Ikhlas Dan Sabar Tak Pernah Ada Batas
Samar-samar dipandangan mata kita selalu terkagum melihat aksi orang-orang yang dermawan. Seolah menjadi saksi melucu. Membuat diri ini tertawa terbahak-bahak ketika memberikan sebuah santunan harus terekam gambar. Nyata dan jelas di depan mata, banyak gambar sebagai ajang pencitraaan tapi memang sebagian juga sebagai bukti untuk laporan pekerjaan. Bersemangat melakukan pekerjaan jika disaksikan banyak orang dan bermalas-malasan saat tidak ada orang. Mondar mandir sambil melihat jarum jam yang terus berputar. Berpangku tangan di meja kerja. Terkadang menambah dosa dengan menggibah di grup whatsapp, ada pula yang sibuk memainkan hp dan menonton hal yang tidak berfaedah. Wajar saja, itu hanya hiburan bagi mereka. Hidup ini kan tidak harus selalu serius. Santai saat ada waktu bersantai, dan kerjalah dengan maksimal saat jam kerja. Merugi bagi mereka yang suka menunda waktu. Itu pasti, tidak hanya merugikan diri sendiri juga bisa merugikan orang lain. Dia rugi membuang waktu kerjanya padahal saat itu jika dia bekerja bisa jadi hasilnya lebih baik dari temannya. Saat waktu telah habis dia bingung mencari kerjaan temannya untuk di duplikat agar selesai tugasnya. Kerugian yang terjadi di temannya adalah jika dia teman yg ikhlas akan biasa saja, tp ketika dia teman yg tidak ikhlas maka menimbulkan dosa karena pada akhirnya dia ngedumel dibelakang. Pasti kita akan bilang kalau memang gak boleh harusnya bilang dari awal, tapi bisa tidak kita berpikir mungkin kalau bilang dari awal juga nanti pekerjaanmu juga tidak selesai. Dengan kejadian itu saja dia sebenarnya telah menyelamatkanmu, tapi karena kebaikan itu pada dasarnya sangat mudah di rusak dengan 1 kecurangan.
Kita pasti pernah mengalami lingkup yang menjalin sebuah pertemanan layaknya persahabatan dengan bayangan akan abadi selamanya. Disini kita harus paham perbedaan antara teman dan sahabat.
Jawaban teman saat kau bercerita tentang kesedihanmu : ya sudah yang sabar ya, semoga di berikan jalan menghadapi masalahnya. Ya, setelah itu dia pergi.
Dan ini adalah jawaban seorang sahabat ketika kamu bercerita tentang kesedihanmu : (pasti ditertawakan terlebih dahulu) halah gitu aja kok sedih, lemah. Sakit sepertinya dirasa karena bukan menenangkan. Tapi dia selalu ada buatmu tak meninggalkanmu dan sudah terbiasa dengan sifat sikap burukmu.
Tidak menutup kemungkinan persahabatan atau bahkan keluarga itu bisa rusak hanya dengan masalah sepele. 1000 kebaikan yang kita lakukan akan terlupakan saat itu juga ketika kita membuat 1 saja kesalahan yg mengecewakan. Misal kamu melihat pacar sahabatmu selingkuh, kamu sebagai sahabat tentu tidak terima. Akhirnya kamu memberitahu sahabatmu apa yg kamu lihat tentang pacarnya. Temanmu marah kepada pacarnya, tp herannya disini kamu lebih percaya pasanganmu sekalipun sahabatmy telah memberi bukti utuh, tak menunggu lama kamu katakan sahabatmu hanya ingin merusak hubungan. Kamu menjauhinya tanpa berpikir kembali. Padahal saat kamu butuh tumpangan, saat sedih, saat susah adalah sahabatmu yg ada saat itu tp kamu memilih tidak memaafkan hanya karena 1 bentuk pedulinya tapi kamu artikan sebagai kesalahan.
Ikhlas dan sabar itu kekuatan setiap umat yang paling sabar. Jika ada yang bilang sabar itu ada batasnya. Maka itu salah, jika masih ada batasnya berarti kamu tidak sabar. Dan ada pula yang mengatakan ikhlas itu suatu saat akan terganti dengan balasan lebih dari dua kali lipat. Kita belum mencapai ikhlas jika memberikan sesuatu dan berharap imbalan suatu saat nanti. Ikhlas ya berarti kita memberikan sesuatu itu ya memberi saja tanpa ada pikiran biar kita dapat pahala atau balasan suatu saat nanti. Jika suatu saat kita mendapatkan sesuatu yg berarti kita sudah lupa apa yg pernah kita lakukan hingga mendapatkan sesuatu yg luar biasa. Yaa, masih banyak kok orang dengan hati sekeras batu, pikirannya seperti pisau tumpul. Ketika di ingatkan kesabaran dan ke ikhlasan pada sang tauladan umat penjuru bumi Nabi Besar Muhammad SAW dengan entengnya mereka menjawab aku hanya manusia biasa loh, aku bukan nabi yang bisa sempurna. Urus saja dirimu, neraka dan surga itu urusan pribadi, rubahlah diri sendiri sebelum meminta orang lain berubah. Kata-kata kejam mulai keluar dari sok alim lah, penceramah, dll. Tenang jangan terbawa emosi, 1 keberanianmu mengingatkan dalam kebaikan setidaknya kamu jalankan. Urusan diterima atau tidak ya biarkan. Lebih baik melakukan kebaikan walaupun itu hanya denga tulisan atau perkataan baik dari pada tidak melakukan apapun malah mengukir sejarah dengan hal yang tidak baik.
Ikhlas dan sabar akan menjauhkan kita dari rasa kecewa atas sebuah pengharapan. Tidak perlu munafik, kita ini sebagai manusia terkadang cuma-cuma membantu urusan orang lain, tapi ketika kita terjatuh orang yg pernah kita tolong hanya sekedar bertanya karena ingin tau bukan karena peduli. Ternyata ini membuat kita akan merasakan kecewa yang mendalam. Tapi dari hal demikian kita bisa merubahnya menjadi kebahagian utuh dan sempurna, ketika menolong usahakan tak ada niat pengharapan akan memperoleh perlakuan sama suatu saat nanti. Tak perlu membenci orang-orang yang telah kita berikan kebaikan. Anggap saja orang-orang yang saat itu bersamamu adalah pengganti mereka. Inilah ikhlas, pertolongan kadang hadir dari jalan dan orang yang lain. Kita telah mencapai kekuatan super saat mampu melupakan kebaikan-kebaikan kita terhadap orang lain, dan senantiasa mengingat kebaikan-kebaikan orang lain terhadap kita.
Jangan menyesali apapun seandainya ada orang yang mendekatimu hanya disaat butuh, berbahagialah ternyata masih diri ini masih saja dibutuhkan. Nah, sebenarnya menjadi orang berguna itu mudah kan. Lakukan saja kebaikan-kebaikan sesuai kemampuanmu, itu akan menjadi kebiasaan hingga menjadi sebuah kebutuhan dan membuahkan banyak manfaat.