Tadi pagi, gue dikejutkan dengan sebuah pos berupa gambar di Facebook. Di sana, ada gambar Rio Haryanto, pembalap nasional Indonesia di ajang F1, dan Musa La Ode bin Hanafi, hafizh cilik Indonesia yang mewakili Indonesia untuk lomba hafalan Al-Qur'an di Mesir.
Bukan soal siapa yang di gambar yang membuat gue kaget, tapi di gambar itu ada tulisannya, kurang lebih begini, “SIAPA YANG LEBIH MENGHARUMKAN INDONESIA, MUSA YANG NYARIS TANPA BIAYA, ATAU RIO YANG DIBIAYAI NEGARA MILYARAN RUPIAH?” Dan gambar itu jadi sangat viral di sosial media.
Hal yang membuat gue sangat gusar dan risih adalah, apa sih tujuan si pembuat gambar membuat gambar itu? Bukankah keduanya; baik Musa ataupun mas Rio, sama-sama berjuang membawa Sang Saka Merah Putih dengan cara mereka?
Halo, buat siapapun lo yang bikin gambar itu, memangnya lo udah lebih baik dari Rio? Sudah seberapa membanggakan lo buat bangsa ini sampe lo harus bikin gambar kayak gitu?
Semua apa yang Rio raih hari ini, nggak ujug-ujug. Dia mulai dari ajang GoKart, lalu mengikuti beberapa turnamen sebelum akhirnya masuk GP3, sampai hari ini alhamdulillah dia sudah ada di Formula 1. Semuanya nggak begitu aja terjadi.
Pun dengan Musa. Dia juga nggak mendadak hafal Al-Qur'an, perjuangannya luar biasa. Orang tuanya memfasilitasi Musa dengan selalu membimbingnya, dan si anak pun mau bersungguh-sungguh menghafal sampai akhirnya dia sampai ke titik seperti hari ini.
Sekarang lebih baik kita berpikir sebelum mau meremehkan pencapaian orang lain, “KITA SUDAH SEBERAPA HEBAT SAMPAI MAU MERENDAHKAN ORANG LAIN?”
Terakhir, gue mau tutup dumelan gue ini dengan kutipan,
“Seorang juara akan menghargai pencapaian orang lain, karena tahu bahwa sebuah pencapaian itu tidak pernah instan. Sedangkan pecundang, hanya akan merendahkan, hanya karena dia tahu, dia tidak akan pernah menjadi seperti orang yang dia remehkan”.