Syair-Mulai Menulis
Saya bernama Wanda Andres saputra
tiada makna apapun darinya
tiada arti apapun jua darinya
itulah saya, pemberian orang tua kepada saya
Bismillah saya ucapkan
Alhamdulillah saya syukurkan
Tulisan ini saya mulaikan
Tanpa panjang lebar saya uraikan
Ribuan kalimat saya sudahi
Puluhan buku saya akhiri
Tak satupun ide saya dapati
Entah kenapa menulis ini susah sekali
Ribuan kata saya goreskan
Puluhan kalimat saya goyangkan
Rangkaian makna ditiadakan
Entah kenapa susah sekali saya terapkan
Dimulai dari akhir dua ribu dua puluh saya rancangkan
Sampai awal dua ribu dua satu tak tergambarkan
Tergambar hanya besarnya harapan
Terlukis hanya tingginya angan-angan
Sekarang saya ingin memulainya
entah dari mana saya menulisnya
entah sampai mana saya menyudahkannya
dan hanya bingung yang hinggap dikepala
Teringat sudah kenangan di kampung inggris
Punya kawan piawai tulis-menulis
Tiru-meniru ia menulis
Kata perkata saya pun ter-iris
Bertanya sudah saya jadinya
Bagaimana tuan pandai merangkainya?
Saya terpangah tanpa kata
Ia melongoh sambil barkata-kata
Menulis apa yang dibaca
Menulis apa yang dirasa
Tiada makna tanpa keduanya
Tiada arti nun berguna
Bertanya lagi pada tuan
Musti haruskah keduanya tuan?
Ia menjawab dengan gerakan
Seakan ingin memakan
Berkata lagi ia cekatan
Sambil berdiri saya dengarkan
Bacaan ialah yang ada dipikiran
Rasa ialah yang ada diperasaan
Saya mengerti tuan sampaikan
Saya coba tuan berikan
Tulis-menulis ialah harapan
Harapan kini dimulaikan.
Koto bangun, 8 Maret 2020

















