#MoveOnProject 09 : Mengoyahkan Fokus
Kemudahan internet dewasa ini memberi dampak positif dan negatif. Kemudahan ber-media sosial pun begitu. Di jagad net manusia bisa mencari informasi tentang siapapun dan apapun. Dari hal paling buruk sampai paling baik. Kegiatan asyik yang tidak produktif yang bisa dilakukan melalui media sosial adalah ngepoin orang. Saya kepingin lihat akunnya si A, sudah jadi apa ya dia. Wah ternyata dia sudah jadi penulis, pelukis, penyanyi, youtuber, musisi, hobi lettering, letteringnya bagus-bagus, dll. Bermula dari asyik scrolling akun si A, jadi merembet ke akun si B, C, D, E, F, G, …. Z.
Tidak ada yang salah jika rasa ingin tahu ini tidak membawa dampak buruk pada diri kita. Sayangnya kebanyakan dari kita menjadi sangat fokus ngepoin si A, B, C, D , E itu tadi. Kita mulai melupakan diri sendiri. Kesuksesan si A, B, C, D, E yang kita lihat di laman net memang mengiurkan, namun apa dampak bagi kita. Kepengen sesukses si A, B, C, D, E. Sukses seperti si A, B, C, D, E kan tidak bisa diwujudkan hanya dengan scrolling akunnya setiap waktu.
Diakui saja keasyikan kita scrolling kehidupan orang lain di akun media sosial sedikit banyak memang membuat kita termotivasi untuk melakukan kegiatan yang manfaatnya hampir sama dengan orang tersebut. Namun, yang harus lebih diakui adalah kegiatan scrolling kehidupan orang lain di akun media sosial berdampak pada goyahnya fokus terhadap diri kita sendiri. Si A nulis buku, kita menjadi pengen nulis buku. Si B buka bakery online, kita mendadak menyulap dapur berantakan. Si C letteringnya bagus, kita mendadak punya satu set cat air dan semua alat pedukungnya. Lah, kita maunya apa kalau begini. Beneran mendapat motivasi dari si A, B, C biar seproduktif dan bermanfaat seperti mereka atau hanya ikut-ikutan saja.
Yang harus mulai dipahami dan digaris bawahi adalah orang-orang yang selama ini kita scrolling akunnya, sedang berusaha keras di kehidupan nyata untuk menjadi pribadi yang seperti sekarang di tampilkan di laman akunnya. Di saat kita sedang asyik mengobrak-abrik isi akunnya, dia sedang berkeringat mengupayakan kebaikan-kebaikan. Di saat kita menghabiskan berjam-jam untuk takjub dengan apa yang warna-warni akunnya suguhkan, dia sedang begadang mengarap project kebermanfaatan. Sudahkah kita renungkan yang ini?
Bukan berarti tidak boleh scrolling akun seseorang, apalagi jika seseorang tersebut idola yang inspiratif sekali. Boleh, sah-sah saja. Namun, jangan sampai kita melupakan kehidupan nyata kita. Kita boleh mengambil hal baik dari mereka-mereka ini. Namun, jangan sampai kebaikan-kebaikan mereka hanya berhenti di angan-angan kita saja. Jangan sampai kebaikan-kebaikan yang mereka sampaikan lewat laman akunnya berdampak pada kita yang semakin membuang-bunag waktu percuma hanya untuk scrolling akunnya.—Saya rasa, si pemilik akun tidak berniat membuat kita seperti itu, bukan.—
Kita harus melakukan kebaikan nyata dalam hidup kita. Kalau memang kita gemar menulis, silakan menulis. Kalau kita memang bisa lettering, silakan lettering. Kalau memang gemar memasak, silakan masak makanan yang sebenarnya. Jangan sampai fokus kita terhadap kehidupan kita secara nyata goyah tersebab keasyikan kita yang tidak berguna ini.
Semangat mewujudkan mimpi! Semangat menguntai doa ke langitNya!