimu, tetapi terlalu bersemangat juga tidak akan menghasilkan lebih melainkan apa yang telah ditetapkan kepadamu. Tetaplah pada porsinya, membagi waktu untuk mencari harta dan menuntut ilmu....









