Kau Lebih Dari Itu
Malam merambat teramat pelan, dan detik-detik waktu, seakan sedang menghitung seberapa panjangnya detak-detak kesunyian.
Padahal, kita saling bersisian, begitu dekat, sedekat hela napas kita yang sedang disatukan.
Lalu, kita menyadari, bahwa memang ada hal yang tidak harus kita bicarakan, bahkan, harus kita jadikan rahasia semesta.
Bukankah kita pernah menduga-duga, bahwa setiap dari kita pasti punya kata-kata yang memang pantas untuk kita sebut sebagai rahasia?
Tapi, kau dan aku adalah kita. Lalu, mengapa harus ada rahasia di antara cinta?
Kepada Cinta; Coba kauhitung, berapa banyak orang yang terluka karena kejujuran cinta? dan berapa manusia yang berduka karena dusta cinta?
Satu hal, yang harus kita ingat; tidak semua hal dapat kita bicarakan, sekalipun kita tahu dan pernah mengalaminya, dan tidak semua hal dapat kita rahasiakan, meskipun semuanya tentang kita, tentang cinta.
Pada akhirnya, kejujuran adalah cinta itu sendiri, dan kau, Cinta…, bagiku kaulebih dari itu.
———- Serang, 5 Mei 2017 Rahasia adalah lengan-lengan puisi, entah untuk meraih bahagia, atau terdekap duka. *tulisan pendek ini terinspirasi oleh lagu-nya Naif, yang berjudul Cinta Untuknya*













