"Berkarya di Era Digital Itu Mudah, Masih Yakin Kamu Belum Memulainya?"
Bersyukurlah generasi yang hidup di era sekarang, terutama generasi milenial seperti saya, karena untuk berkarya dengan segala ciri khasnya, sudah tersedia lengkap melalui berbagai macam platform di smartphone. Ditambah dengan hadirnya platform podcast beberapa tahun belakangan ini, bagiku sudah menggenapi lengkapnya wadah bagi anak muda untuk berkarya.
Yang suka bercerita dan sharing melalui cara verbal. Mau itu diskusi ringan, atau diskusi berat. Komunikasi satu arah, atau dua arah. Mau itu pembahasan tentang pengalaman, hobi sampai karir. Generasi sekarang bisa menyalurkan nya melalui platform berbentuk suara berupa Podcast, ntah itu dari Anchor sampai Google Podcast.
Yang suka menyalurkan ide, berkeluh kesah alias "sambat", yang takut uneg-uneg di pikirannya keburu melayang dengan cara ketikan. Mau itu bentuknya motivasi, diari, atau cerita sekelumit tentang kisah hidupnya, yang setelah habis di scroll dah kayak mau baca cerpen (Apakah kalian juga mengalaminya?? wkwk). Entah itu bentuknya artikel, opini, narasi, quotes, inspirasi sampai puisi. Generasi sekarang bisa menyalurkan nya melalui platform dalam bentuk tulisan berupa Tumblr (platform tercinta kita semua)/Blogging. Bahkan yang suka nulis buku, bisa menyalurkannya melalui Wattpad.
Yang suka mengabadikan sesuatu dengan cara visual. Mau itu momen keseharian, yang emang hobi fotografi, sampai momen liburan (yg kalo ke pantai captionnya kebanyakan ditulis "butuh asupan vitamin sea"). Generasi sekarang bisa menyalurkan nya melalui platform berbentuk picture/foto berupa Instagram.
Yang suka menampilkan kegemaran dengan gaya yang berbeda, dengan cara ditonton. Ga canggung megang kamera, bisa nyettingnya, ga malu di depan kamera, bahkan rela ngedit rekaman dari awal sampai bisa dinikmati orang. Mau itu tutorial, mukbang, atau yang hanya sekedar hiburan, kayak coverin lagu "Aisyah Istri Rasulullah" misalnya (biar trending). Generasi sekarang bisa menyalurkannya melalui platform berbentuk video berupa Youtube.
--------------------------
Kalau udah gitu, kita sebagai anak muda jangan sampai hanya menjadi penikmat aja. Nyesel banget kalo bener-bener ga kita manfaatin sebagai pelaku untuk berkarya. Kenali dan gali potensi yang ada pada diri kita. Misal masih ragu dengan potensi apa yang pada diri kita, mulai aja dulu (kayak tagline t*k*pedia aja). Berkarya bener-bener dari nol.
"Ingat, kita diberi kesempatan hidup sekarang, pasti sudah Allah bekali dengan potensi dan keunikan masing-masing."
Platformnya udah ada dan lengkap. Tinggal bagaimana kita mau memaksimalkannya. Hal yang terpenting, pilihlah platform yang membuat dirimu terus terpacu untuk berkarya. Pilih platform yang bisa menyalurkan potensi dirimu yang dah ada dari sononya, istilah gaulnya "yang gue bangeet". Masalah penikmat/pengikut/penggemar, semua akan mengikuti konsistensi dan progres kita, baik itu kualitas maupun kuantitas dalam berkarya.
Untuk yang masih newbie, atau baru mulai berkarya, seperti tagline tadi, #mulaiajadulu. Meski yang perhatiin karya kita misal masih sedikit, ya sabar aja, namanya juga masih awal-awal. Kalo orientasi kita benar, yaitu untuk mengasah kemampuan kita, apapun hasilnya, proses tetap akan yang paling tinggi untuk kita junjung.
Penikmat sedikit ya fine-fine aja, yang penting kita udah hasilin sesuatu dulu. Tapi tetep, dari waktu ke waktu harus terus evaluasi karya kita, kalo target karyanya emang ga untuk diri kalian aja. Pasti banyak dari kita berkarya untuk bisa dirasakan manfaatnya oleh orang banyak kan, iya ga?
"Jadi apapun platformnya nanti, pastikan berikan yang terbaik, nilai positif dan kebermanfaatan bagi penikmat sejati maupun calon penikmat yang akan melihat karya kita nanti."
Selamat berkarya dan sukses selalu untuk kalian anak muda, dimanapun kalian berada!!