Pukul 06.30 WIB, 13 Desember 2015 lalu, volunteer BFM sudah datang dan berkumpul di Bundaran UGM. Kali ini tujuan perjalanan adalah daerah Kamal, sebuah dusun yang masih asri di Kecamatan Girimulyo, Kulon Progo, sekitar 1 jam dari Kota Yogyakarta. Cuaca yang sering tiba-tiba berubah membuat acara Sekolah Berjalan (Sekber) kali ini dimulai lebih awal. Adik-adik yang sudah berkumpul sejak pagi tak sabar untuk mengetahui kegiatan apa yang akan kita lakukan hari ini. Daaaan tepat pukul 08.20 WIB acara Sekolah Berjalan ke 28 ini dibuka dengan perkenalan diri dan senam “papa tome papa” dari kami....
Sebelum memulai perjalanan berkelilling pos, Kak Isa dan Kak Reni menjelaskan apa misi yang harus diselesaikan adik-adik di tiap posnya. Karena kali ini Sekolah Berjalan bertemakan “Educofunopoly”, jadi seluruh kegiatan akan membahas bagaimana cara menjaga lingkungan dengan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang seringkali dilakukan, seperti menghidupkan lampu di ruangan yang sedang tidak digunakan, boros air, penggunaan plastik berlebihan, dan lain-lain.
Sebelum melakukan perjalanan, adik-adik dibagi menjadi 4 kelompok. Adik-adik di setiap kelompo diberi modal 7 buah bola yang dalam kegiatan ini melambangkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang harus dikurangi dengan memenangkan games yang ada di tiap pos. Kelompok yang menang adalah kelompok yang paling sedikit menyisakan bola. Agar tahu siapa yang menang dan apa hadiahnya, yuk kita mulai aja jalan-jalannya!
Mendarat di pos 1 ternyata ada listrik, jangan takut pos ini aman dari tegangan tinggi kok. Hehehe. Di pos ini ada Kak Pristi, Kak Uli dan Kak Ismi yang siap menceritakan bagaimana listrik bisa dihasilkan dan dapat digunakan. Di pos ini adik-adik akan ditantang untuk menyelesaikan kasus, seperti mereka akan mengadakan beberapa acara dirumah, nah ruangan mana saja yang membutuhkan penerangan lampu? Alat-alat eletronik apa saja yang perlu digunakan? Adik adik akan berdiskusi untuk menentukan efisiensi penggunaan listrik di rumah tersebut.
Masuk ke pos 2 ternyata ada pos air. Di pos ini Kak Reni, Kak Rara, dan Kak Atin akan membahas bagaimana siklus air berjalan. Pos ini mengajak adik-adik melakukan estafet air dengan berbagai alat dan tentunya halang rintang yang sulit supaya adik-adik ini dapat merasakan sulitnya memperoleh air saat ini. Makanya jangan boros-boros air ya dik, kak!
Sampai di pos selanjutnya ternyata ada pos kendaraan. Kak Prima dan Kak Ifah tidak akan mengajak adik-adik jalan-jalan naik kendaraan, tapi mereka menceritakan dampak buruk dari penggunaan kendaraan bermotor yang berlebihan. Kakak-kakak di pos ini juga membahas sulitnya memperoleh bahan bakar karena butuh waktu ribuan tahun untuk pembentukannya.
Di pos 4 kita menemukan banyak tas kresek, dan seperti yang kita lihat ternyata kita sudah sampai di pos plastik. Kak Tama, Kak Annisa, dan Kak Ratih akan menantang adik-adik untuk berbelanja bahan makanan di pasar namun membutuhkan strategi agar tidak terlalu banyak menggunakan plastik yang sangat susah terurai. Selamat berbelanja dik!
Setelah lelah berjalan akhirnya kita sampai di pos terakhir yaitu pos baca. Hmmm pendinginan sambil baca buku itu rasanya istimewa. Hahaha. Kak Anita dan Kak Toto siap mengajak adik-adik mengulik isi berbagai buku dan akan meluncurkan berbagai pertanyaan agar adik-adik makin semangat baca bukunya.
Akhirnya 5 pos selesai dilalui, kita menemukan para pejuang cilik yang berhasil mengurangi kebiasaan buruknya di tiap pos. Yeay!! Inilah adik-adik pejuang lingkungan dari SDN Kamal. Para pejuang ini mendapat hadiah empat batang pohon untuk menyelamatkan bumi dan semoga kehidupan di Bumi semakin baik lagi! Yeay yeay! Sampai jumpa di Sekber selanjutnya ya!!!!!
Setelah kegiatan Sekolah Berjalan selesai, BFM dan kakak-kakak volunteer pun menyempatkan jalan-jalan mengunjungi tempat wisata Curug Sidoharjo.
Nah kak.. sekian cerita Sekolah Berjalan kali ini, sampai bertemu di Sekolah Berjalan selanjutnya......