Teringat dulu pernah ada yang nanya, apa saya suka membaca? Iya, saya suka membaca. Tapi tidak bisa dikatakan bahwa membaca adalah hobi saya. Saya hanya suka, tak lebih dari itu.
Pada dasarnya memang saya suka membaca dari kecil. Bahkan dulu sewaktu kecil, jika anak-anak kecil biasa dikasi dongeng si kancil, ataupun dongeng-dongeng lainnya untuk penghantar tidur, saya malah engga. Saya lebih memilih untuk diceritakan ‘masa kelam bangsa indonesia setelah masa penjajahan yang tidak dituliskan dibuku pelajaran atau pun tentang kisah kekejaman Adolf Hitler. Selain suka membaca buku sejarah, saya juga suka membaca novel, komik, artikel-artikel diinternet.
Tapi diantara novel atau komik saya pribadi lebih suka komik. Jujur. Bahkan dikamar saya komik menduduki peringkat pertama dalam kategori ‘My Collection Book’. Ada lusinan komik yang menghiasa kamar saya sedangkan novelnya hanya hitungan jari. Selain suka membaca komik, novel, dan sejarah, saya pun juga suka membaca artikel-artikel yang bertebaran diinternet. Pernah disuatu waktu saya terjaga sampai sepertiga malam gegara baca artikel teknik pedang Half-Swording dan sejarah kata FUCK *sensor yg sering digunakan anak-anak muda jaman sekarang utk marah-marah dan memaki orang lain, sebenernya berasal dari sebuah singkatan yang cukup populer di Inggris zaman dahulu. Ceritanya dulu Inggris mempunyai peraturan aneh dimana sepasang suami istri yang akan melakukan hubungan badan harus meminta izin terlebih dahulu kepada Raja. Dan setelah mendapat izin dan persetujuan dari Raja, dipintu rumah mereka akan dipasang semacam tanda yang bertuliskan F.U.C.K yang merupakan kepanjangan ”Fornication Under Consent of the King” atau jika ditanslate kebahasa indo artinya “Hubungan intim telah mendapat persetujuan dari raja”. Bener-bener informasi dan ilmu yang sangat berguna untuk hidup saya ke depannya.
Selain itu saya suka membaca arti dari tatapan mata orang yang melihat saya. Misal, ah sepertinya orang ini tidak menyukai saya, sepertinya orang ini tidak baik, kasar, dll. Saya juga suka membaca banyak hal yang tak mampu saya mengerti, semisal kenapa Tuhan harus menciptakan makhluk mengerikan yang bernama “KECOA”. Padahal kalaupun niatannya ingin menakut-nakuti spesies seperti saya ini kehadiran Ulat Bulu saja sudah lebih dari cukup untuk membuat saya geli, lari, bahkan tak jarang hingga marah-marah. Lantas untuk apa engkau menciptakan KECOA ya Tuhan?? Kenapa? Sepertinya Tuhan masih menyimpan jawaban dari tanya yang tak saya dapati jawabnya itu melalui ketidakpahaman saya.
Tapi entah kenapa, saat suasana hati saya sedang buruk dan tidak bersahabat, membaca sesuatu bisa membuatnya jauh lebih baik. Ketika saya tak tau apa yang bisa membuat hati saya lekas berdamai dengan semuanya, tanpa berpikir panjang saya mengunjungi sebuah toko buku. Dimana ada berjuta kisah, berjuta cerita, juga banyaknya pola pikir yang menjelma dalam kalimat-kalimat sederhana, yang bermakna namun tak pernah sederhana, tercetak rapi pada buku-buku yang berdesakan memenuhi ruangan di gedung itu.
Membaca dan mencoba memahami apa yang saya baca, selalu berhasil membuat hati saya membaik. Perasaan yang harusnya tidak pernah ada, tiba-tiba menguap seketika, melayang jauh, layaknya balon yang lepas dari genggaman tangan mungil seorang bocah kecil, menatap takjub dan kemudian menangis tersedu saat menyadari balonnya jauh dari pandangan, lepas dari genggaman tangan.
Saya tidak berlebihan, memang seperti itulah faktanya. Membaca membuat tanya-tanya yang sempat ada, terjawabkan dengan cara sederhana, sangat sederhana malah. Hanya saja, terkadang saya sendiri yang memperumit semuanya dengan satu tanya, kenapa harus?
Dan, masihkah kau ingat? Kata yang disampaikan kepada Kekasih Allah, Nabi Muhammad SAW saat ia menerima mukjizat luar biasa dari Allah SWT, iqro’! Dan semuanya berawal dari satu kata itu. Maka sudah selayaknya lah kita mengawali segalanya dengan membaca. Membaca dengan menyebut nama-Nya, membaca dengan berharap diberikan kecerahan hati oleh-Nya, membaca dengan tujuan mendapati banyak hikmah atas izin-Nya.
Makassar, 23 September 2017
Pict Source : @karenapuisiituindah