Di tengah sunyinya malam bernama malam minggu, kepada bulan yang tertutup awan mendung, aku menumpahkan segala rasa yang menyesakkan dada
Wahai engkau yang ku rindu. Ingatkah kau bahwa ini malam minggu? Taukah juga engkau bahwa di malam ini mudah sekali kau temukan dua sejoli sedang menikmati hangatnya obrolan bersama, hingga dinginnya malam tak terasa (?) Jarak antara kita terkadang membuatku iri, namun aku yakin, teknologi dan keyakinan hati mampu membuat kita sedekat nadi. Namun, dimanakah kau malam ini? Disaat rinduku hadir begitu menggebu, satu kata pun tak ku dapat darimu. Berharap terhibur oleh suaramu, tapi bahkan pesan singkat pun tak ada yang muncul menghiasi layar hapeku.
Kepada malam bertaburkan bintang, sampaikan padanya aku merindu, emosiku mengganggu, hati dan logika ku beradu. Jangan biarkan aku mendung semendung langit surabaya malam itu.
Curhatku kepada malam, -Hobingetik-
















