Menjadi ayah, itu salah satu mimpi terbesar saya dulu ketika SMA. Makanya, sebelum tau bakal calon istri saya siapa, nama anak saya udah kupersiapkan dulu dengan matang. Haha. . . Orang-orang pada ketawa ketika mendengar rencana nama anak saya disebut. Komentarnya pun aneh-aneh. Gak lazim lah, wagu lah, asing di telinga lah. Namun, ada pula yang memuji unik, sembari tertawa getir. Wkwk.. Ada lagi yang mengira bahwa itu nama karakter dalam sebuah novel atau film. Well, oke baiklah. Haha . . Bagi saya, saya adalah orang yang yakin, bahwa nama adalah doa. Doa itu, harus clear! Memang, Tuhan dapat menerima bahasa apapun untuk doa-doa yang dipanjatkan. Bagi saya, menyampaikan doa juga mesti clear kan. Tau makna, arti, dan arahnya kemana. Nah!!! Ini, salah satu alasan utama saya mengapa menamai anak saya bukan dengan bahasa arab, sansekerta, atau nama barat lainnya. Cukup dengan Bahasa Indonesia. Se-sederhana itu. . . . Alhamdulillah, beruntung, sang istri tercinta, menyambut baik nama tersebut. Awalnya, sama sih, agak aneh dengernya. Kubilang itu wajar. Karena tiap hari namanya selalu kusebut. Istripun jadi cinta dan suka. Tuh kan, cinta itu bisa muncul karena biasa. Makanya, gak perlu pacaran dulu kok untuk bisa menikahinya. asekkk. hahaaae.. . . . Kibar Juang Prestasi. Itulah nama anak saya itu. Nama tengah yang sungguh menambah kecintaan saya akan nama ini. Makasih ya sayangku @poetrysnr sudah melengkapinya.. . . Menurutmu apa arti atau massage doa dalam nama tersebut??? :) . . . @30haribercerita #30hbc2020 #30haribercerita #PMsukamenulis https://www.instagram.com/p/B7jHVFfBjxe/?igshid=1eyn5u6k1vn84













