Nuur
Apakah kalian masih ingat? Mengenai percobaan kacang hijau di sekolah dulu? Mengamati pengaruh cahaya terhadap pertumbuhannya?
Mungkin sebagian besar pernah mengalaminya, atau hampir semua orang. Tapi, pernahkah kita berpikir mengenai filosofi yang ada dibaliknya?
Pagi ini. Pikiranku terketuk oleh itu. Seusai waktu dhuha, bapak menceritakan bahwa manusia itu hakikatnya memang mencari cahaya, dalam konteks ini diterjemahkan bahwa cahaya adalah kebenaran, kebaikan. Cahaya dari Allah.
Kapan terakhir kali kita merasa silau di tengah kejenuhan manusia? Kapan terakhir kali saat kita merasa hampa terbayang cahaya dari-Nya? Kapan terakhir kali kita bertekad untuk selalu mengikuti cahaya-Nya?
Dari sekian banyak pertanyaan, jawabannya tak perlu diucapkan. Cukup diresapi, dan direnungkan.
Bahwa kita punya kecenderungan untuk jadi baik, untuk jadi muslim yang benar, untuk selalu mengamalkan kebaikan.
Maka tak ada lagi pernyataan tentang diri yang terlalu banyak dosa, tak pantas diberi rezeki, taubat yang tak akan diterima, dan sejenisnya. Tak ada lagi.
Karena Allah sudah sangat luarbiasa mengatur kita, membekali kita kekuatan yang hebat untuk menyelesaikan misinya.
Memberikan kita energi potensial yang tinggi, yang siap dikonversi menjadi energi kinetik dengan menyebarkan kebaikan ke segala penjuru❄












