Nikmat Mana Yang Sering Kita Dustakan?
Selamat siang, para pegiat online! hehe, sapaan macam apa ini.
Well, selamat karena anda punya kesibukan di siang yang cerah ini, karena mungkin banyak jutaan orang diluar sana yang sedang mencari kesibukan-kesibukan untuk penghidupannya.
Selamat juga bagi anda yang sudah selesai makan siang hari ini. meskipun mungkin hanya nasi sayur tempe, atau terpaksa makan tanpa sambal asoy, atau mungkin krupuknya abis. Selamat, karena at least masih bisa menikmati makanan siang ini, mungkin banyak ribuan orang masih menunggu harap-harap sedih karena sesuap nasi pun susah mereka dapatkan.
Yeah, sudah hari ketiga, aku dan teman-teman masuk ke kelas baru. Kelas pamungkas persiapan IELTS. Aku harap setelah ini, lahir dan batin tersiapkan, dan bulan depan siap tempur untuk perang yang sesungguhnya. Makin hari makin menarik cara belajar kami. Makin cepat, makin banyak, makin hectic, dan makin penuh kepalanya. Nikmat! Amin!
Dipikir-pikir, barangkali baru sekarang, kukerahkan semua tenaga, daya, upaya untuk mengejar sesuatu yang kaitannya dengan pendidikan. SD sampai kuliah S1 kemarin, rasanaya ngoyo-ku nggak seberapa. At least, bisa terlihat dari hasil akhirnya. Namun, hasil bukan selamanya penting! Tapi, kubantah lagi, kali ini bener-bener deh, baru aku berharap pada hasil yang sungguh memukau. Mau ya Allah, mau...
Antara hasil dan proses sebenarnya sama saja. Orang-orang seringkali memainkannya dan berlebihan, sesekali berdebat tentang : mana yang lebih penting dan baik, hasil atau proses? Hehe, Beberapa mengimani salah satunya, ada juga yang tidak, ada juga percaya keduanya. Whatever, hidup harus tetap berjalan boi, walaupun kadang sesusah itu!
Mulai siang ini, semoga sih pikiranku istiqomah ya. Meniatkan segala sesuatunya bukan untuk proses atau hasil. Lebih dari itu lah. Pengabdian! Pada siapa? Pencipta! Buset tingkat kahyangan banget! Terdengar menggelegar jika diucapkan secara lantang, di atas stage, dengan kostum jubah berkibar dan tangan mengepal ke atas. Hahaha *tertawa gagah*
Tapi sungguh, cuma itu yang bikin kita bahagia menjalaninya! Dengan menyertakan rasa optimis pada Nya, bakal ada kisah-kisah abadi bahagia di ujung masa sana, yang bahkan di luar dugaan kita. Hidup ini kadang jauh lebih indah ketika biarkan tetap misterius. Meski kadang kita ketakutan dan merencanakan masak-masak apa yang harusi kita lakukan!
Hehe, tapi ya salah juga, kalau menjalani hidup cuma bagai air mengalir. Tak tahu arah dan tujuan, terlalu easy going lantas disappear entah kemana. Hayo lo... Manusia punya mata, hati, telinga, pikiran dan indera lainnya untuk jadi second, third, forth,-dan seterusnya- opinion buat memutus sesuatu. Nikmat ya... Banget!
Maka nikmat Tuhan manakah yang (sering) kita dustakan?
Kalau dikasih panas di siang aja, ngeluhnya udah kayak pengumuman di stasiun-stasiun. Kalau dikasih putus cinta aja, bapernya udah kayak dunia mau kiamat besok. Kalau dikasih banyak kerjaan, berasanya kayak guru, dosen, si bos itu makhluk paling nista di bumi kita. Dan bla bla bla lainnya.
Jadi, bersyukur sih! Bersyukur, bersyukur yang banyak!
Semoga dari setiap kejadian apapun yang menimpa, kita selalu bisa mengambil apa itu hikmahnya!
Well, semoga siangnya berkah gais... ;)
Pare Kediri, 13 Januari 2016