Insomnia adalah gejala biasa yg sering menghampiri ketika semua orang sudah tidur dan tinggalah gue kriyip2 sendiri menikmati heningnya malam. Sebenernya ga terlalu bermasalah sih karena keheningan itu kadang bisa membuat kita berpikir dan membuat keputusan dengan tenang. Yang membuat masalah jika esok paginya gue bangun tidak fresh, mata merah dan terpejam mulu tentu mengurangi produktivitas kerja hari itu. Jadi setelah ditimbang insomnia lebih banyak sisi negatifnya buat gue. Lalu di salah satu malam, gue tiba2 teringat malam waktu nginep di tempat mbah. Kenapa tiap di tempat mbah gue jarang banget insomnia bahkan mungkin ga pernah. Lalu setelah mempertimbangkan beberapa faktor akhirnya gue tahu kalo alasannya karena alm mbah kakung selalu nyetel radio wayang. Awalnya gue iseng nyari chanel wayang di daerah sini, dan ternyata memang ada. Jadilah tiap malam gue selalu menyetel chanel itu. Tapi anehnya chanel wayang ini ga selalu di satu chanel jadi gue harus bener2 teliti nyarinya. Karena tidak setiap hari chanel yg sama memutar wayang, ganti2 chanel gitu. Betapa budaya asli kita sendiri telah memberi kita pelajaran dan manfaat. Sejak saat itu memang gue lebih jarang terbangun insomnia karena kalaupun gue terbangun malem2 begitu denger suara wayang langsung tertidur lagi. Baru-baru ini gue baca novel jawa "Nagabumi" karangan Seno Gumira Ajidarma. Menceritakan seorang pendekar tapi di kehidupan Javadvipa sekitar tahun 800-an saka. Bahasa novel ini benar-benar tinggi jadi ga bisa dibaca sekilas tanpa memberikan sedikit waktu untuk memahami. Karena kalau tidak begitu ya ga bakal mudeng dengan novel ini. Harus diacungi jempol sih karena ini adalah novel Indonesia pertama yg mampu membuat gue berpikir. Walaupun mungkin ada novel-novel lain dengan kualitas serupa hanya saja belum sempat gue baca. Novel ini sedikit mengingatkan novel karya Pramoedya Ananta Toer walaupun memang berbeda genre. Ini kutipan sedikit dari novel Nagabumi "Ia terpaksa turun gelanggang, Setiap kali berlangsung ketidakadilan. Siapapun yang menuduh orang lain sesat, Benarkah dirinya tidak sedang tersesat?" Ternyata kalo dipelajari lebih dalam, budaya Indonesia lebih menantang daripada budaya negara lain. Lebih kaya dan sesuai buat kita, sesuai dengan suku kita masing-masing. Orang jawa misalnya tidak bisa lepas dari budaya jawa, walaupun bisa juga melepaskan diri tapi meskipun mengingkari dalam dirinya tetep mengalir budaya jawa. Yah macam gue ini, gaya aja pake budaya betawi tapi tetep yg bisa meninabobokkan gue dengan nyaman adalah wayang, yg notabene merupakan budaya jawa..