"Jangan rasa diri sudah beriman. Iman itu daripada Allah. Bila-bila masa Dia boleh ambil balik. Kita tetap kena rendah diri. Jadi, tegurlah kemungkaran dengan berhikmah. Supaya orang lain tidak terjatuh di dalamnya."
- Ustaz Dr. Lukman

seen from Türkiye
seen from China

seen from Malaysia
seen from United Kingdom

seen from Switzerland

seen from United States
seen from China

seen from Switzerland

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Singapore
seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from China
seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
"Jangan rasa diri sudah beriman. Iman itu daripada Allah. Bila-bila masa Dia boleh ambil balik. Kita tetap kena rendah diri. Jadi, tegurlah kemungkaran dengan berhikmah. Supaya orang lain tidak terjatuh di dalamnya."
- Ustaz Dr. Lukman
Selfportrait.
Halaqah dan Solusi Hijrah
Halaqah dan Solusi Hijrah
Syarat yang terakhir, lingkungan yang baik. Saya temukan langsung orang-orang yang senang memutar video youtube; membaca tulisan di facebook, whatsapp; dll yang bertemakan ilmu keislaman; namun mereka tak punya guru yang membimbing atau komunitas orang shaleh tempat saling mengingatkan. Mereka otodidak belajar Islam.
Baca selengkapnya di: http://bit.ly/2imLg18
PENJARA
Ketika berjumpa dan menatap wajah-wajah itu, saya merasa bahwa memang sudah bukan waktunya lagi bicara tentang apa yang membawa mereka ke tempat ini. Justru kita harus melihat apa yang mereka lakukan di sini dan seperti apa mereka menatap ke depan.
Dan benar, berada bersama orang-orang yang banyak beristighfar itu sangat menenteramkan. Dan benar, suasana terindah di bumi ini adalah suasana pertaubatan.
Mungkin itu pula yang dirasakan oleh seorang Mantan Kepala Desa yang dipanggil Pak Kuwu, yang jatah pidananya di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin sebenarnya telah berakhir setahun yang lalu, tapi tetap memilih berada di sini untuk berkhidmat pada sosok yang amat dia kagumi, yang dia rasa telah menjadi perantara Allah membawakan cahaya bagi gelap dalam hidupnya. “Saya teh di sini dulu saja, sama Ustadz Lutpi.. Lebih damai.”
“Duhai Rabbi, penjara lebih aku sukai daripada mengikuti apa yang mereka ajakkan padaku ini.. ” (QS Yusuf [12]: 33)
Pekan ini atas undangan Yunda Maimon Herawati dan rekan-rekan Indonesian Writers Academy, saya mengunjungi senarai tarhib ramadhan di Sukamiskin. Ajaib. Rupanya hari itu adalah pembuktian bahwa selama beberapa waktu penjara telah menjadi sebuah kelas tulis menulis yang sangat produktif. Pak Andi Mallarangeng, Pak Rudi Rubiandini, Pak Hotasi Nababan, Pak Didit Abdul Majid, dan begitu banyak rekan-rekan beliau yang lain telah keroyokan menerbitkan buku mereka sebagai catatan ‘orang yang berjarak dari kemerdekaan’. Catatan yang penuh ibrah dan hikmah dari para pelaku lakon kehidupan yang tak semua orang mencicipinya.
Di bawah saung-saung yang teduh yang dibangun di antara taman yang cantik, inisiatif sang narapidana pula, buku-buku bertajuk Sukamiskin’s Springboard, Hari-hari di Sukamiskin, Sajadah Subuh di Sukamiskin, serta Antara Narapidana, Ramadhan dan Al Quran dikupas dan dikaji dalam suasana kekeluargaan.
Allahu Akbar.
Ketika seorang da’i memasukinya, penjarapun berubah menjadi dakwah. Ketika seorang imam memasukinya, penjarapun menjadi shalat jama’ah. Ketika seorang murabbi memasukinya, penjarapun menjadi wasilah tarbiyah. Ketika seorang penulis memasukinya, penjarapun menjadi tempat dilahirkannya karya agung.
Ibnu Taimiyah punya Risalatul Hamawiyah, Sayyid Quthb punya Fi Zhilalil Quran, Hamka punya Tafsir Al Azhar.. Hingga di seberang sana, Pramoedya punya Tetralogi Buru, dan Adolf Hitler juga punya Mein Kampf.
Ya. Saya belajar. Ternyata dunia ini bukan soal di mana kita. Dunia adalah soal peran apa yang kita mainkan ke manapun takdir Allah menuzulkan jasad ini. Dan peran itulah yang kelak kita pertanggungjawabkan kepadaNya. Boleh jadi ia bekal. Atau beban. Kita disilakan untuk memilihnya.
Terimakasih wahai guru di segala keadaan, Luthfi Hasan Ishaaq.
Oleh : Ust. Salim A Fillah
“Ane mau curhat nih stad. Ane liat nih sekarang ngajinya dah pada kendor, tiap liqo yang diomongin politik mulu. Kayanya ga ada omongan selain itu gitu ustad, gimana stad ya?.”
“Ane paham apa yang antum rasakan, dan temen-temen rasakan. Jadi, ane pengen cerita nih, akh mabruri, tentang monyet”.
“Monyet? Emang kita monyet?”
“Bukan, maksudnya, ni ibarat, jadi gini, akh mabruri, jadi ada seekor monyet ni. Akh mabruri. Dia naek trus sampe ke pucuk pohon kelapa. Tapi diem-diem ada 3 jenis angin nih yang bukan sembarangan nih angin, ada angin topan, angin bahorok, angin puting beliung. Siap nih, ngincer tu monyet. Siap nih. Plan-plan, plek. Kaga jatoh!”
Makin kenceng
“Makin kenceng aje pegangannya. Tapi dateng nih, akh mabruri, angin yang sepoi-sepoi nih dateng deh, pelan-pelan, pelan-pelan, diincer tuh ubun-ubunnya tuh monyet diincer. Seeet, seer ngeriep-ngeriep tu monyet, matanya ga ngeliat lagi dah, tangan lepas dah, itungan berapa detik, jatoh dah.”
“Jatoh, stad?”
“Subhanallah, akh mabruri, nah ibaratnye begitulah tantangan dakwah kita. Jadi kalo kita di uji sama yang sempit, kesedihan, kemiskinan, kuat kita, akh mabrur. Tapi kalo kita diuji sama kesenangan, akh mabruri, sebentar doang, plek, jatoh dah. Jadi kesimpulannya nih, akh mabruri, antum jangan jadi monyet.”
“Astaghfirullahal ‘azhim naudzubillah ustad, janganlah jadi monyet tad” Ustadz Rahmat Abdullah - Sang Murabbi
Halal and approved eavesdropping session. The best in flight tazkirah ever. Terima kasih Datuk Dr @fadzilahkamsah dan Ustaz @syednorhisyam #murabbi #guru #ulama #UstazXWanAjaib https://www.instagram.com/p/CFmwmnWJf-l/?igshid=305h1bbodyaf
Guru pertamaku ❤️ Hj Mohamad Yusof & Hajah Mariah 1972-1977 1977-1978 Tadika Medesah Setambah 1979-1984 SR Datin Khatijah 1985-1989 SMRPK 1990 - Institut Hafiz 2001-2004 Ikram Musleh (Syahadah Perguruan) 2014-2017 UiTM SI Terima kasih untuk segala ilmu dan pengalaman... 🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸 Ribuan langkah kau tapaki Pelosok negri kau sambangi Ribuan langkah kau tapaki Pelosok negri kau sambangi Tanpa kenal lelah jemu Sampaikan firman Tuhanmu Tanpa kenal lelah jemu Sampaikan firman Tuhanmu Terik matahari Tak surutkan langkahmu Deru hujan badai Tak lunturkan azzammu Raga kan terluka Tak jerikan nyalimu Fatamorgana dunia Tak silaukan pandangmu Semua makhluk bertasbih Panjatkan ampun bagimu Semua makhluk berdoa Limpahkan rahmat atasmu Duhai pewaris nabi Duka fana tak berarti Surga kekal dan abadi Balasan ikhlas di hati Cerah hati kami Kau semai nilai nan suci Tegak panji Illahi Bangkit generasi Robbani.. 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹 Jangan takut jatuh, karena yang tidak pernah memanjatlah yang tidak pernah jatuh. Jangan takut gagal, karena yang tidak pernah gagal hanyalah orang-orang yang tidak pernah melangkah. Jangan takut salah, karena dengan kesalahan yang pertama kita dapat menambah pengetahuan untuk mencari jalan yang benar pada langkah yang kedua. – HAMKA #murabbi #makabah #myfirstteacher #harimurabbi #hariguru #teacher #teacherlife #chasingmardatillah (at Ulu Kenas Water Fall & Hutan Lipur , Kuala Kangsar) https://www.instagram.com/p/CAQEJK5g2gQ/?igshid=bl9d71t520cm
Ya Allah, tetiba rindu sangat dekat susuk tubuh ini, Prof. Dr Ali Sayed Youssef as-Syimi. Dia di antara insan yang telah banyak mengajarku erti kehidupan sebagai hamba Allah di muka bumi ini. Ya Allah... Kau berkatilah insan ini didunia dan di Akhirat... Ameen Ya Rabb... #kulliyyahusuluddin #kolejuniversitiinsaniah #murabbi #insaniahmergongkedah #rindusangat #dekankulliyyah #insaniah (at Kedah) https://www.instagram.com/p/BwHkuayHCun/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1dglo5tlj9xzq