𝐭𝐨𝐩 𝟏𝟎 favourite men in history

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Germany
seen from Malaysia
seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from Germany

seen from Australia
seen from United States

seen from Germany

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Germany
seen from United States

seen from United States
𝐭𝐨𝐩 𝟏𝟎 favourite men in history
Portrait of Murad V. Unknown artist.
Ottoman princesses who made intra-dynastic marriages -- requested by anon
Royal Birthdays for today, February 21st:
Isabella of Portugal, Duchess of Burgundy, 1397
Joanna of Castile, Queen of Portugal, 1462
Nurhaci, Emperor of China, 1559
Peter III, Tsar of Russia, 1728
Catharina of Württemberg, Queen of Westphalia, 1783
Murad V, Ottoman Sultan, 1840
Harald V, King or Norway, 1937
Jigme Khesar Namgyel Wangchuck, King of Bhutan, 1980
Amedeo of Belgium, Archduke of Austria-Este, 1986
Zita Clara, Princess of Bourbon-Parma, 2014
Murad V: Sultan 93 Hari
Murad V (berkuasa 30 Mei 1876 sampai 31 Agustus 1876) naik tahta usai pamannya, Abdul Aziz, diturunkan dari tampuk kesultanan.
Sultan Murad V adalah orang yang sangat cerdas, memiliki pengetahuan yang baik sekali tentang Turki dan Arab, juga amat menaruh perhatian kepada sastra. Ia juga pernah bertandang ke Eropa dan bertemu dengan orang-orang Eropa. Namun, ia terjebak dalam jaring Freemasonry. Adalah Namik Kemal, penulis sekaligus anggota Gerakan Turki Muda, yang memengaruhinya dengan sangat, juga dengan rekan-rekannya yang lain di Gerakan Turki Muda. Sultan menjadi orang yang sangat cenderung pada undang-undang positif buatan manusia yang liberal dan sekular.
Di tengah-tengah kekuasaannya, ia menderita stres dan kerusakan otak. Ia sering dihantui rasa takut yang berlebihan ketika bangun malam usai terbunuhnya Abdul Aziz. Penyakit otak dan akalnya ini sampai turun ke pencernaannya, sehingga kesehatannya terus memburuk. Di saat seperti ini, Midhat Pasha terus mematangkan undang-undang positif yang ia adopsi dari Barat dan mempelajarinya. Disebutkan bahwa sakit akalnya begitu jelas di mata orang banyak, sehingga tak ada jalan lain selain ia harus dicopot dari jabatannya, hanya 93 hari setelah ia diangkat sebagai sultan.
Usai dicopot dari jabatannya, ia pun sembuh dari penyakitnya. Ia tinggal di Istana Jaraghan hingga wafatnya di usia 63 tahun pada tahun 1904. Para pemuda yang tergabung dalam Gerakan Persatuan dan Pembangunan (nama lain dari Gerakan Turki Muda) telah memberikan pengaruh besar pada diri Murad, hingga ia tak bisa mengelak dari jeratan Freemasonry. Ia menjadi pecandu minuman keras dan filsafat Barat.
Usai dicopotnya Murad V, Abdul Hamid II naik sebagai sultan.
(Sumber; Wikipedia: Murad V, Midhat Pasha, Namik Kemal; Artikel Republika: Murad V; Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyyah, dengan pengubahan)
Fehime Sultan (1875-1929)
As a daughter of Sultan Murad V and his fourth consort Meyliservet Kadın, Fehime was part of the last generation of Ottoman princesses. Some called her by the nickname of Kelebek Sultan, meaning “Butterfly Princess” on account of her artistic nature and fanciful clothing.
Murad V of the Ottoman Empire + daughters who reached adulthood
𝐢𝐧 𝐭𝐡𝐞 𝐦𝐨𝐧𝐭𝐡 𝐨𝐟 𝐦𝐚𝐲 𝐢𝐧 𝐨𝐭𝐭𝐨𝐦𝐚𝐧 𝐡𝐢𝐬𝐭𝐨𝐫𝐲